Jaksa Garap Repo – Ambon Ekspres
Metro Manise

Jaksa Garap Repo

Manuhutu Diperiksa Sebagai Saksi

AMBON, AE— Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terus melakukan penyelidikan kasus dugaan transaksi Repo antara PT Bank Maluku dengan PT AAA Securitas yang diduga mengakibatkan kerugian negara ratusan miliar pada bank berpelat merah itu.

Sejauh ini, sudah ada beberapa pihak dari PT Bank Maluku yang dimintai keterangan. Mereka merupakan pejabat penting di Bank Maluku.

Pantauan koran ini, Kamis kemarin jaksa penyelidik meminta keterangan dari salah satu pejabat Bank Maluku. Kepala Sub Devisi Restra dan Korsec, Jack Manuhutu yang digarap jaksa.

Pemeriksaan tersebut berlangsung sejak pukul 11.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT. Yang bersangkutan dimintai keterangan oleh jaksa penyelidik Akil Mahulaw.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette ketika dikonfirmasi soal pemeriksaan terjadap Jack Manuhuttu membenarkan hal itu. “Memang benar hari ini tim penyelidik meminta keterangan dari pihak terkait berinisial JM. Dia dimintai keterangan soal kasus Repo,” jelas Sapulette.

BACA JUGA:  Aneh, Puttileihalat tak Disentuh Jaksa

Menurutnya, penyelidikan masih terus berlanjut hingga hingga penyelidik merasa sudah cukup untuk meminta keterangan dari pihak-pihak terkait. Lebih lanjut dikatakan, pihak-pihak yang selama ini dimintai keterangan, sudah tentu berkaitan dengan kasus Repo. “Yang pasti penyelidikan masih berlanjut. Jadi nanti sama-sama pantau saja perkembangannya,” pungkas dia.

Sementara itu, Manuhutu usai dimintai keterangan jaksa kepada wartawan mengatakan, dirinya dipanggil untuk memberikan keterangan terkait Repo Obligasi. Karena saat transaksi Repo Obligasi maupun Reverse Repo terjadi, dia masuk dalam tim Repo Obligasi. ‘’Kita dibentuk oleh direksi dan tugas saya sendiri sebagai bagian dari tim hanya memenuhi kebutuhan data dan dokumken pendukung,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, ada perbedaan antara Repo Obligasi dan Reverse Repo. Yang mana, Repo Obligasi Bank Maluku mengeluarkan surat hutang dalam bentuk obligasi. Dalam Repo Obligasi, Bank Maluku menerbitkan Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri. “Seri A sebesar Rp 80 miliar, seri B Rp 10 miliar dan seri C Rp 210 miliar. Seri A dan B sudah dilunasi, sementara seri C akan jatuh tempo pada Januari 2017. Sehingga dalam Repo Obligasi tidak ada masalah,” terangnya.

BACA JUGA:  Menanti Niat Baik Jaksa

Sedangkan Reverse Repo, lanjut dia, pihak Bank Maluku membeli surat berharga atau surat obligasi dari perusahan lain. Artinya, Reverse Repo merupakan kebalikan dari Repo Obligasi. Yang menjadi permasalahan yaitu Reverse Repo. Sehingga, yang lebih mengetahui hal itu ialah bagian Devisi Terasuri pada Bank Maluku.

Karena, dirinya tidak termasuk dalam tim Reverse Repo. “Secara operasional yang bertanggungjawab dalam Reverse Repo adalah devisi terasuri sehingga secara teknis, mekanisme dan kenapa sampai terjadi masalah, nantinya devisi terasuri,” tutupnya. (AFI)

Most Popular

To Top