Rekan Yanes, Tak Penuhi Panggilan Polisi – Ambon Ekspres
Amboina

Rekan Yanes, Tak Penuhi Panggilan Polisi

AMBON, AE.–– Kepolisian tetap berkesimpulan, aktivis HAM Yohanes Balubun, meninggal dunia karena kecelakaan tunggal. Kesimpulan ini diperkuat dengan keterangan empat saksi yang diperiksa polisi. Sejumlah saksi telah dipanggil, hanya saja sampai kemarin, mereka belum memenuhi panggilan polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Polisi Gupuh Setiyono, melalui Kepala Bidang Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Polisi Sulaiman Waliulu mengatakan, kesimpulan dari penyelidikan tewasnya ketua Aliansi Anak Adat Nusantara (AMAN) itu, akibat kecelakaan sudah sesuai dengan prosedur penyelidikan yang dilakukan secara profesional.

“Kalaupun ada pemeriksaan saksi tambahan, maka itu hanya untuk memperkuat bahkan Almarhum Yanes Balubun itu meninggal dunia bukan karena faktor lain, melainkan karena kecelakaan,”kata Waliulu, di ruang kerjanya Senin (6/6).

Berdasarkan kesimpulan itu lanjut dia, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum, melimpahkan kasus tersebut ke Direktorat Lalu Lintas. “Yang Krimum tangani itu karena adanya dugaan tindakan penganiayaan. Namun karena tidak terbukti berdasarkan bukti-bukti yang ada, maka alangkah baiknya langsung ke Lalu Lintas saja,”jelas perwira menengah Polda Maluku ini.

BACA JUGA:  Untung Sangadji Temui Tiga Ketum Parpol

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Ajun Komisaris Polisi Murni Namsa yang dikonfirmasi koran ini menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi menyimpulkan almarhum Yanes Balubun meninggal karena kecelakaan tunggal.

“Sampai saat ini sudah ada empat saksi yang diperiksa yakni dua saksi saat itu berada di tempat kejadian perkara dan dua saksi lain. Dari hasil pemeriksaan saksi itu almarhum meninggal karena kecelakaan tunggal. Mereka melihat korban tidak konsentrasi dalam mengemudi atau berkenderaan,”jelas Polwan berhijab ini terpisah.

Tidak kosentrasinya korban, kata dia, karena sejumlah faktor diantaranya, karena pengaruh minuman keras maupun karena mengantuk saat mengemudi. “Dugaan sementara memang korban tidak kosentrasi dan ada saksi yang saat itu mengangkat korban mengatakan ada bau minuman,”kata dia.

Teman-teman yang diduga minum bersama korban itu, lanjut mantan Kasat Lantas Polres Pulau Buru ini, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan untuk diperiksa, namun hingga kini mereka tak kunjung hadir.
“Teman-teman dari almarhum yang saat itu sempat bersama almarhum sudah kita panggil tetapi mereka sampai saat ini belum hadir, karena masih berada di luar daerah,”paparnya.

BACA JUGA:  Abua Belum ada Lawan

Tak hanya itu, perwira utama polres Ambon ini menambahkan dari hasil supervisi antara anggota unit Laka Lantas Polres Ambon, dan pihak Jasa Raharja, ditemukan Yanes meninggal karena kecelakaan tunggal.
“Untuk sementara diduga karena kecelakaan. Terlebih kecelakaan tunggal, akibat dari kelalaian pengendara sendiri, ”terangnya.

Kendati demikian, Namsa mengaku pihaknya masih terus melakukan penyidikan guna menuntaskan kasus tersebut, sambil menanti pemeriksaan saksi tambahan lainnya. “Kalau saksi tambahan yang sementara kita tunggu ini hanya untuk memperkuat bahwa korban meninggal karena kecelakaan dan itu kecelakaan tunggal,” kunci wanita bermurah senyum ini.

Sebelumnya, tim advokasi Sahabat Yanes Balubun yang terus melakukan investigasi kematian Yanes Balubun, telah melakukan kajian mendalam dan menemukan sejumlah fakta yuridis yang menjadi titik awal kelanjutan advokasi, meski hasil autopsi pihak kepolisian menyimpulkan sementara, aktivis masyarakat adat itu meninggal dunia karena kecelakaan tunggal. Mereka siap melanjutkan kasus ini ke Mabes Polri dan Amnesti Internasional.(AHA)

Most Popular

To Top