Gerindra Bisa Tinggalkan Richard – Ambon Ekspres
Politik

Gerindra Bisa Tinggalkan Richard

Lutfi Tetap Optimis Digaet Richard

AMBON, AE—Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Maluku dan Kota Ambon masih tetap pada komitmen politik awal menyodorkan kadernya berpasangan dengan Richard Louhenapessy. Tetapi, Gerindra akan mengalihkan dukungan kepada pasangan calon lain, apabila Richard tidak menggandeng mereka.

Sampai dengan kemarin, rekomendasi partai Gerindra masih diproses di Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Belum adanya keputusan Gerindra, lantaran komunikasi politik antara Gerindra, Richard dan Lutfi Sanaky yang merupakan kader masih terjalin.

“Rekomendasi belum keluar. Masih diproses di DPP. Mungkin setelah lebaran, baru rekomendasinya keluar, ”kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kota Ambon, Phil Latumerissa saat dihubungi Ambon Ekspres, Minggu (26/6).

Phil mengaku, Gerindra masih berharap agar Richard menggandeng kader mereka sebagai bakak calon wakil walikota. Namun, Gerindra tidak menafikkan dinamika politik yang terjadi sekarang, dimana Richard dikabarkan memilih kandidat balon lain.

“Artinya, kita berharap beliau masih mengakomodir kader Gerindra. Iya, proses-proses itu masih tetap berjalan. Kita kan juga tetap mengikuti dan menyikapi dinamika politik yang terjadi. Pada prinsipnya seperti itu,”ungkapnya.
Olehnya itu, jika Richard memilih kandidat lain, Gerindra otomatis akan memberikan rekomendasi kepada pasangan lain. Namun, kata Phil, DPP yang akan menentukan dan memberikan rekomendasi.

”Kalau calon yang meminang kader, ya kita sangat antusias untuk mendorong. Tapi kalau memang pilihan politik itu mengalami perubahan, saya kira tentu keputusan politik partai juga bisa mengalami perubahan. Tetapi, kewenangan ada di DPP, ”tandasnya.

BACA JUGA:  Atletik Tambah 1 Perak dan 1 Perunggu

Terkait dengan isu Richard telah melepas Lutfi Sanaky, dan memilih kader dari Partai Denmokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Phil menegaskan, itu bukan kesalahan Gerindra. Gerindra tetap pada komitmen awal, mendorong kader untuk berpasangan dengan Richard.

“Dan yang pasti, kalau ada dinamika belakangan ini, saya kira itu tidak terjadi karena partai Gerindra. Karena partai Gerindra komitmen terhadap seluruh proses politik yang kita bangun. Kita tetap dorong kader,”katanya.

Perubahan dinamika politik ini, kata dia, telah disampaikan ke DPP. Sebab, kata dia, perubahan dinamika politik saat ini soal pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota, bisa saja disebabkan oleh kandidat sendiri, bukan partai.

“Cuman satu hal mungkin kami juga tegaskan, bahwa sama sekali Gerindra itu tidak keluar dari komitmen atau komunikasi politik yang selama ini dibangun. Kalau pada akhirnya kader kita tidak diakomodir, bukan berarti bahwa kita yang menjadi penyebab. Mungkin saja ada faktor-faktor politik internal atau faktor eksternal pasangan calon,”tukasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa tidak berkomentar panjang.”Nanti pada saat yang tepat baru DPD Gerindra sampaikan ke media. Saat ini kami belum bisa berkomentar apa-apa. Sabar saja, pada waktunya nanti pasti semuanya jelas,”singkat Hendrik melalui sms.
Sanaky Masih Optimis

BACA JUGA:  Pertamina Mau Juga Buka Mulut

Komunikasi politik antara Partai Geridra dan Golkar dengan Richard dan Lutfi Sanaky telah dibangun tahun lalu. Pada 2 Maret 2016 di hotel The Natsepa (eks hotel Aston), sudah mengarah pada komitmen bersama yaitu Richard dan Lutfi berpasangan.

Berangkat dari komitmen itu, Richard selalu meyakinkan publik bahwa ia akan memilih Lutfi. Bahkan, dalam beberapa kali aacara resmi, dua figur ini terlihat bersama.

Namun, selama Juni ini kemesraan politik antara keduanya mulai renggang. Ini disebabkan, Richard dikabarkan telah melepas Lutfi dan membangun komunikasi dengan PDIP. PDIP pun memberi sinyal kepada Richard dengan menyodorkan kandidatnya, yaitu A E Rizal Sangadji dan Zahrudin Latuconsina.

Dinamika politik ini memang telah dibaca oleh Lutfi. Tetapi, anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan Maluku Tengah itu masih tetap yakin akan digandeng Richard, dan mengganggap tidak ada kata pisah atau putus.

Sebab, menurut dia, komitmen awal di The Natsepa Hotel, Suli itu belum dibatalkan. Baik secara lisan maupun dalam pertemuan resmi seperti pada awalnya.

“Sampai dengan hari ini belum ada kata putus dan sekarang kita lago berproses di masing-masing partai politik. Karena komitmen awal dengan pak Ris sampai dengan hari ini tidak putus yang kita mulai tanggal 2 Maret jam 2.20 kamar 202 di Aston kita putuskan dengan do’a untuk kita berpasangan.

BACA JUGA:  Rumatoras Cs Dituntut 8 Tahun

Dan sampai hari ini belum pisah,”kata Lutfi kepada wartawan usai buka puasa bersama dengan aktivis HMI Cabang Ambon, Majelis Ta’lim Fakultas Hukum Universitas Pattimura dan BEM IAIN Ambon, Sabtu (25/6) malam di kediamannya, Tantui atas.

Bahkan, kata dia, komunikasi saat ini sudah sampai pada tahap pemberian rekomendasi. Khsusus untuk Gerindra, ia mengaku telah membangun komunikasi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra Ahmad Muzani.

“Jadi kalau kita bicara, tinggal siapa yang lebih cepat memperoleh rekomendasi. Saya dengan ketua DPD dan DPC serta kita sudah dengan Sekjen (sekretaris jenderal) Partai Gerindra, mungkin selesai lebaran kita sudah selesai. Karena ada kendala teknis sedikit terkait dengan banyak kabupaten/kota yang antre di DPP,”ungkapnya.

Disinggung soal informasi bahwa Richard telah memilih kandidat lain, ia menganggap biasa. Sebab, bakal calon wakil walikota yang melakukan komunikasi intens dengan Richard adalah dirinya.

“Saya anggapp itu biasa saja. Dan setahu saya, semua wakil sekarang tidak ada komunikasi sama seperti saya. Dimana duduk dengan doa dan bicara empat mata dan beberapa mata dengan tim, dan dilanjutkan lagi di Jakarta dengan ketua Partai Gerindra Provinsi Maluku, ketua DPC Gerindra Kota dengan ketua DPD Golkar Kota yaitu pak Ris sendiri. Komitmen itu tidak berubah sampai sekarang,”jelasnya. (TAB)

 

Most Popular

To Top