Richard Tertarik Tawaran PDIP – Ambon Ekspres
Politik

Richard Tertarik Tawaran PDIP

Tehuayo: Ini Propaganda Politik PDIP

AMBON,AE––Syarat menggandeng kader PDIP untuk jadi bakal calon wakil Walikota guna mendapatkan rekomendasi, akan dipertimbangkan oleh Richard Louhenapessy dan timnya. Pasalnya, Richard sendiri berkeinginan agar bisa bersama dengan PDIP di periode kedua untuk membangun Ambon lebih baik lagi.

Salah satu tim Richard Louhenapessy, Max Pattiapon mengaku, sebenarnya terdapat banyak pertimbangan bagi Richard dan yang menjadi landasan penetapan bakal calon wakil Walikota, selain hasil survei. Hal ini yang membuat Richard belum menentukan pendampingnya.

“Artinya, bagi kami dan pak Ris sendiri, sampai sekarang penetapan wakil Walikota kepada siapa, itu belum dipastikan. Artinya selain pertimbangan survei, ada pertimbangan lain juga oleh pak Ris, ”kata Max ketika dihubungi Ambon Ekspres melalui telepon genggam, Kamis (9/6).

Max tidak menyebut secara detail pertimbangan lain tersebut. Tetapi, menurut dia, salah satu diantaranya adalah peluang yang diberi PDIP dengan syarat menggandeng kader PDIP. Dan, selama belum ada keputusan terakhir soal wawali, syarat itu dapat dimungkinkan.

“Bisa saja PDIP memberi isyarat, mereka beri rekomendasi kepada pak Ris, kemudian pak Ris mengambil wakil dari PDIP, saya kira mungkin saja,”ujarnya.

Kemungkinan lainnya, jangan sampai ada keputusan dari DPP PDIP maupun Golkar soal calon wakil Walikota. Kalaupun benar ada pertimbangan dari DPP Golkar bahwa harus kader PDIP yang menjadi Wawali, maka Richard harus menjalankannya.

“Atau misalnya, ada pertimbangan lain DPP Golkar menghendaki calon wakil Walikota, dan sebagai kader Golkar, pak Ris harus mengikuti apa maunya DPP. Ini pertimbangan-pertimbangan lain selain survei yang harus menjadi bahan pertimbangan pak Ris. Dan saya kira, mungkin saja ada arahan dari DPP PDIP. Ini tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi,”paparnya.

Seperti ditulis Ambon Ekspres, Kamis (9/6), Ketua DPD PDI Perjuangan Edwin Adrian Huwae mengatakan, PDIP bisa mencalonkan Richard Louhenapessy sebagai Walikota Ambon, dengan syarat harus menggandeng kader banteng moncong putih itu. Jika tidak, rekomendasi PDIP kepada Ketua DPD Golkar Kota Ambon itu, tak akan mungkin diberikan.

“Semua itu bisa saja terjadi, rekomendasi PDIP diberikan kepada RL (Richard Louhenapessy). Asalkan RL harus menggandeng kader PDI Perjuangan sebagai wakilnya, dan saya kira tidak masalah. Tetapi kalau gandeng kader lain, ya saya kira untuk rekomendasi sabar dulu,”kata Edwin di kantor DPRD Maluku.

Max mengaku, pihaknya mengapresiasi peryataan Edwin. Sebab, berkoalisi dengan PDIP merupakan harapan dari tim dan Richard sendiri. Koalisi dua partai besar ini dinilai bisa menopang kekuatan politik dalam membangun kota Ambon ke depan.

“Kami tim pak Richard mengapresiasi pernyataan dari ketua DPD PDIP Maluku. Artinya, itu bagian dari harapan kita. Karena bagi pak Ris sendiri, bergandeng dengan PDIP itu adalah sesuatu yang sangat kita harapkan, kita dambakan. Bukan soal PDIPnya.

Tapi, selama ini kan yang kita dapati setiap tahun itu PDIP dan Golkar pasca reformasi dalam event politik, selalu berhadap-hadapan. Kita harap agar tidak terjadi kali ini,”urainya.

Bagaimana dengan tawaran politis dari PDIP?, ia menyatakan, akan menjadi pertimbangan sebelum Richard memutuskan calon wakilnya. Tentu, hasil survei menjadi rujukan.

“Kalaupun karena kita bergabung dan PDIP mewajibkan kadernya jadi calon wakil, kami akan memberikan pertimbangan tertentu. Artinya kalau sampai mereka bilang harus ambil kader PDIP, berarti survei akan menjadi faktor yang dominan. Tinggal PDIP mengajukan wakil-wakil Walikota yang diinginkan, dan kemudian disurvei,”tuturnya.

Dia juga mengaku, komunikasi dengan PDIP, baik di tingkat DPC, DPD dan DPP telah dilakukan. Begitu juga dengan sejumlah partai dimana Richard mendaftar dan berproses untuk mendapat rekomendasi.

Strategi PDIP

Kedekatan Richard dengan PDIP dalam konteks Pilkada Ambon, sudah beberapa terbangun. Mulai dari perpanjangan pendaftaran hingga diberi waktu untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Jakarta.
Pengamat Unpatti lainnya, Johan Tehuayo menilai, pernyaan Edwin Huwae merupakan bagian dari strategi PDIP untuk melemahkan lawan politik. Juga disebut sebagai propaganda politik, sehingga pretensi publik terhadap PDIP sebagai partai yang kuat.

“Pernyataan elit PDIP itu menunjukan bahwa adanya politik kecederungan politik propaganda yang bertujuan untuk mempengaruhi presepai publik dan para figur untuk menjadikan PDIP sebagai parpol yang memiliki kekuatan dominan dalam menghadapi Pilwalkot. Ini juga salah satu strategi PDIP untuk melemahkan lawan politik pertunjukan politik Pilwalkot,”kata Tehuayo.

Kemungkinan lain dari pernyataan Edwin tersebut adalah membangun opini publik bahwa sedang dilakukan model koalisi alternatif Golkar-PDIP. Tetapi, dukungan struktur PDIP di tingkat kecamatan desa, lebih besar kepada Poly dan Sam.

Sehingga, lanjut Tehuayo, kecil kemungkinan PDIP akan mengusung Richard. Pasalnya, secara simbolik Poly Kastanya, calon Walikota Ambon yang berpasangan dengan Sam Latuconsina telah menjadi anggota PDIP.

Apalagi, Poly diapresiasi dan didukung oleh akar rumput partai, yakni dari PAC Siorimau, Baguala, Nusaniwe da Teluk Ambon. JUga dari elit PDIP seperti Evert Kermite, tentu membuka peluang besar bagi kadis sosial Provinsi Maluku itu.

“Hal ini menjukkan bahwa sikap politik PDIP akan maksimal memperjuangkan Poly dan Sam untuk bertarung dengan Richard yang kemungkinan berpasangan dengan Lutfi Sanaky,”paparnya.

Dia juga memprediksi koalisi partai politik yang kemungkinan besar terjadi di Pilwalkot, yakni Nasdem, Golkar, Gerindra, PKS, PAN dan PBB untuk Richard dan Lutfi. Sementara koalisi Demokrat, PPP, PDIP, PKB kemungkinan ke Poly dan Sam.(TAB)

Most Popular

To Top