PAC PDIP Tetap Tolak Richard – Ambon Ekspres
Politik

PAC PDIP Tetap Tolak Richard

AMBON,AE.—Pilihan politik PDI Perjuangan dalam pemilihan Walikota dan wakil Walikota Ambon mulai cenderung dan menguat untuk Richard Louhenapessy. Namun akar rumput partai penguasa ini tetap mengarahkan dukungannya untuk pasangan Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina, dan menuding ada kader yang sengaja memainkan opini dukungan buat Richard.

Kecenderungan dukungan PDIP kepada Richard semakin menguat. Tim Richard pun menyebarkan informasi ini secara terbuka kepada publik melalui media sosial. Tetapi belum ada pernyataan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ihwal kepastian rekomendasi.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Sirimau, Sony Laimere ketika dihubungi Ambon Ekspres melalui telepon genggam, Kamis (30/6) mengatakan, proses penerbitan rekomendasi masih berjalan. Dinamika politik di internal PDIP yang terjadi, merupakan hal yang lumrah.

“Proses ini kan belum selesai. Masih terus berjalan. Dan setiap dinamika yang terjadi di partai sangat kami hargai. Beda pendapat dan dukungan, itu bagian dari dinamika. Itu wajar saja,”kata Sony.

Sony merasa, informasi seputar kecenderungan sikap politik PDIP, itu hanya opini dan isu yang sengaja dimainkan oknum kader tertentu untuk mengelabui proses yang tengah berlangsung di DPP. Pasalnya, PDIP punya mekanisme internal dan DPP pasti mempertimbangkan semua aspek.

“Saya kira itu opini dari segelintir orang di PDI Perjuangan saja bahwa seolah-olah PDI Perjuangan tidak bisa mengusung calon walikota. Ini utuk mengelabui keadaan saja. Karena ada mekanisme dan sampai saat ini masih berjalan,” terangnya.

Sebab, lanjut dia, secara faktual, dukungan kader dan pengurus di level menengah, yaitu PAC (kecamatan), Ranting (desa) dan Anak Ranting (dusun) masih kuat untuk pasangan bakal calon Walikota dan wakil walikota, Paulus-Sam. Dukungan riil ini, menjadi salah satu pertimbangan utama DPP untuk penetapan rekomendasi.

“Tapi kalau kekuatan partai mulai dari level menengah, yaitu pengurus kecamatan, Ranting (desa) dan anak Ranting (dusun) atau akar rumput ini, tetap mengarah pada pak Poly dan pak Sam. DPP pasti mempertimbangkan kondisi objektif soal dukungan internal partai kepada pasangan kandidat (Poly dan Sam). Jadi, kalau dibilang pak Richard menguat akhir-akhir ini, saya kira itu hanya manuver politik saja dari beberapa kader yang seolah-olah punya dukungan mengarah ke situ (Richard),”tandasnya.

Selain itu, sebagai partai pemenangan pemilu di level nasional dan lokal di Maluku, maka mustahil PDIP hanya mengusung calon wakil walikota. Sementara, figur dinilai pantas untuk diusung sebagai calon Walikota sudah dibidik, yakni Paulus Kastanya.

“Logikanya seperti itu. PDIP sebagai partai pemenang tingkat lokal dan nasional, hanya mampu mengusung seorang calon wakil walikota. Itu kan saya rasa sangat mustahil. Sementara kader menengah sampai ke bawah, itu punya kecederungan untuk menginginkan pak Poly dan pak Sam,”jelasnya.

Dia mengaku, secara de facto, Poly bukan kader PDIP karena belum disahkan sesuai aturan partai. Tetapi, pernyataan dan langkah kepala dinas sosial provinsi Maluku itu untuk mendaftar sebagai kader di PDIP, menjadi garansi komitmen dia bersama PDIP.

Ketua PAC PDIP Teluk Ambon, Mon Soplanit tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan soal kecenderungan PDIP saat ini.”Maaf, saya sedang melayani tamu,”singkat dia via sms.

Sebelumnnya, kepada Ambon Ekpres 25 Maret lalu Mon Soplanit mengaku, dalam politik Richard Louhenapessy yang notabane kader Golkar adalah lawan PDIP. Karena itu, tentu PDIP tidak ingin orang Golkar kembali memimpin.

“Richard ini kan lawan kami dalam ranah politik lima tahun lalu. Karena itu, tentu kita tidak ingin ia memimpin lagi,”kata Soplanit disela-sela silaturahmi ketua dan anggota lima PAC PDIP Kota Ambon dengan bakal calon wakil Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina di rumah dinasnya, Karang Panjang.

Seperti diberitakan Ambon Ekspres, Kamis (30/6), salah satu tim Richard mengaku, PDIP sudah hampir pasti merekomendasi Tadi Salampessy sebagai wakil Walikota yang berpasangan dengan Richard. Tadi pun mengakui hal ini.

Salampessy menyatakan, wajar apabila PDI Perjuangan merekomendasikan dirinya berpasangan dengan Richard. Alasannya, sesuai hasil survei lembaga yang dipakai oleh PDI Perjuangan, ia mendapatkan 40,31 persen, melebihi bakal calon wakil walikota lainnya.

Sebelum nama Salampessy disebut Tim Richard, sejumlah nama lainnya telah diisukan akan berpasangan dengan walikota aktif itu. Diantaranya, Lutfi Sanaky, Syarif Hadler, A.E Rizal Sangadji, Zahruddin Latuconsina, Irma Betaubun, Saleh Watiheluw, Mus Mualim, Ridwan Rahman Marasabessy dan sederet nama balon wakil Walikota lainnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via seluler, wakil ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Maluku Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Hendrik Sahureka, mengatakan proses di DPP masih berlangsung. Karena itu, ia tidak mau berspekulasi soal arah koalisi PDI Perjuangan dan figur wakil walikota yang direkomendir.

“Itu rahasia partai, dan sedang berproses di DPP. Kita tidak bisa berspekulasi, selagi belum ada kepastian atau keputusan resmi. Tetapi, kita di DPD akan taat dan patuh atas apa yang nantinya diputuskan oleh DPP,”singkat dia. (TAB)

Most Popular

To Top