Dua Penderita HIV/AIDS Meninggal – Ambon Ekspres
Metro Manise

Dua Penderita HIV/AIDS Meninggal

Tahun Ini Sudah 37 Kasus di Ambon

AMBON, AE— Sejak Januari hingga Juni 2016 ini ada 37 kasus HIV/AIDS di Kota Ambon. Dari 37 kasus tersebut, 2 penderita telah meninggal dunia. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Tresye Torry kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (6/3).

“Dari Januari hingga April 2016 ada 37 kasus HIV/AIDS yang baru ditemukan. 31 kasus itu HIV dan yang 6 kasus itu AIDS dan dari 37 itu sudah 2 orang meninggal dunia. Jadi, tinggal yang ada 35 kasus atau penderita,” jelas Tresye.

Dia melanjutkan, dari kondisi ini, pihaknya terus melakukan upaya penanggulangan dengan cara sosialisai dan memberikan motivasi kepada masyarakat Kota Ambon untuk sebisa mungkin menjaga pergaulan antara sesama pasangan kekasih. HIV/AIDS ini disebabkan karena perilaku seksual yang menyimpang maupun penggunaan jarum suntik bekas, jarum tato maupun proses transfusi darah yang kemungkinan berasal dari penderita HIV/AIDS.

“Penularan HIV/AIDS semakin bertambah karena perilaku yang salah atau perilaku seks yang menyimpang. Selain itu bisa terjadi karena jarum suntik, jarum tato, bisa juga karena transfusi darah yang itu semua merupakan pintu masuknya virus HIV/AIDS dari orang yang positif HIV/AIDS terhadap orang yang sehat,” tuturnya.

Meski belum dapat dirincikan, kata dia, penderita HIV/AIDS terdapat di beberapa tempat di Kota Ambon. Baginya, yang paling penting adalah setiap orang harus mampu menjaga diri dari pergaulan bebas. Menjaga diri dari mengkonsumsi obat-obat terlarang yang mengakibatkan seseorang bisa terkena HIV/AIDS.

“Persoalan tempat-tempat mana saja yang terdapat kasus HIV/AIDS bukan menjadi hal yang penting. Namun, yang paling penting adalah setiap orang harus bisa menjaga pergaulannya dari hal-hal negatif seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik bekas, jarum tato serta mangkonsumsi obat-obat terlarang,” pintanya.

Selain itu, dia menuturkan, kasus HIV/AIDS di Kota Ambon menurut data dari 1996 hingga 2015 mencapai 1.667 kasus. Namun, kasus itu belum bisa dipastikan apakah itu semua terjadi di Kota Ambon atau bukan. Pasalnya, kasus dari tahun 90-an hingga beberapa tahun setelahnya belum tercatat secara jelas dan karena kebetulan para penderita dirawat di Ambon lalu tercatat sebagai penderita Kota Ambon.

“Jadi, bisa saja orang dari kabupaten luar yang datang dan sakit disini lalu berobat dan dicatat sebagai kasusnya Kota Ambon. Padahal kan penderita bukan menetap di Ambon. Waktu itu memang tidak jelas karena tidak ada di data dinas terkait kepastian penderita itu alamatKTP nya dimana. Memang tinggalnya di Ambon, tapi bisa saja dari luar datang berobat di Ambon,” jelasnya.

Ia menambahkan, ribuan kasus dari 1996 hingga 2015 tersebut pasti telah berkurang karena ada penderita yang meninggal dunia. “Jadi bukan berarti sekarang ini ada 1.667 orang penderita HIV/AIDS di Kota Ambon. Kalau pertengahan 2016 ini baru 37 kasus dan 2 nya telah meninggal dunia,” singkat Tresye.(MG3)

Most Popular

To Top