Polisi Tutup Kasus Da Costa – Ambon Ekspres
Amboina

Polisi Tutup Kasus Da Costa

AMBON,AE.––Kinerja aparat penegak hukum di Polda Maluku yang menangani kasus dugaan pemalsuan data diri milik Direktur Pemasaran Bank Maluku-Malut, Aletha Da Costa kembali mendapat sorotan miring. Polisi dinilai mendiamkan kasus yang telah dilaporkan pada awal Oktober 2015 lalu itu.

Kasus itu dilaporkan Serikat Pekerja Bank Maluku di Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku pada, 7 Oktober 2015 lalu . Laporan resmi ini diterima dengan No : LP-B//X/2015/SPKT Polda Maluku dan tanda bukti lapor nomor : TBL :/311/X/2015/SPKT.

Isi laporan tersebut tentang dugaan pemalsuan data diri milik Alteha Da Costa dalam sejumlah dokumen penting. Ini diduga dilakukan untuk kepentingan menduduki jabatan penting di Bank Maluku. Aletha yang diketahui sudah harus pensiun pada Agustus 2013, tapi masih aktif. Bahkan menjadi anggota direksi di bank plat merah itu. Ini diduga lantaran data diri berupa tahun dan tanggalnya lahirnya di beberapa dokumen penting, diubah.

Tanggal, bulan dan tahun kelahiran terlapor dalam beberapa data diketahui berbeda sehingga diduga itu merupakan hasil dari praktik pemalsuan data atau dokumen untuk kepentingtan tertentu. Itu bisa dilihat pada data register SMA Negeri 2 yang menjadi sekolah terlapor dulu. Disitu tercatat, terlapor lahir pada 1 April 1959.

BACA JUGA:  Saksi Ahli Untuk Jerat Remond

Data itu berbeda dengan yang tercantum dalam Kartu Keluarga milik keluarga terlapor, dimana terlapor lahir pada 1 April 1960. Lain lagi yang tercantum dalam data laporan keuangan Bank Maluku. Di situ tertera bahwa mantan kepala divisi kredit Bank Maluku ini lahir pada 24 Juli 1959. Hal inilah yang juga diduga membuat terlapor dapat lolos dan terpilih sebagai Direktur Pemasaran Bank Maluku pada 24 April 2015.

Berdasarkan data yang ada di Bank Maluku, seharusnya terlapor telah pensiun pada 10 Agustus 2013. Tapi, dengan tindakannya yang diduga memalsukan atau memasukan keterangan palsu di dalam data pegawai tetap Bank Maluku dan daftar waktu pensiun pegawai PT. Bank Maluku terbaru sehingga terlapor dapat tetap menjadi PT Bank Maluku bahkan menjadi salah seorang anggota direksi.

Hanya saja, sejak menerima laporan kasus tersebut, Polisi terkesan lamban dalam bekerja. Kendati sudah ada sejumlah bukti kuat, berupa dokumen yang didalamnya terdapat perbedaan tanggal dan tahun kelahiran Alteha Da Costa.

BACA JUGA:  Jaksa Cium Dana Masuk DPRD

“Polisi sampaikan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) ke kami bahwa belum temukan bukti-bukti yang kuat. Ini, kan aneh. Sudah ada dokumen penting, dokumen asli tapi dibilang belum ada bukti kuat. Kami melihat polisi tidak berkinerja baik dalam mengusut kasus iini,” kata kuasa hukum Serikat Pekerja Bank Maluku, Mourits Latumeten, Rabu (15/6).

Pihaknya berharap, Polisi tidak mempertahakan kinerja seperti itu. Harus bergerak lebih cepat agar kasus itu tuntas. Sehingga tidak menimbulkan spekulasi lain tentang penegakkan hukum oleh para anak buah Brigjen Ilham Salahuddin itu.”Kalau belum juga, kami akan laporkan lagi kinerja mereka ke atas, ke pimpinan mereka, termasuk kepada Kompolnas,” ancam Latumeten.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal umum Polda Maluku, Ajung komisaris Besar Polisi Gupuh Setiyono menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya sejak menerima laporan tersebut, hingga saat ini tidak ditemukan ada unsur pelanggaran maupun dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.

“Dari hasil penyelidikan kini selama ini hingga dikeluarkannya SP2HP aduannya, bahwasanya tidak ditemukan adanya bukti pemalsuan sebagaimana yang dilaporkan , dan SP2HP itu sudah diterima oleh saudara Dos Kailola,”kata Gupuh, ketika dikonfirmasi siang kemarin.

BACA JUGA:  Jaksa Usut Dana Bencana Ambalauw

Menurut perwira menengah polda Maluku itu, tidak ditemukan adanya indikasi pemalsuan maupun bukti pelanggaran dugaan tindak pidana itu, setalah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk pihak terlapor maupun yang dilaporkan.

“Dos Kailola sudah kami periksa karena dia pelapornya, kemudian Alteha Da Costa juga sudah diperiksa dan diinterogasi sejak waktu itu kasusnya masih dalam penyelidikan. Da Costa sudah diperiksa sekitar November 2015. Da Costa diperiksa dan diinterogasi waktu itu sebagai saksi sekaligus yang dilaporkan,”jelasnya.

Mantan wadir Reskrimsus Polda Jawa Barat ini mengaku, setelah melalui proses yang panjang hingga gelar perkara yang melibatkan satuan terkait maka kesimpulannya dalam kasus tersebut, tidak menemukan adanya unsur pidana sebagaimana yang dilaporkan.

“Kita gelar perkara dengan melibatkan Bidang Propam, kemudian Irwasda dan hasilnya memang tidak kita temukan, maka kemudian kita terbitkan SP2HP itu, karena tidak menemukan unsur pidana dalam kasus itu. Kita mau gimana lagi kalau pidana atau pemalsuannya tidak kami temukan,”kunci pria dengan dua melati dipundaknya itu.(MAN/AHA)

Most Popular

To Top