Ancaman Sanksi Buat Bahari Line – Ambon Ekspres
Amboina

Ancaman Sanksi Buat Bahari Line

AMBON,AE.–– PT. Pertamina (Persero) cabang Ambon belum mau memberikan penjelasan tentang hasil penelusuran atas dugaan praktek illegal Oil di dalam Teluk Ambon, Kamis (9/6) dan Jumat (10/6) pekan lalu oleh Kapal MT Petro Ocean XX milik PT Bahari Line yang dilaporkan ‘mengincingi’ Kapal Nordek Bahari, sebuah kapal penilitian milik LIPI. Bila ditemukan pelanggaran, PT. Pertamina akan menjatuhkan sanksi, bahkan sampai sanksi putus hubungan usaha (PHU).

Area Manager Communication dan Relation Pertamina Maluku Papua, Taufickurahman menjelaskan, PT. Bahari Line memang merupakan salah satu agen BBM industri Pertamina sesuai kontrak perjanjian agen bahan bakar minyak antara PT. Pertamina dengan PT. Bahan Line nomor 048/F10200/2015-S3.

Agen BBM industri Pertamina merupakan agen penebusan atau pembelian BBM ke pertamina yang dibeli dan dijual kembali sesuai harga mekanisme pasar. Sedangkan dalam hal suplai dan distribusi, agen BBM industri Pertamina dapat melakukan penebusan atau pembelian BBM di seluruh Terminal BBM di seluruh wilayah Indonesia, guna membantu memasarkan BBM Industri Pertamina.

“ PT Pertamina Marketing Operation Region VIII Maluku Papua selalu mencermati seluruh operasional agen-agen BBM indutri dalam rangka operasionalnya sesuai kontrak perjanjian yang telah disepakati. Dan apabila ada agenda indutri Pertamina yang tidak menjalankan operasionalnya sesuai kontrak maka PT. Pertamina akan memberikan sanksi, hingga sanksi putus hubungan usaha,” jelasnya dalam rilis yang diterima Ambon Ekspres dari Kepala PT. Pertamina Cabang Ambon, Tiara Thesaufi , Senin (20/6).

Kendati begitu, dirinya tidak menjelaskan tentang perkembangan penelusuran terhadap masalah tersebut, seperti disampaikan oleh Sales Excecutive Industry dan Marine Maluku PT. Pertamina (Persero) Kantor Pemasaran Cabang Ambon, Luthfirrahman Abdullah, beberapa hari lalu.

“Saya sementara menyusun konsep untuk klarifikasi ke Bahana Line, supaya bisa tahu pengambilan di depot mana, berapa KL serta dokumen-dokumen mulai dari procesing order sampai dengan adanya Delivery Order yang diakui sudah diterima pihak KSOP Ambon,” ujar Luthfirrahman Abdullah.

Kepala PT. Pertamina Cabang Ambon, Tiara Thesaufi pun belum mau buka mulut tentang perkembangan pengusutan masalah tersebut. Kata dia, kewenanangan untuk menyampaikan penjelasan perisahal masalah seperti dugaan prkatik penjualan minyak secara ilegal tersebut ada di Area Manager Communication dan Relation Pertamina Maluku Papua.

Sehingga, lanjut Tiara yang baru ditugaskan sebagai kepala PT Pertamina cabang Ambon itu, hingga kemarin belum mendapat penjelasan resmi dari Area Manager Communication dan Relation Pertamina Maluku Papua.
“Saya beru masuk kantor. Nanti kalau ada hal –hal yang ingin ditanyakan, akan disampaikan ke sana. Hanya perlu saya sampaikan bahwa yang berwenang mengeluarkan pernyataan-pernyataan seperti ini adalah Relations dan GM,” katanya, Senin (20/6).

Sementara, Sales Excecutive Industry dan Marine Maluku PT. Pertamina (Persero) Kantor Pemasaran Cabang Ambon, Luthfirrahman Abdullah yang dihubungi kembali untuk dikonfirmasi lebih lanjut, tidak memberikan penjelasan hingga berita ini naik cetak. (MAN)

Most Popular

To Top