Ramli Tanpa Lawan Kuat – Ambon Ekspres
Politik

Ramli Tanpa Lawan Kuat

AMBON, AE—Sejumlah figur calon Bupati kabupaten Buru 2017 mulai menunjukkan diri untuk bertarung. Namun, mereka dinilai belum bisa manyaingi kekuatan calon petahana, Ramli Umasugi yang memiliki kekuatan politik dan sosial yang masih cukup kuat.

Diantara sejumlah calon tersebut, ada Aziz Hentihu, anggota DPRD kabupaten Buru dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Satrio Bagus, mantan wakil Bupati Buru Bakri Lumbessy, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga anggota DPRD Maluku Ikram Umasugi. Figur-figur ini telah berproses di partai politik untuk mendapatkan rekomendasi.

Pengamat politik Universitas Darussalam Ambon, Ali Roho Talaohu mengatakan, belum ada lawan-lawan yang cukup tangguh untuk bisa menyangi popularitas Ramli. Menurut dia, kekuatan Ramli masih cukup kuat. Apalagi posisinya sebagai petahana atau incumbent.

“Sampai saat ini belum ada lawan yang cukup tangguh dalam menghadapi kekuatan pak Ramli. Baik dari indikator elektabilitas maupun politis. Ramli masih cukup kuat, dalam posoisinya sebagai incumbent,”kata Ali kepada Ambon Ekspres, Rabu (16/6).

Dari sisi politik, lanjut Ali, Ramli menjabat ketua DPD Partai Golkar Buru yang telah menghasilkan 11 kursi DPRD Buru. Kekuasaan eksekutif, juga masih dalam genggaman Ramli.

Tak hanya itu, sepanjang lima tahun memimpin Buru, lanjut Ali, tentu Ramli telah membangun pencitraan di tengah masyarakat dengan program sosial dan pembangunan yang selama ini dilakukan.

“Fakta inilah yang menurut saya, menguntungkan Ramli. Hampir semua indikator, dia miliki. Sehingga, saya kira cukup sulit menandingi Ramli. Kecuali, jika semua kandidat lainnya berkoalisi, menyatukan kekuatan masing-masing untuk mendorong satu pasangan calon,”jelasnya.

Kemungkinan itu, kata Ali, masih sangat mungkin terjadi dalam kurun sekitar tiga bulan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum dan delapan bulan menuju hari H pemungutan dan penghitungan suara Pilkada. Dua katub politik yang dianggap berpengaruh dan kuat jika bersatu, adalah dari Aziz Hentihu dan Husni.

“Ini kan Politik. Jadi bisa berubah setiap saat. Kan ada wacana soal adanya koalisi yang dibangun antara kekuatan mantan bupati Buru Husni Hentihu, dengan Aziz Hentihu, maka bisa menjadi kekutan penyeimbang bagi Ramli, ”ungkapnya.

Aziz bisa memaksimal kekuatan sosial dan adat. Sedangkan, menghimpun kekuatan politiknya yang diketahui pada Pilkada 2011, diberikan kepada Ramli Umasugi.

Bagaimana dengan Bakri Lumbessy? menurut Ali, tidak terlalu signifikan. Sebab, Bakri hanya berangkat dengan modal ketokohan, yakni sebagai birokrat yang cukup dikenal di lingkup pemerintahan dan masyarakat umum.

Tetapi, tidak punya basis yang kuat dan rill, laiknya Jusuf Latuconsina di Maluku Tengah yang juga adalah seorang pensiunan birokrat. Kecuali, Bakri menggandeng figur wakil yang memiliki politik signifikan di Buru.
Pengamat politik Universitas Pattimura, Johan Tehuayo menilai, Ramli masih sangat kuat. Selain faktor figuritas yang menonjol di kabupaten Buru, juga pengaruh Golkar.

Hal ini, dapat dilihat dari capaian politik Golkar yang telah lama menguasai parlemen dan eksekutif Buru selama 3 periode. Husni Hentihu sebanyak dua periode menjadi bupati dan saat itu Ramli memimpin DPRD.

Periode ketiga masih dikuasai oleh Golkar melalui Ramli. Hal ini menunjukan bahwa, secara figuritas dan kekuatan politik formal melalui parpol, sudah sangat mengakar pada seluruh struktur masyarakat. Baik terkait dengan struktur masyarakat adat maupun pendatang etnis Jawa, Bugis, Sumatera dan lain-lain.

“Sehingga pengaruh dari kedua faktor ini (Ramli dan Husni) masih sangat kuat dalam mempengaruhi presepsi dan prilaku politik masyarakat Buru dalam menentukan pilihan politik mereka,”papar dia.

Sementara Aziz, menurut alumi magister ilmu politik Universitas Gadjah Madah (UGM) itu, merupakan anggota DPRD Buru dan juga anak adat, memang punya pengaruh. Tetapi, tidak sesignifikan Ramli. Karena, hasil Pilkada Buru Selatan telah menunjukan sikap politik yang didasarkan pada faktor primordialisme etnis, kurang mempengaruhi presepsi dan sikap politik masyarakat.

Sedangkan, Sudarmo kata dia, dari PKS memang secara figur memiliki pengaruh, tetapi khusus di kalangan etnis Jawa. Namun kalau wakil incumbent yang berasal dari etnis Jawa dipertahankan oleh Ramli, maka kemungkinan terjadi fragmentasi dukungan di kalangan etnis Jawa.(TAB)

Most Popular

To Top