Larangan Dilanggar, Tewas di Tanjung – Ambon Ekspres
Amboina

Larangan Dilanggar, Tewas di Tanjung

AMBON, AE.— Larangan pemerintah menutup tempat hiburan malam termasuk lokalisasi, tak digubris. Akhirnya ada yang menjadi korban. Seorang pria paruh baya tanpa identitas, tewas di sebuah kamar di lokalisasi Tanjung Batu Merah, Senin (6/6) dini hari sekira pukul 02:00.

Pria malang ini diketahui tewas di dalam salah satu kamar pada Wisma Rejeki II di lokalisasi tersebut. Pemilik wisma ini bernama Maryati. Jasad korban sudah dibawa ke rumah Sakit Bayangkara Tantui Polda Maluku.
Sebelumnya, korban menghubungi salah satu pramuria berinisial D alias L (40) via telepon, Minggu (5/6) malam sekitar pukul 10:00 Wit. Keduanya sudah berkenalan lama. Kurang lebih sudah 10 tahun. D mengaku, mengenal korban dengan sebutan Emang.

Siapa Emang, D tidak mengetahuinya. Dia juga hanya mengenal korban sebagai seorang pemulung yang katanya sering beroperasi disekitaran kawasan BTN Kanawa. Setelah berkomunikasi Minggu malam, mereka kemudian membuat janji untuk bertemu. Korban berjanji akan menemui D sekira pukul 12:00 lewat tengah malam.

Korban baru memenuhi janjinya pada pukul 01:30 Wit dini hari. Sebelum berkencan, korban memberikan uang Rp350 ribu kepada D. Mereka sempat duduk dan berbincang-bincang. Korban kemudian meminta D untuk berhubungan. Usai melampiaskan nafsunya, korban berdiri untuk mengenakan celananya.

Belum selesai celana dipasang, korban sudah kejang-kejang dan terjatuh ke lantai. D panik saat itu. Dia kemudian memanggil beberapa temannya sesama pramuria yang bersebelahan kamar guna melihat korban. Setelah diperiksa oleh D dan beberapa rekannya itu, mereka menyimpulkan korban sudah meninggal dunia.

Wanita itu lalu melapor ke petugas kemananan (satpam) di lokasi tersebut. Satpam lantas melapor ke polisi. Beberapa saat kemudiaan polisi mengamankan TKP. Korban lalu dievakuasi ke RS Bayangkara Polda Maluku, Tantui.

KBO Satreskrim Polres Pulau Ambon,Iptu Izaak Salamor mengatakan, sampai kemarin, pihaknya belum mengungkap identitas dan alamat korban secara jelas. Penyebab kematian korban, masih dalam penyelidikan.
”Kita belum tau identitas korban termasuk penyebeb kematiaan korban. Cuman, kalau keterangan dari si pramuria ini, dia hanya kenal korban dengan nama Emang. Selebihihnya dia tidak tau,”ungkap Salamor kemarin.

Sudah sejumlah saksi diperiksa termasuk pemilik Wisma Rejeki II tersebut.”Kalau untuk saksi yang sudah kita mintai keterangan 4 orang saksi yang kita mintai keterangan. Termasuk pemilik Wiswa Rejeki II (Maryati-red),”imbuhnya. (ERM)

Most Popular

To Top