Survei Jadi Senjata Parpol – Ambon Ekspres
Politik

Survei Jadi Senjata Parpol

AMBON,AE.—Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menetapkan rekomendasi untuk bakal calon Bupati dan wakil Bupati Maluku Tengah. Kedua partai ini masih menunggu hasil survei yang masih dilakukan.

“Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Buru dan Kota Ambon masih disurvei oleh DPP. Belum selesai. Jadi, belum ada kepastian soal siapa yang diusung. Kalaupun ada, pasti akan kami sampaikan,” kata Ketua OKK Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) provinsi Maluku, Farait Souwakil saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Rabu (8/6).

Farait menjelaskan, setelah dilakukan survei, hasilnya akan dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura di Jakarta. Setelah dipresentasikan, DPP memanggil DPD Hanura Maluku dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Malteng untuk menggelar rapat penetapan rekomendasi.

Hanura memiliki tiga kursi di DPRD Maluku Tengah. Namun, hingga kemarin, Hanura belum memastikan kecederungan pilihan politiknya. Karena hasil survei menjadi sandaran penetapan rekomendasi.

BACA JUGA:  4 Tahun Buronan, Koruptor Dieksekusi

“Jadi kecenderungan ke siapa, nanti tergantung hasil survei itu. Karena survei menjadi indikator utama dalam penentuan rekomendasi untuk bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Kemungkinan dalam bulan ini survei sudah selesai dilakukan. Nah, itu baru kita bisa pastikan,”katanya.

Sementara itu, Wakil ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Malak Yanluan mengatakan, sampai saat ini proses penjaringan masih dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Maluku Tengah. Karena itu, pihaknya belum memastikan waktu penetapan rekomendasi.

“Untuk Pilkada Malteng, PKB secara institusi masih berproses. Baik melakukan kajian maupun melihat hasil survei oleh lembaga yang kredibel. Jadi, sampai sekarang PKB belum memutuskan kepada siapa rekomendasi diberikan,”katanya.

PKB memiliki 4 kursi atau fraksi utuh di DPRD Malteng. Dengan demikian, rekomendasi PKB juga menjadi penentu bagi bakal calon yang ingin bertarung. Namun, ia memastikan, kader, non kader dan incumbent punya peluang yang sama untuk diusung.

BACA JUGA:  Berkas Dua Tersangka Cabul Masuk Jaksa

“Tidak ada kecenderungan. Semua diproses sesuai mekanisme. Baik itu incumbent, non incumbent dan kader semua diproses. Jadi tidak memprioritaskan incumbent,”tandasnya.

Bukan hanya Malteng, rekomendasi untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Seram Bagian Barat, Buru, Maluku Tenggara Barat dan Kota Ambomn juga masih dalam proses. Karena itu, secara keseluruhan, ia memperkirakan rekomendasi PKB dikeluarkan Juli mendatang. “Rencanananya kurang lebih Juli rekomendasi sudah bisa dikeluarkan,”jelasnya.

Data Ambon Ekspres, sebanyak 11 balon bupati yang maju, yakni Komisaris Besar Polisi Ely Jamaluddin, Azis Mahulette, Tuasikal Abua, Saadiah Uluputty, Hamzah Sangadji, Wahab Talaohu, Jusuf Latuconsina, Rudolf Lailossa, Ibrahim Sangadji, Moda Latupono, Rudolf Pical, dan M. Tadi Salampessy. Sedangkan Jakob Soakalone, Marlatu Leleury dan Johan Lewerissa maju sebagai wakil bupati.

Dari 11 bakal calon bupati tersebut, hanya Abua Tuasikal yang mendaftar dan berproses di PKB. Incumbent ini juga mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) serta Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Nasdem telah memberikan rekomendasi kepada Abua.

BACA JUGA:  Tim Ahli Unpatti Jangan Masuk ‘Angin’

Sementara itu, PDIP belum ingin mempublikasikan hasil survei dan menetapkan calon yang akan diusung nanti untuk lima daerah, yakni kota Ambon, kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Buru dan Maluku Tenggara Barat. Pasalnya, hasil survei masih dianalisis.

Wakil ketua DPD PDIP Maluku Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Hendrik Sahureka mengatakan, ketika selesai survei, hasilnya harus dipresentasikan kepada pengurus di tingkat kabupaten/kota atau Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan provinsi atau Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Setelah itu bisa ditetapkan siapa yang akan diusung.(TAB)

Most Popular

To Top