Proyek Air Bersih, Tak Berair – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Proyek Air Bersih, Tak Berair

MASOHI, AE.–– Kejaksaan Negeri Masohi diminta  mengusut proyek penyediaan air bersih bagi masyarakat  di kawasan SP II Wailulu, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Proyek yang didanai melalui APBD kabupaten Maluku Tengah tahun 2015 ini diduga bermasalah. Jaksa didesak mengusut dugaan penyalahgunaan anggaran proyek itu.

Proyek yang bersumber dari dana milik Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Maluku Tengah ini, sedianya bertujuan untuk menjamin kebutuhan masyarakat setempat akan air bersih, namun sama sekali tidak dapat dimanfaatkan, Karen tidak ada air.

Bak penampung yang seharusnya menampung air  untuk disalurkan kepada warga tidak pernah terisi air. Disinyalir, pengeboran yang dilakukan tidak memperoleh air.

“Ini menyangkut kebutuhan masyarakat karena itu bila proyek yang dikerjakan tidak dirasakan manfaatnya, diharapkan penegak hukum yakni Kejaksaan Negeri Masohi turun tangan mengusut dugaan penyelewenagan anggaran dalam proyek ini,”  desak Aji, tokoh masyarakat Wailulu ini.

Diketahui, proyek itu ditangani oleh salah satu kontraktor di Maluku Tengah, Salmon Pontoh. Kejari Masohi dimintai ketegasan untuk mengusut dugaan penyelewengan keuangan negara dalam proyek tersebut.“Kalau sudah seperti ini, harus diusut agar masyarakat tidak selalu jadi korban dari pekerjaan proyek amburadul,” harapnya.

Anggota DPRD Maluku Tengah La Taslim menyebut, hingga saat ini tidak ada perbaikan proyek tersebut. Bahkan, sejak kasus ini dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan yang mengalokasi anggaran untuk proyek ini, pun tidak diperbaiki.

Sampai sekarang, kata dia, pekerjaan proyeknya hanya seperti itu. Tidak ada perbaikan sama sekali. Masyarakat tetap mengeluh karena air tidak mengalir dari proyek yang dikerjakan Salmon Pontoh itu.

“Jauh-jauh hari kondisi sudah kita suarakan ke dinas terkait namun tidak ada perbaikan hingga saat ini. di DPR, persoalan ini juga sudah kita sikapi di DPR tapi tidak direspon positif. besar kemungkinan ini karena kontraktor (Salmon Pontoh ) merasa dekat penguasa,” tegas anggota DPR dari Partai Amanat Nasional ini, Rabu (22/6).

Pentingnya proyek ini diusut oleh jaksa, menurut La Taslim, tidak semata karena ada indikasi korupsi. Namun karena tidak tanggapnya pemerintah menyediakan kebutuhan air bersih bagi masayarakat.

“Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat  setempat harus menggali sumur di pinggir sungai, ditapis baru diminum. Tapi saat musim hujan sumur yang digali tidak bisa difungsikan sama sekali seperti saat ini. Proyek seharusnya bisa menjawab persoalan masyarakat tapi ternyata tidak,” katanya. (MYX)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!