Hanura Usung Poly-Sam – Ambon Ekspres
Politik

Hanura Usung Poly-Sam

AMBON, AE—Paulus Kastanya dan Muhammad Armin Syarif Latuconsina akhirnya direkomendasikan partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk bertarung dalam Pilwalkot 2017. Hanura optimis, rekomendasi yang diberikan kepada pasangan dengan akronim PANTAS itu tidak akan sia-sia.

Rekomendasi untuk Paulus-Sam diterbitkan, Kamis (30/6) siang di kantor DPP Hanura, Jakarta. Rekomendasi dengan nomor SKEP/B/013/DPP-HANURA/VI/2016 itu, telah ditanda tangani oleh ketua umum Hanura, Wiranto serta Sekretaris Jenderal Berliana Kartakusumah. Penyerahan secara resmi kepada kandidat, usai lebaran.

“Memang rekomendasi sudah ditanda tangani oleh ketua umum dan sekjen Hanura. Tapi penyerahannya nanti dirangkaikan dengan acara halal bi halal partai seusai lebaran. DPD dan DPC yang akan menyerahkan secara resmi,”kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Kota Ambon, Achmad Ohorella ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres via seluler, Kamis (30/6).

Ohorella mengungkapkan, ada tiga indikator utama yang menjadi landasan pemberian rekomendasi, yaitu hasil survei, penyampaian visi misi, serta format pasangan. Survei yang diprensentasikan tim survei DPP dari aspek elektabilitas, popularitas dan akseptabilitas, pasangan Poly-Sam menembus angka 50 persen dari dua kandidat lainnya, Brury Nanulaitta dan Elizabeth Supit.

BACA JUGA:  Golkar Usung Richard-Syarif

“Pertimbangannya adalah hasil survei internal dan visi misi. Dari presentasi survei oleh tim survei DPP, itu memang dari sekian kandidat, pasangan Pak Poly dan pak Sam diatas 50 persen. Pertimbangan lainnya, dua pasangan ini sudah berpasangan, Sehingga memudahkan Hanura untuk memberikan rekomendasi,” jelas anggota DPRD Kota Ambon itu.

Hanura merupakan partai pertama yang mengusung Poly-Sam. Partai yang dipimpin Wiranto itu memiliki 3 kursi di DPRD kota. Kekuatan legislatif diyakini bisa menjadi penentu kemenangan.

Olehnya itu, seluruh lapisan partai diperintahkan untuk mengamankan rekomendasi dan menangkan pasangan yang diusung. “Jadi, seluruh kader dan pengurus pada semua tingkatan, mulai dari DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting wajib hukumnya menaati keputusan yang telah dikeluarkan DPP. Hari ini, jika ada komunikasi dan konsolidasi yang dilakukan dengan kandidat lain, saya kira itu hanya dinamika,” tarang dia.

Ketua OKK DPD Partai Hanura Maluku, Faraid Souwakil mengatakan, terlepas dari tiga indikator yang disebutkan, Hanura juga mempertimbangkan peluang kemenangan. Bagi Hanura, peluang kemenangan sangat terbuka bagi pasangan Poly-Sam.

BACA JUGA:  Gubernur-Richard Perlu Diperiksa

Optimisme ini berangkat dari fakta bahwa, Sam Latuconsina telah teruji pada Pilwalkot 2011 lalu. Meski dengan kapasitas sebagai calon wakil Walikota kala itu, namun ia cukup berpengaruh dan menjadi penentu kemenangan.
“Pak Sam sudah cukup terbukti. Dari sisi popularitas, beliau adalah mantan calon wakil walikota.

Sedangkan pak Poly Kastanya adalah bakal calon walikota dengan perolehan suara terbanyak kedua atau runner up pada pemilihan walikota Ambon lima tahun lalu. Sehingga, kami menilai peluang kemenangan pasangan ini cukup terbuka,”jelasnya.

Faraid tidak menampik, jika Richard Louhenapessy saat ini menyandang status incumbent dalam pertarungan pilwalkot. Namun, itu hanya berlaku sampai Agustus, setelah caretaker ditunjuk untuk menggantikan posisinya.
Hal ini, lanjut dia, tidak menjadi beban bagi Hanura maupun partai politik lainnya akan nantinya memberi rekomendasi kepada Poly dan Sam. Kekuatan partai akan dioptimalkan, guna memenangkan pasangan ini.

“Kami menganggap, kemenangan di depan mata. Terserah, ketika ada yang bilang peluang kemenangan untuk kandidat karena dia adalah incumbent. Tapi, perlu diingat bahwa besok-besok untuk pemilihan walikota Ambon, tidak lagi namanya incumbent, ”ungkapnya.

BACA JUGA:  Abua Pupuskan Harapan Koalisi

Sanksi
Faraid menandaskan, Partai Hanura tidak main-main dengan tindakan yang akan diambil jika dalam kerja kemenangan, ada kader yang terbukti tidak terlibat atau jsutru bermain untuk kandidat lain. Bahkan, bagi anggota DPRD bisa dipecat.

“DPP sudah perintahkan kepada DPD Hanura Kota Ambon untuk diteruskan ke ranting dan anak ranting, serta simpatisan. Kalau ada yang bermain kucing-kucingan atau tidak mau kerja, akan dikenai sanksi tegas sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Kalau untuk anggota DPRD, bisa PAW (pergantian antar waktu),”tandasnya. (TAB)

Most Popular

To Top