PLN Ingkar Janji – Ambon Ekspres
Amboina

PLN Ingkar Janji

AMBON, AE— Lagi-lagi, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Maluku-Maluku Utara dan cabang Ambon tidak konsisten dalam memberikan pelayanan pasokan listrik ke masyarakat. Janji mereka tidak ada pemadaman selama bulan Ramadhan dan lebaran ke DPRD Kota Ambon, tak ditepati. Sampai kemarin, pemadaman masih terus berlangsung.

Sebelumnya mereka menjamin pasokan listrik aman selama Ramadhan. Untuk memenuhi itu, mereka berjanji menjaga mesin maupun jaringan listrik, agar tidak terjadi pemadaman hingga Idul Fitri nanti. Pemadaman mungkin akan terjadi jika ada gangguan mesin atau jaringan yang diakibatkan pohon maupun hewan liar.

“Kita sudah dengar bahwa PLN janjikan pasokan listrik selama puasa aman. Dan itu akan diupayakan bagi yang sementara menjalankan puasa. Sehingga selama puasa, tidak akan terjadi pemadaman. Tapi nyatanya, puasa pertama lampu sudah padam. Makanya kita sangat sesali sikap PLN yang terus mengumbar janji tapi tidak ditepati. Berarti ini sudah mengingkari masyarakat,” kesal Resa, salah satu warga Ponegoro ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, kemarin.

BACA JUGA:  Oknum Danramil Catut Nama Pangdam

Menurutnya, PLN hanya bisa beralasan ketika terjadi pemadaman. Padahal upaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat sangat dibutuhkan. Terkhusus bagi umat muslim yang sementara menjalankan ibadah puasa.
“Kami sangat kecewa dengan PLN. Apalagi sudah ada komitmen berulang kali.

Tapi baru awal puasa sudah padam. Bahkan puasa pertama kemarin, kita di Ponegoro buka puasa dalam keadaan mati lampu. Terus besok puasa kedua lampu padam berjam-jam. Kami hanya ingatkan buat PLN, agar ini tidak terulang lagi. Coba upayakan pelayanan semaksimal mungkin untuk menyediakan listrik bagi masyarakat. Jangan hanya alasan defisit sama gangguan mesin,” ingatnya.

Koordinator Komisi II DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono menegaskan, PLN tidak konsisten terhadap apa yang sebelumnya telah disampaikan ke publik. “PLN ini kita sudah panggil berulang kali, bahwa listrik di kota Ambon ini harus diupayakan secara baik untuk kepentingan masyarakat. Tetapi selalu saja alasan klasik terkait mesin, mesin, mesin dan defisit. Bahkan dulu waktu saya masih mantan ketua komisi II, pernah kita surplus stok ketersediaan listrik,” kata dia.

BACA JUGA:  CRISTIANO RONALDO PEMAIN TERBAIK DUNIA 2016

“Jadi kalau sampai saat ini masih defisit, saya juga bingung. Padahal alasan ini kan sebelumnya sudah dijelaskan, harusnya ada upaya yang dilakukan jelang hari-hari besar keagamaan. Dan kalau sampai saat ini masih terjadi pemadaman, saya kira tidak menutup kemungkinan kita bisa boikot ini PLN,” tegas Latupono.

Wakil Ketua DPRD Ambon ini mengaku, mulai malas mendengarkan alasan yang disampaikan PLN ketika dipanggil menjelaskan soal pemadaman listerik, jika alasannya hanyalah defisit atau gangguan mesin pembangkit.

“Karena ini sudah berulang kali disampaikan. Kita juga bingung mau sampaikan bagaimana. Harusnya PLN tau diri jika menjelang hari besar keagamaan itu harus ada antisipatif. Minimal 2 bulan atau satu bulan sebelum itu sudah dilakukan. Agar tidak merugikan masyarakat. Tapi jika masih terjadi mending kita tidak usah bayar,” terang dia.

Terpisah, SVP Humas PT PLN (Persero) Wilayah MMU, Hairul Hatala, ketika dikonfirmasi menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi di awal puasa ini akibat gangguan unit 1 Wika. Hingga mengakibatkan defisit semakin bertambah sampai terjadi pemadaman.

BACA JUGA:  BPKP Periksa Lahan Surabaya

“Terjadi gangguan unit 1 Wika, sehingga difisit bertambah akibatnya pemadaman bertambah,” terangnya. Saat ini, kemampuan sistem berkurang akibat unit 1 Wika mengalami gangguan. Sehingga terjadi pemadaman di daerah Ponegoro dan sekitarnya.

“Daya mampu sistem berkurang akibat unit 1 Wika mengalami gangguan. Ponegoro Dalam, ada padam. Untuk P. Kuda dan GH A4 sementara dilepas akibat defisit dan amper kabel laut Galala 1 dan 2 atas 190 Amp. Itu info dari bagian teknis,” jelas Hatala.

Namun saat dikonfirmasi soal pemadaman di hari kedua, Hatala menjawab, penyulang pemadaman di Karpan 1, dengan waktu padam pukul 10.41 Wit. Yang mana menyebabkan pemadaman pada daerah Perempatan, wangi-wangi, BTN Aimar, Karpan, Kopertis, Belakang Soya, Ponegoro dalam, Air Mata Cina, Mangga Dua, Batu Gantong, Kudamati. Ini diakibatkan defisit beban.(ISL)

Most Popular

To Top