Golkar Maluku Tetap Usulkan Hamid – Ambon Ekspres
Politik

Golkar Maluku Tetap Usulkan Hamid

Sebagai Calon Wawali Tual 

AMBON,AE.—Penolakan resmi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Tual terhadap Hamid Rahayaan, rupanya tak digubris DPD Golkar Maluku. Rahayaan tetap diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai salah satu dari lima calon wakil Walikota Tual.

Wakil sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Piet Manuputty yang dihubungi Ambon Ekspres lewat telepon genggam, Jumat (17/6) mengatakan, Hamid Rahayaan tetap diusulkan karena telah disepakati sebelumnya dalam rapat Pleno DPD Golkar Maluku, 9 Mei lalu. Dipilih atau tidak dipilih sebagai Wawali, kata dia, menjadi kewenangan DPP.

“Jadi, DPD tetap usul Hamid, karena itu sudah diputuskan juga dalam rapat pleno DPD. Jadi, mau tidak mau DPD harus menyertakan nama itu. Soal nanti DPP memutuskan dia atau tidak, itu soal lain,”kata Manuputty.
Bagaimana jika Rahayaan yang dipilih? menurut Piet, sah-sah saja karena Rahayaan juga kader partai Golkar.

Tetapi, ia mafhum, DPP memiliki indikator dan kriteria dalam menentukan kepala daerah atau wakil kepala daerah.
“O, iya, dia juga kader. Cuman kan DPP punya kriteria-kriteria penilaian. Tidak gampang menciderai Marwah partai. Tidak mungkin,”tambahnya.

Untuk diketahui, Walikota Tual periode 2013-2016 dijabat kader Golkar M.M Tamher. Namun, awal April 2016 lalu, Tamher meninggal akibat sakit. Wakilnya, Adam Rahayaan diangkat dan dilantik sebagai Walikota menggantikan Tamher.

Pengangkatan dan pelantikan Rahayaan berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 131.81. dan nomor 47.42 tahun 2016, tentang pengangkatan Walikota Tual dan memberhentikan wakil Walikota Tual. Keputusan ini bersandar pada Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada dan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Secara otomatis, kursi Wawali Tual kosong untuk sementara waktu. Sebagai partai pengusung, Golkar berhak mengusulkan kadernya sebagai Wakil Walikota Tual.

Olehnya itu, pada 29 Mei, DPD Golkar Kota Tual menggelar Rapat Pleno pengurus harian untuk menetapkan empat nama. Mereka adalah Fadilah Renwarin (Sekretaris DPD Golkar dan Ketua DPRD Kota Tual) mendapatkan 26 suara, Busury Renwarin (anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Tual) 26 suara, R.M Waremra (Ketua Fraksi Golkar Kota Tual dan mantan Ketua DPRD Tual periode 2009-2014) 22 suara dan Zein Rumles (mantan anggota DPRD Kota Tual dan Direktur PD. Maren Tual) 6 suara.

Sementara itu, usulan DPD Golkar Maluku, yakni Hamid Rahayaan ditolak oleh pengurus DPD Golkar Kota Tual dalam rapat tersebut. Fredy Rahabkbauw, Pelaksana Tugas (Plt) ketua DPD Golkar Tual, 31 Mei lalu mengatakan, ada dua alasan penolakan tersebut, yakni Hamid dinilai tidak menetap di Kota Tual dan tidak berpartisipasi bagi Golkar Tual dalam momentum politik.

“Dengan segala alasan, mereka menolak. Alasan mereka, bahwa saudara Hamid Rahayan tidak pernah menetap di Tual dan tidak pernah bekerja untuk Partai Golkar di Kota Tual dalam proses-proses politik,” kata Fredy kala itu.

Namun, Golkar Maluku tetap memasukan Rahayaan dalam daftar calon wakil Walikota Tual. Senin (13/6) pekan laku, ketua DPD Partai Golkar Maluku, Zeth Sahuburua secara resmi telah menyerahkannya ke DPP. “Pak ketua DPD Provinsi yang membawa sendiri nama-nama itu dan beliau sudah kembali ke Ambon,”akui Manuputty.

Siapa-siapa yang dipilih oleh DPP? ia mengaku tidak tahu. Tetapi yang jelas, DPP akan menetapkan dua calon yang akan diusulkan DPRD Kota Tual untuk dipilih. Nanti DPP memutuskan dua nama yang akan diusulkan ke DPRD Koita Tual untuk dilakukan pemilihan. Siapa yang terpilih, dialah yang akan dilantik sebagai wakil Walikota Tual,”tukas Manuputty.(TAB)

Most Popular

To Top