Manajemen BM Harus Dirombak Total – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Manajemen BM Harus Dirombak Total

AMBON, AE.–– Bank Maluku dinilai akan kehilangan kepercayaan masyarakat, bila para pemegang saham tidak segera menata kembali manajemen di sana, menyusul terjadinya sejumlah kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang berujung pada kerugian keuangan bank pelat merah itu.

Ini juga disebabkan penempatan sumber daya manusia di dalam struktur bank itu tidak profesional. Akibatnya, manajemen pun tidal profesional. Beberapa kasus yang melilit bank pelat merah itu, diantaranya transaksi Reverse Repo senilai Rp. 262 miliar dan kasus dugaan mark up anggran pembelian lahan dan gedung di Surabaya, Jawa Timur.

Pengamat ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Teddy CH. Leasiwal mengatakan, kasus korupsi tentu akan memberi pengaruh terhadap kinerja Bank Maluku. Kasus ini sebagai salah satu sinyal untuk segera mengganti jajaran manager maupun Direksi yang tidak profesional.

Namun menurutnya, secara umum kasus tersebut tidak akan menggangu aktifitas bank secara keseluruhan. “Dalam hubungan dengan tingkat kepercayaan (masyarakat), saya kira juga tidak akan memberikan pengaruh yg kuat mengingat Bank Maluku sendiri tidak terlalu menjadi tujuan utama untuk menabung bagi masyarakat Maluku,” katanya.

BACA JUGA:  Satu Bukti Lagi, Nane Terjerat

Sehingga, kata Leasiwal efek kasus tersebut juga tidak besar. ” Saya kira Bank Maluku tidak punya segmen pasar yg besar di Maluku sehingga kemampuannya untuk mendorong ekonomi riil masyarakat cenderung kecil,” sebutnya.
Mengenai sumber daya manusia yang dimiliki,sebenarnya cukup tetapi pengelolaan SDM yang kurang baik sehingga seringkali penempatannya yang tidak sesuai dengan kompetensi.

“Saya melihat Bank Maluku lebih banyak diintervensi pengelolaannya oleh pemegang saham sehingga aspek profesionalisme dalam pengelolaan Bank Maluku sering diabaikan demi pemenuhan hasrat kepentingan tertentu yg seringkali menghambat kinerja bank ini,” nilainya.

Untuk memperbaiki Bank Maluku, menurut Leasiwal pengelolaan bank Maluku harus dijauhkan dari intervensi kepentingan politik. Berikutnya, pengelolaan Bank Maluku, harus sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme profesionalisme perbankkan.

“Ketiga menurut saya, kalau dimungkinkan yaitu lakukan lelang jabatan pada level manager keatas dengan mengundang para bankir- bankir yang memiliki pengalaman teruji. saya kira bank Maluku bisa belajar banyak dari bank swasta maupun bank pemerintah yg ada,” katanya.

BACA JUGA:  Kepala Pertamina Cs Diperiksa 4 Jam

Direktur MOERI, Tammat R. Talaohu mengemukakan, bila pemegang saham membiarkan Bank Maluku terlalu lama dikelolah oleh direksi dan komisaris saat ini, sangat mungkin bank ini akan merugi, terutama karena kepercayaan masyarakat yang menjadi nasabah terhadap kinerja manajeme bank ini akan berkurang.

“Pemegang saham harus melihat masalah ini sebagai masalah serius. Sebenarnya Manajemen Bank Maluku sedang sakit,” ujarnya, Minggu (26/6).

Kata Talaohu, harus ada perombakan secara total di bank Maluku. Mereka yang diangkat nanti harus merupakan kalangan profesional di bidang perbankan. Bukan diangkat karena faktor kepentingan kelompok. Sebab, itu bisa berdampak yang sama di masa mendatang.

“Tidak boleh terjadi apa yang disebut sumber daya manusia titipan. Bicara kepentingan, itu perlu, tapi kepentingan memajukan Bank Maluku. Bukan kepentingan selain itu. Harus diingat bahwa Bank Maluku adalah salah satu BUMD yang punya kontribusi besar terhadap pendapat daerah. Ini aset besar, sehingga harus dijaga dengan baik, “ungkapnya. (MAN)

Most Popular

To Top