Romelus Bela Diri – Ambon Ekspres
Amboina

Romelus Bela Diri

AMBON, AE.–– Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Rumelus Far-Far, melalui Kabag Humas Setda Maluku, Boby Kin Palapia membantah informasi bahwa dirinya menganiaya salah satu pengusaha di kawasan pasar Hegenis, Jalan Sultan Hasanudin, Tantui beberapa waktu lalu. Namun, dia siap mengikuti proses hukum di Polda Maluku.

Kepada Ambon Ekspres, Bobby Palapia mengatakan, sebelumnya, pemerintah pusat menilai pasar Higenis tersebut tidak dikelola sebagaimana peruntukkannya. Mestinya, gedung itu berfungsi untuk menampung hasil olahan perikanan. Namun dijadikan sebagai tempat penyimpanan dan penjualan sayur-sayuran, bahkan bahan-bahan non makanan berupa hasil kerajinan.

Kementerian Keluatan dan Perikanan, melalui Direktorat Penguatan Daya Saing mengeluarkan surat dengan nomor : 4300/PDSPKP/IX/2015, perihal penataan sarana dan prasarana pengembangan produk non konsumsi. Surati bertanggal 7 September 2015 ini ditujukkan kepada kepala dinas DKP Maluku dan kepala DKP Kota Ambon.

Inti surat tersebut, lanjut Palapia bahwa Direktorat Pengembangan Produk Non Konsumsi telah menyampaikan surat nomor : 2246/P2HP. 2/PS.200/IV/ 2015 tanggal 21 April 20105 tentang pemanfaatan sarana pengembangan produk non konsumsi dan meminta tanggapan maupun rencana aksi pemerintah daerah terkait pemanfaatan sarana dan prasarana itu.

Namun, hingga pada waktu yang ditentukan, tidak ada tanggapan maupun rencana aksi Pemprov dan Pemkot terkait pemanfaatan saran dan prasana pusat promosi dan pemasaran produk non konsumsi yang dibangun dengan dana perbantuan (APBN) tahun 2013 itu.

Pemerintah pusat lalu meminta pemerintah provinsi Maluku untuk berkoordinasi dengan pemerintah kota Ambon, guna mengevaluasi penggunaan pasar higenis tersebut, agar dimanfaatkan sesuai fungsinya. Namun, sebelum koordinasi dilakukan, Pemkot telah membuat kontrak dengan pengusaha tersebut.

“Hasil audit Inspektorat KKP diketahui bahwa dari 9 kios, hanya dua kios yang digunakan. Sisanya belum dimanfaatkan. Di sana juga kan ada yang jual kerajian, ada yang simpan sayur. Itu tidak sesuai dengan peruntukan gedung itu. dan itu yang ingin disampaikan oleh kepala dinas DKP Maluku kepada pengusaha itu,” jelas Palapia.

Hanya saja, lanjut Palapia, Andi Muhammad Faizal Adri, pengusaha ini bersikeras karena berpegang pada kontrak yang dilakukan dengan pemerintah kota Ambon, Kadis DKP Maluku kemudian mencoba menarik pengusaha itu lebih dekat, agar mendengar apa yang ingin dijelaskan oleh Kadis tentang masalah itu.

“Jadi tidak ada penganiayaan. Tapi karena sudah dilaporkan ke Polda, ya silakan. Nanti diikuti saja prosesnya,” tandas Palapia.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal umum Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Gupuh Setiyono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap motif utama dibalik dugaan penganiyaan yang dilaporkan Andi Muhammad Faizal Adri itu.

“Setelah laporan yang kita terima dari korban Andi, atas dugaan tindakan penganiyaan yang dilakukan oleh Pak Romelus Far Far, hingga kini kita masih terus melakukan penyelidikan. Sajauh ini sudah ada saksi yang kita periksa yakni saksi korban dan satu saksi lainnya,”jelas Gupuh, kepada Ambon Ekspres Rabu kemarin.

Menurut mantan Wadir Reskrimsus Polda Jawa Barat ini,dalam minggu ini pihaknya berencana akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu, barulah pemeriksaan terhadap terduga pelaku, yang tidak lain merupakan kepala Dinas tersebut.

“Nanti dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi baru kita periksa yang bersangkutan (Romelus red). Untuk sementara ini kita (Penyidik red), masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dulu. yang yang kita periksa nantinya sekitar empat orang, dan itu dilakukan dalam pekan ini,”kata dia.

Disinggung soal apakah Far Far bakal ditahan jika sudah diperiksa, dia mengaku hal tersebut belum bisa dipastikan, tergantung hasil penyelidikan yang sementara berjalan.

“Bagaimana mungkin orangnya kita tahan, belum juga diperiksa. Belum juga kita tetapkan sebagai tersangka, kita akan periksa, kemudian akan kita tetapkan sebagai tersangka, setelah saksi-saksi sudah kita periksa. Untuk penahanan sendiri tergantung hasil pemeriksaan sendiri termasuk terbukti atau tidak.

Kalaupun terbukti apakah langsung kita tahan atau tidak semuanya nanti kita lihat sesuai hasil pemeriksaan nanti, jika tidak ada halangan Insha Allah, akan kita panggil yang bersangkutan (Far Far), untuk diperiksa pekan depan,” terangnya.

Terpisah, Bangsa Adit Sella fungsionaris HMI Cabang Ambon meminta Gubernur Maluku Said Assagaff, untuk mengevaluasi kinerja Romelus Far Far. Pasalnya tindakan Far Far, tidak mencontohkan dirinya sebagai seorang pejabat negara.

“Pak Gub, sebenarnya tidak boleh membiarkan kasus ini terus berlarut-larut, artinya pak Gub segera panggil yang bersangkutan kemudian evaluasi tindakannya itu. Atau bila perlu ganti saja, karena tindakannya itu dapat merusak dirinya maupun birokrasi dibawa kepemimpinan pak Gub dan pak wagub saat ini, “timpalnya.(MAN/AHA)

Most Popular

To Top