Maling Sasar Rumah Dinas Ketua Sinode – Ambon Ekspres
Metro Manise

Maling Sasar Rumah Dinas Ketua Sinode

AMBON, AE— Aksi kejahatan pencurian masih terus terjadi. Kali ini justru giliran rumah dinas Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pendeta Ates Werinussa yang menjadi korban. Berdasarkan informasi di Mapolres Ambon, rumah dinas yang ditempati Pendeta Werenussa di Jalan Tulukabessy dibobol maling pada Kamis (16/6) dini hari.

Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu menyantroni rumah diperkirakan saat korban sedang tertidur lelap. Pasalnya, dia baru mengetahui kalau ada pencuriaan dalam rumah tersebut ketika terbangun sekitar pukul 02.00 WIT.

Pendeta Werenussa sempat terkejut saat melihat dua unit TV di dalam rumah itu sudah tidak ada lagi ditempatnya. Selanjutnya, dia kemudian menghubungi salah satu anggota polisi Kompol Lorens Werluka meminta bantuan ke rumahnya. Setelah dipastikan terjadi pencurian, kasus ini kemudian dilaporkan ke kantor polisi oleh Kompol Lorens.

Beberapa saat setelah ada laporan, anggota Polres Ambon langsung meninjau lokasi kejadian guna melakukan olah TKP. Namun siapa pelakunya, hingga kini belum diketahui. Kasus ini sementara dalam penyelidikan.

KBO Satreskrim Polres Ambon, Iptu Izaak Salamor membenarkan kejadiaan itu. Namun, belum diketahui siapa pelakunya. Kasus ini masih terus diselidiki. ”Sudah ada laporannya. Cuman siapa pelaku belum diketahui.

Kalau barang yang dibawah kabur maling itu ada 2 unit TV. Kasus ini sementara dalam penyelidikan. Kalau sudah ada perkembangan nanti kita sampaikan lagi,” ungkap Salamor.

SEDANG TARAWIH
Sementara itu, ditempat terpisah, Erni Laitupa, warga yang bermukim dikawasan Kampung Kisar Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau ketiban sial. Rumahnya kemasukan maling. Akibat dari kejadian, maling berhasil membawa kabur uang jutaan rupiah dan sejumlah alat elektronik. Dia sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisiaan.

Berdasarkan informasi di Polres Ambon, pelaku menyantroni rumah korban saat dirinya tidak berada di rumah. Kasus ini terjadi pada Kamis (16/6) malam. Saat itu korban sementara melaksanakan sholat taraweh di Waihaong. Setelah, pulang sholat sekitar pukul 23.00 WIT, dia sempat terkejut saat melihat kondisi rumah sudah berentakan.

Korban kemudiaan bergegas melihat isi rumahnya. Ternyata uang Rp 5,8 juta, telepon genggam dan laptop yang disimpan dalam sbuah lemari sudah dibawah kabur. Pasca kejadiaan, Erni tidak langsung melaporkan ke polisi. Sehari setelah kejadiaan barulah dia melaporkan perbuatan pelaku yang belum diketahui identitasnya ini ke Polres Ambon.

Paur Humas Polres Ambon, Ipda Semy Leimena membenarkan kejadiaan yang menimpa korban. ”Kasus ini baru dilaporkan tadi (kemarin, red). Saat kejadian korban sementara sholat taraweh di Waihaong. Kondisi rumah kosong. Nah, setelah kembali ternyata rumah sudah berantakan. Dia cek ternyata ada uang dan sejumlah barang hilang,” ungkap Leimena, Jumat (17/6).

Menurut Leimena, kasus ini sementara sudah dalam penangan. Namun belum diketahui siapa otak dibalik aksi pencuriaan itu. ”Kasus ini sementara dalam penyelidikan. Untuk pelaku, juga belum diketahui. Sementara dalam penyelidikan kita berdasarkan keterangan yang sudah kita kantongi berdasarkan keterangan korban saat melaporkan kasus ini,” cetus Leimena. (ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!