Aliran Dana Mark Up Masih Misteri – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Aliran Dana Mark Up Masih Misteri

AMBON,AE––Teka-Teki terkait aliran dana Rp.7,6 Miliar masih msiterius. Upaya jaksa untuk mengungkap kemana aliran dana mark up pembelian gedung di Surabaya, hingga kini masih terkendala.

Tersangka, Hentje Abraham Toisuta yang diduga sangat mengetahui kemana aliran dana itu, Rabu kemarin, batal diperiksa. Padahal, agenda itu sudah disusun sejak minggu lalu. Alasannya, tersangka sakit sehingga tidak dapat dikeluarkan dari Rutan untuk diperiksa. Alhasil, jaksa harus menyusun ulang agenda pemeriksaan.

“Hari ini tersangkanya (Hentje Toisuta) sakit. Sehingga pemeriksaan akan disusun lagi oleh tim penyidik, “ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette.

Dijelaskan, penyidik tidak dapat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka maupun saksi yang sementara dalam kondisi tidak prima alias sakit. Karena menurutnya hal itu melanggar aturan dan HAM.

“Aturannya tersangka diperiksa dalam keadaan sehat. Sakit sedikit saja, yah perlu dipertimbangkan, “terangnya.
Kepala Seksi Penyidikan ( Kasidik) Ledrik Takandengan ketika dikonfirmasi soal rencana pemeriksaan terhadap Toisuta, mengakui, penyidik akan menyusun kembali jadwal pemeriksaan. Nantinya, akan disesuaikan dengan kondisi tersangka. “Kita tunggu sampai tersangka sehat baru kita periksa, “jelasnya.

BACA JUGA:  Pengamat: Romang Harus Melawan

Sementara itu, sumber koran ini menyebutkan, pemeriksaan terhadap Toisuta bertujuan untuk mengejar aliran dana yang diduga merupakan mark up dari kegiatan pembelian lahan dan gedung di Surabaya.
“Yang pasti penyidik fokus untuk kemana aliran dana itu. Tetapi kalau dia bungkam, yah tidak masalah juga. toh, tidak lama lagi kasus ini akan bergulir di Pengadilan. Semuanya sudah terbukti. Yang belum hanya aliran dana saja, “jelas sumber.

Sebagaimana dikutip dari pemberitaan koran ini sebelumnya, dari pemeriksaan pihak OJK, terungkap jika proses pembelian lahan dan gedung di Surabaya oleh Bank Maluku, telah melanggar Rencana Bisnis Bank (RBB). Karena yang disetujui oleh OJk yaitu rencana pembukaan kantor cabang di Surabaya, dengan nilai anggaran Rp.500 juta.

Anehnya, dalam pelaksanaan ternyata rencana pembukaan kantor cabang itu diubah menjadi pembelian aset dengan harga yang fantastis, Rp.54 Miliar.

Rp.54 Miliar itu, disetorkan langsung ke rekening Sunarko yang hanya seorang supir dan penjaga gedung. Setelah masuk ke rekening Sunarko, kemudian ditransfer lagi ke rekening Toisuta, hanya dalam waktu satu jam lebih.

BACA JUGA:  Wirausaha Kreatif Memperkuat Ekonomi

Dalam kasus ini, Jaksa telah menjerat Direktur Utama (Dirut) Idris Rolobessy sebagai tersangka, beserta bawahannya, Pedro Ridolf Tentua. Hentje Toisuta merupakan tersangka tambahan, dengan sangkaan melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.(AFI)

Most Popular

To Top