Vanath tak Kooperatif – Ambon Ekspres
Amboina

Vanath tak Kooperatif

Kasus TPPU Tertunda Lagi

AMBON, AE.–– Penyelesaian Berkas perkara tersangka mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk dilimpahkan kepihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, terus tertunda. Penundaan pelimpahan tahap II kali ini, karena Vanath masih berada di luar Maluku.

Sudah tiga kali kasus ini berpindah tangan dari penyidik Direktorat reserse kriminal khusus ke JPU. Masalahnya masih sama, dinyatakan belum lengkap oleh jaksa. Penyidik kepolisian selalu punya alasan untuk menepis kritikan publik. Bahkan muncul informasi di tengah masyarakat kalau kasus itu akan ditutup.

Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Polisi Budi Wibowo yang dikonfirmasi mengaku, penundaan pelimpahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku selama beberapa kali, karena memang ada sejumlah faktor penghambat dalam pelimpahan tersebut.

“Kalau sesuai rencana (tahap II, red), dijadwalkan akan dilaksanakan pada pertengahan Mei. Dan saat itu kita langsung melayangkan surat panggilan kepada tersangka untuk hadir agar kasusnya bisa kita limpahkan. Namun waktu yang bersamaan tersangka tidak hadir dan ada surat balasannya. Kemudian minta untuk akhir Mei, tapi tunda lagi. Dan pekan depan juga akan ditunda lagi,” jelas dia kepada Ambon Ekspres akhir pekan kemarin.

Menurutnya, penundaan pelimpahan berkas untuk pekan ini disebabkan tersangka Abdullah Vanath sementara tidak berada di Maluku. ‘’Kalau penundaan penyerahan tahap II akhir Mei lalu, karena waktu yang bersamaan memang ada kedatangan Jaksa Agung, yang memang seluruh jaksa saat itu sibuk. Nah untuk kali ini, tersangkanya ada di luar Maluku,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya bakal koordinasi kembali dengan JPU Kejati Maluku, guna menjadwalkan kembali pelimpahan dari berkas perkara tersangka. “Kita akan koordinasi kembali untuk melakukan penjadwalan ulang waktu penyerahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka. Untuk sementara ini, dalam waktu dekat ini belum bisa kita pastikan kapan kita limpahkan kasus itu,” terangnya.

Sementara itu, Fadly Tuhulele mendesak jaksa yang menangani kasus Vanath, untuk segara mempermudah proses pelimpahan berkas perkara itu. “Penetapan tersangka dalam kasus ini sejak Vanah masih menjadi Bupati SBT. Tetapi kenapa sampai saat ini kasusnya belum juga dituntaskan,” kata dia terpisah.

Selama ini publik sangat menanti mantan penguasa SBT itu untuk duduk di kursi pesakitan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum. ‘’Yang kami sayangkan, kalau jaksa terus memberikan alasan yang kita anggap tidak masuk akal hingga kemudian memperlambat penyelesaian, maka nantinya kadar hukum atas kasus ini juga menurun. Padahal publik tengah menantikan hal ini. Jaksa harus tegas dan profesional atas kasus ini,” timpalnya.(AHA)

Most Popular

To Top