AT Siap, Richard Belum Putuskan – Ambon Ekspres
Politik

AT Siap, Richard Belum Putuskan

Soal Bursa Ketua DPD Golkar Maluku 

AMBON,AE––Musyawarah daerah Partai Golkar Maluku tahun ini bakal ramai. Tak hanya soal tokoh muda, atau tokoh tua. Politisi kawakan yang selama ini dibesarkan beringin, juga akan ikut bersaing merebut kursi Ketua dari Zeth Sahuburua. Ramli Umasugi, dan Abdullah Tuasikal menyatakan siap bertarung. Richard Louhenapessy justeru masih memilih diam.

Ramli Umasugi dalam beberapa kesempatan, menyatakan diri siap. Meski belum merespon saat dikonfirmasi Ambon Ekspres kembali, namun Bupati Buru dan juga Ketua DPD Golkar Buru ini, sejak awal menginginkan adanya regenerasi di tubuh beringin.

Demikian halnya dengan Mantan Bupati Maluku Tengah dua periode, Abdullah Tuasikal. Dia ingin mengembalikan kejayaan Golkar seperti beberapa tahun sebelumnya. Sementara, Richard Louhenapessy belum memutuskan keinginannya.

Dihubungi Ambon Ekspres lewat telepon genggam, Minggu (5/6) Abdullah Tuasikal mengatakan, semua kader punya hak dan bila memenuhi persyaratan, bisa mencalonkan diri sebagai ketua DPD Golkar Maluku.”Semua kader partai kan dia punya keinginan membesarkan partai. Karena itu, semua orang punya hak,”katanya.

Karena itu, ia menyatakan siap maju dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku nanti. Namun, apabila ketua DPD Golkar Maluku sekarang dan ketua Dewan Pertimbangan Said Assagaff juga maju, dia memilih mundur.

“Prinsipnya, saya siap maju. Tapi kalau pak Ety Sahuburua dan pak Bip Assagaf maju, berarti saya tidak maju. Tapi saya siap untuk mendukung Golkar ke depan, ”lanjutnya.

Menurut Tuasikal, selain Zeth dan said, terdapat sejumlah kader Golkar yang punya kualitas dan peluang maju. Mereka adalah Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan Bupati Buru Ramli Umasugi. Termasuk Richard Rahakbauw yang kini menjabat wakil ketua DPRD Maluku.

“Ada calon yang bagus-bagus seperti pak Ety (Zeth Sahuburua). Ada yang lain juga seperti Bupati Buru Ramli Umasugi. Pak Richard Louhenapessy dan Richard Rahakbauw. Mereka ini adalah kader yang bagus,”paparnya.
Tuasikal memiliki visi sederhana, yakni mengembalikan kejayaan partai Golkar Maluku seperti beberapa tahun sebelumnya. Dimana, kader Golkar menjadi Ketua DPRD di hampir semua kabupaten/kota serta DPRD Maluku.

“Kalau untuk saya, ke depannya Golkar harus lebik baik lagi. Minimal untuk DPRD provinsi Maluku, Golkar sudah harus menjadi pimpinan dewan (ketua dewan). Selama saya jadi ketua Golkar (Maluku), kader Golkar seluruh kabupaten dan provinsi jadi ketua DPRD. Kecuali kota Ambon, waktu itu saya tawarkan Yance Wenno.

Tapi, Yance tetap mau berada pada wakil ketua. Jadi, intinya harus mengembalikan Golkar seperti beberapa tahun lalu lah,”urai mantan ketua DPD Golkar Maluku itu.

Soal dorongan dari sejumlah kader agar Golkar Maluku harus dipimpun figur muda, menurut Tuasikal, tidak menjadi masalah. Tetapi, harus memiliki visi dan pengalaman yang matang dalam rangka membawa Golkar ke arah yang lebih baik lagi dari saat ini.

“Kalau kader muda, maka harus punya visi dan pengalaman untuk membangun Golkar ke depan seperti apa. Kalau muda, tapi tidak punya pengalaman, sama saja. Karena itu, tua atau muda, pola pikirnya harus bagus agar bagaimana Golkar ini lebih baik lagi. Dan, saya kira kader-kader partai yang punya hak suara, sudah memiliki referensi untuk memilih calon ketua DPD Golkar Maluku,”pungkasnya.

Sementara itu, Richard Louhenapessy, salah satu kader Golkar lainnya belum memastikan keinginan maju sebagai calon ketua DPP. Padahal, ia dinilai sebagai satu diantara beberapa kader terbaik yang bisa memimpin Golkar.”Nanti saja dengan (wawancara) saya sebentar,” ungkap Richard seusai penyerahan rekomendasi Partai Nasdem kepadanya di aula Xaverius, Sabtu (4/6).

Seperti ditulis Ambon Ekspres, Jumat (3/6), Richard Rahakbauw menyatakan sikap maju sebagai calon ketua DPD Partai Golkar Maluku Provinsi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang direncanakan digelar usai bulan puasa. Secara politis, ia ingin merebut kursi Ketua DPRD Maluku.

Pengamat politik Universitas Pattimura, Johan Tehuayo mengakan, momentum Musda Golkar Maluku sangat strategis dan memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan eksistensi untuk menghadapi pilkada langsung secara serentak tahap kedua dan ketiga. Karena itu, figur yang memimpin Golkar harus memiliki kekuasaan politik maupun birokrasi.

“Dalam konteks itu, maka kepemimpinan Golkar haruslah figur yang masih memiliki popularitas dan kekuasaan politik. Baik di birokasi maupun politik lembaga legislatif dan mendapat dukungan politik dari publik, ”katanya.
Merujuk pada penilaian tersebut, sebut Tehuayo, Richard Louhenapssy, Zeth Sahuburua, Ramli Umasugi dan Richard Rahakbauw layak untuk memimpin Golkar lima tahun ke depan. Terutama Zeth, dari aspek kapasitas dan pengalaman.

Namun, kondisi Golkar saat ini menghendaki kepempimpinan transformatif. Karenanya, yang memimpin Golkar ke depan, adalah figur yang populer selain berpengalaman dan memiliki kapasitas.

“Tapi Golkar saat ini mengarah pada kepemimpinan transformatif dan konsultatif, sehingga figur yang ideal adalah yang masih populer, agar dapat mempengaruhi presepsi publik dalam membangun politik pencitraan partai Golkar, ”jelasnya.

Selain keempat figur diatas, Said Asagaf juga dinilai layak memimpin Golkar Maluku. Kedudukan Assagaf sebagai Gubernur Maluku saat ini, bisa memperkuat posisi Golkar. Baik di level birokrasi maupun DPRD, pasca konflik internal Golkar.

“Kepemimpinannya dapat memperkuat posisi dan reposisi Golkar pasca konflik internal. Dengan demikian Golkar Maluku akamn semakin solid. Baik dari aspek strukturnya maupun elit,”paparnya. (TAB)

Most Popular

To Top