Nama Caretaker Walikota di Meja Mendagri – Ambon Ekspres
Amboina

Nama Caretaker Walikota di Meja Mendagri

AMBON, AE.–– Setelah menerima tiga nama calon caretaker Walikota Ambon yang diusukan pemerintah provinsi Maluku, kementerian dalam negeri ( Kemendagri) pun memprosesnya, memilih salah satu nama terbaik untuk mengendalikan pemerintah kota Ambon selama kurang lebih empat bulan, sejak November tahun ini.

Pelaksana tugas Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku, Jasmono, Senin ( 11/7) mengatakan, pemerintah provinsi Maluku belum mendapatkan informasi secara resmi, Mendagri menetapkan satu dari tiga nama tersebut untuk menjadi caretaker Walikot Ambon. “Sampai saat ini masih berproses di Kementerian Dalam Negeri,” ungkap Pelaksana tugas Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku, Jasmono, Senin ( 11/7).

Sebagaimana dibertakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, tiga nama yang diusulkan adalah, Angky Papilaja yang kini menjabat Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Maluku, Kepala Satpol PP Maluku, Jusuf Puturullan dan Lutfi Rumbia yang kini menjabat sebagai staf ahli Gubernur Maluku.

Secara resmi, Wakikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Wakilnya, Sam Latuconsina akan mengakhiri masa pemerintahannya selama lima tahun pada 4 Agustus bulan depan. Informasinya, penetapan caretaker akan diputuskan sebelum 4 Agustus. Namun siapa yang akan ditetapkan, semua juga bergantung pada pertimbangan gubernur.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang kapan Kemendari menyerahkan hasil seleksi calon caretaker walikota Ambon kepada pemerintah provinsi Maluku, Jasmono belum dapat memastikan. Pemprov hanya menanti keputusan Mendagri. Siapa pun yang diputuskan menjadi caretaker walikota Ambon, itu adalah figur terbaik menurut Mendagri. “Semoga sebelum berakhirnya akhir masa jabatan Walikota Ambon, Penjabat Walikota Ambon sudah ditetapkan Mendagri,” katanya.

WASPADAI POLITISASI BIROKRASI
Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Pattimura (Unpatti), Johan Tehuayo mengatakan, dalam konteks pengusulan pejabat Provinsi untuk menjadi carateker yang di usulkan oleh Gubernur, tentu didasarkan pada pertimbangan kepangkatan dan golongan.

Karena itu, kata Tehuayo pejabat yang nanti ditetapkan oleh Mendagri harus netral dan profesional dalm menjalankan tugas dan tanggungjawabnya nanti.

Kata dia, caretaker harus menjamin adanya penyelenggaraan Pilkada kota Ambon yang demokratis aman dan damai. Pada konteks itu maka penentuan caretaker jangan sampai memiliki korelasi dengan kepentingan politiik pihak tertentu dalam Pilwalkot nanti.

“Karena birokrasi pemda kota Ambon harus melaksanakan fungsi pelayanan publiknya secara efektif efisien dan akuntabel. Selain itu juga aparatur birokrasi pemda kota tidak boleh menjadi tim sukses pada figur tertentu,” ujarnya via seluler, kemarin.

Lanjut Tehuayo, caretaker jangan sampai terpengaruh atau dipengaruhi untuk mendukung kandidat tertentu dalam perheletab Pilwalkot Ambon nanti. “Sehingga, diperlukan pengawasan efektif dari pejabat yang berwenang untuk itu,” katanya.(MAN)

Most Popular

To Top