Satu Lagi Pembunuh Juru Parkir Dibekuk – Ambon Ekspres
Metro Manise

Satu Lagi Pembunuh Juru Parkir Dibekuk

AMBON, AE— Polisi kembali membekuk pembunuh Mohammad Ahmad, juru parkir (jukir) yang tewas di RS Sumber Hidup beberapa hari lalu. Para pelaku yang tergabung dalam komplotan Bataso (bandel tapi sopan) ini, satu per satu mulai terungkap. Terkini, polisi menciduk satu pelaku lagi yang diketahui bernama Faldino de Kock alias Dino (17).

Terkait kasus ini, sebelumnya polisi sudah mengamankan salah satu pelaku bernama Semmy Usmany (21). Saat ini status hukum kedua pemudah ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam rumah tahanan (rutan) Polres Ambon.

Polisi juga memastikan kemungkinan masih ada tersangka lain. Kasus ini masih terus diselidiki lebih jauh lagi untuk pengungkapaan insiden yang menewaskan korban yang bermukin di Kawasan Silale, Kecamatan Nusaniwe ini secara jelas.

KBO Satreskrim Polres Ambon, Iptu Izaak Salamor menandaskan, penangakapan yang dilakukan terhadap Faldino de Kock ini berawal ketika anggota buser satreskrim menuju kawasan Lateri karena terjadi pengerusakan pangkalan ojek dikawasan tersebut oleh sekelompok orang saat itu. Bersamaan, Faldino sementara berada juga dikawasan tersebut. Dia saat itu berdiri tepat di depan SMA Negeri 5 Lateri.

Polisi mengenalinya. Dia dikenal lewat foto. Disitulah kemudian tersangka diringkus. Saat diamankan, Faldino sempat mengelabui anggota polisi saat itu. Dengan berkata apa salahnya sehingga di tahan. Namun, foto yang dikantongi polisi merupakan fotonya. Dia kemudian dibawa ke Polres Ambon untuk diinterogasi. Hasilnya, dia mengakui perbuatannya. Dia kemudian dijebloskan ke dalam bui.

Dalam pemeriksaan teridentifikasi kalau dia yang melempari korban dengan menggunakan batu sehingga korban terjatuh dan selanjutnya dikeroyok secara bersama-sama. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa batu bata merah yang digunakan pelaku melempari korban saat itu. Batu ini diamanakan tepatnya di depan PHB.

Batu ini juga diambil oleh pelaku dari lokasi Air mancur Lapangan Merdeka. ”Dia (Faldino de Kock) ditangkap di depan SMA Lateri pada Jumat (3/6) malam sekitar pukul 22.30 WIT. Dia saat itu sementara berdiri dan anggota buser yang kenal langsung mengamankan dia. Fotonya didapat dari pelaku lain (Semmy, red) yang ditangkap sebelumnya. Setelah diinterogasi dia kemudiaan mengakui perbuatanya kalau dia yang melempari korban dengan batu. Kini kasusnya masih terus kita dalami,” ungkap Salamor, Sabtu (4/6).

Sebelumnya, salah satu pelaku bernama Semmy Usmani (21) berhasil ditangkap polisi.Dia tangkap di lapangan merdeka pada Rabu (1/6) sekitar pukul 21.00 WIT. Berdasarkan pengakuan Semmy, sebelum insiden pengeroyokan itu terjadi, pada Senin (30/5) dini hari pukul 04.00 WIT sempat terjadi kesalahpahaman antara kelompok korban dan pelaku. Peristiwa itu terjadi di kawasan Lapangan Merdeka.

Disitulah terjadi perkelahian dan saling kejar antara dua kelompok ini. Kelompok pelaku sering menjadikan Lapangan Merdeka sebagai tempat kumpul mereka. Peristiwa itu ternyata belum tuntas. Mereka saling dendam. Kemudian saling undang untuk adu jotos.

Karena sudah ada dendam, pada Selasa (31/6) sekitar 21.30 WIT terjadi lagi perkelahiaan diantara kelompok pelaku dengan kelompok korban. Menurut pengakuaan pelaku, kelompok korban yang duluan menyambangi mereka dikawasan Lapangan Merdeka. Kemudiaan berujung terjadi perkelahian dan saling kejar-kejaran sehingga kelompok korban berlari berhamburan menuju Kawasan Pasar Mardika.

Kelompok pelaku mengejar kelompok korban sampai di depan PHB. Selanjutnya, salah satu dari pelaku diketahui berinisial DO melempar korban menggunakan batu. Bersamaan dengan posisi korban berlari, batu mengenal pada bagian kaki korban sehingga terjatuh.

Disitulah kelompok pelaku langsung menghajar korban secara bermai-ramain. Bersamaan dengan itu pelaku memukul korban dengan sepotong kayu yang dipegang dan mengena tepat pada kepala bagian belakang korban. Hantaman benda keras ini membuat korban terkapar bersimbah darah dan tidak sadarkan diri. Setelah itu para pelaku langsung melarikan diri.(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!