Polisi Mentok Lagi – Ambon Ekspres
Amboina

Polisi Mentok Lagi

AMBON,AE.–– Polisi kembali terhambat dalam pengungkapan kasus penembakan dua warga, Kalvin Aunalat (19), dan Wellem Parihala (17). Kendalanya masih minim saksi yang melihat langsung pelaku penembakan. Ini menambah daftar panjang kasus-kasus penembakan misterius yang tidak berhasil diungkap polisi siapa pelakunya.

Kalvin dan Wellem adalah warga Abubu, Kecamatan Nusalaut. Keduanya ditembak beberapa waktu lalu, Kalvin tewas karena bersarangnya peluruh yang ditembak pelaku dari senjata organik. Sementara Wellem mengalami luka parah dan sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Haulussy.

Meski demikian, Kepolres Pulau Amon dan Pp. Lease, AKBP Harold Wilson Huwae saat dikonfirmasi, memastikan penyelidikan masih terus dilakukan. Sejumlah saksi telah diperiksa, hanya saja belum ada keterangan dari mereka yang bisa memberikan petunjuk bagi polisi siapa pelaku aksi penembakan itu.

”Masih dalam proses. Sejauh ini kan sudah ada 20 orang saksi yang diperiksa. Tetapi belum ada yang mengarah ke siapa pelaku. Intinya, kasus ini masih dalam penindakan kita untuk proses sidik mengungkap yah. Jadi, hasilnya kan kita belum bisa sampaikan.Karena masih dalam proses lidik,” ungkap Huwae kepada koran ini kemarin.

BACA JUGA:  Calwakot Respon Keresahan Warga

Insiden penembakan itu, menyebabkan Kalvin tewas ditempat setelah dua butir peluru caliber 5,56 mm bersarang di perut sebelah kiri, dan bagian dada menembus bagian punggung. Sedangkan, Wellem terkena satu butir peluruh mengena bagiaan lengan kanan atas menembus bagian ketiak. Beruntung nyawanya masih terselamatkan.

Kalvin merupakan salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Ambon, sedangkan Welem merupakan Siswa SMK Perikanan Nusalaut.

Harold yang baru saja menjabat Kapolres Ambon menggantIkan AKBP Komaruz Zaman ini, mengatakan anggotanya masih berada di lokasi kejadian, Nusalaut untuk menyelidiki kasus ini.”Anggota serse kita maupun polsek Nusalaut, dan intel juga masih terus menyelidiki di lapangan guna mencari informasi-informasi soal kasus ini,”jelas Huwae.

Penembakan Kelvin dan Wellem yang dilakukan OTK itu terjadi Senin (16/5) malam sekitar pukul 19:40 Wit. Penembakan itu terjadi di perbatasan Desa Titawai dan Abubu. Sebelum penembakan misterius itu, kedua korban bersama dengan empat orang teman lainnya, menggunakan tiga unit sepada motor saling berboncengan pergi ke Negeri Titawai untuk mencari sinyal Telkomsel. Dua korban saling berboncengan.

BACA JUGA:  Tabrakan Maut Mahasiswa Unpatti Tewas

Dalam perjalanan, teman mereka yang lainnya sudah duluan sampai di ujung Negeri Titawai. Sedangkan keduanya masih berada di tengah perjalanan tepatnya dekat jembatan antar perbatasan Desa Abubu dan Titawai. Setibanya mereka di perbatasan kedua desa ini, mereka melihat ranting kelapa yang melintang di atas jalan raya. Keduanya kemudian memberhentikan kendaraan dan mengangkat ranting kelapa tersebut dari atas jalan.

Disaat korban (Kalvin Aunalat) mengangkat ranting kelapa, dia di tembak dari arah depan. Welem Parihala sempat mendengar satu kali bunyi letusan senjata api. Saat itu Wellem sementara berada di atas sepeda motor. Dia melihat temannya sudah terjatuh bersimbah darah terkena tembakan pelaku misterius.

Tidak hanya sekali pelaku melakukan penembakan. Setelah Kelvin terjatuh pelaku kemudiaan kembali menembak. Setelah itu Wellem tidak lagi melihat temannya itu mengeluarkan suara lagi. Bersamaan, pelaku kemudiaan kembali menembak Wellem sebanyak dua kali.Namun, hanya satu butir peluruh yang mengenai tangan kiri. Saat Wellem sudah terkena tembakan, dia kemudiaan berpura-berpura tewas.

BACA JUGA:  12 Tahun Hidup Sendiri di Hutan

Disaat OTK sudah pergi meningalkan TKP, Wellem pun kemudiaan lari menyelamatkan diri sekitar 100 M dari TKP. Pada saat melarikan diri korban sudah merasa pusing dan berlindung di pohon sagu. Sekitar satu jam bersembunyi. Dia kemudian keluar dari semak-semak dan berjalan menuju ke jalan raya sambil berteriak meminta pertolongan.

Harold, meminta agar warga kooperatif dalam memberikan keterangan.”Masyarakat harus bisa membantu kita dalam mengungkap kasus ini.Kalau memanga informasi yang didapat menyangkut dengan kejadiaan yang terjadi.Berikan keterangan kepada kita sehingga kita bisa telesuri itu.Soal keselamatan saksi pasti kita jamin. Jadi tidak usah ragu meberikan keterangan kepada kita,” tutur Huwae.(ERM)

Most Popular

To Top