Kadis Infokom Dipanggil Lagi – Ambon Ekspres
Amboina

Kadis Infokom Dipanggil Lagi

Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, kembali memanggil Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Maluku, Ibrahim Sangdji. Terhitung, sudah tiga kali Sangadji dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Wifi pada kantor Gubernur Maluku.

Menurut agenda, Ibrahim Sangadji dipanggil Kejaksaan Rabu hari ini. Tujuan panggilan terhadap pimpinan Infokom itu, yakni untuk menggali lebih lanjut keterangan yang bersangkutan soal kegiatan pengadaan Wifi pada kantor Gubernur Maluku. “Memang agendanya besok Kadis Infokom kembali dipanggil. Surat Panggilan sudah dikirim Senin (11/7), “ungkap sumber koran ini di Kejati Maluku.

Permintaan keterangan terhadap Ibrahim Sangadji, merupakan agenda lanjutan dari proses penyelidikan yang sementara berlanjut. “Sebelum libur lebaran Kadis Infokom sudah pernah dimintai keterangan dua kali. Besok (hari ini) dipanggil lagi, “tambahnya.

Sementara itu, Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya agenda panggilan terhadap Kadis Infokom. “Iya memang sudah kita surati yang bersangkutan untuk hadir Rabu besok (hari ini), “terangnya.

BACA JUGA:  Kecelakaan Maut 3 Tewas

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun koran ini selama proses penyelidikan kasus ini berlansung, di tahun 2015, Dinas Infokom menerima kucuran dana untuk kegiatan pengadaan wifi di Kantor Gubernur sebesar Rp.600 juta lebih. Dalam pelaksanaannya, pihak Dinas Infokom diduga tidak melakukan tender, tetapi lewat penunjukan langsung.
Padahal, sesuai aturan jika anggaran suatu kegiatan melebihi Rp200 juta, maka harus dilakukan melalui lelang. Bisa juga dilakukan secara langsung oleh Dinas. Parahnya lagi, anggaran pengadaan Wifi Rp 600 juta lebih yang dilakukan melalui pihak ketiga, ternyata pembayarannya lebih mahal. Harga yang ditawari pihak ketiga Rp.56 juta per bulan.
Padahal, jika pihak dinas sendiri yang berhubungan langsung atau membayar langsung kepada Telkom, maka pembayarannya lebih murah. Sekitar Rp.30 juta lebih.

Di tahun 2015 tersebut, entah kenapa belum dilakukan pembayaran selama tiga bulan terakhir. Akibatnya, menimbulkan kerugian terhadap pihak Telkom. Bahkan, di tahun 2014, pihak Telkom mengalami kerugian ratusan juta, karena pengadaan Wifi telah dilakukan, padahal anggaran untuk pengadaan Wifi belum tersedia. (AFI)

Most Popular

To Top