PDIP Sudah Pertimbangkan Untung-Rugi – Ambon Ekspres
Politik

PDIP Sudah Pertimbangkan Untung-Rugi

AMBON,AE.—PDI Perjuangan memastikan telah mempertimbangkan semua kemungkinan untuk mengusung Richard Louhenapessy sebagai calon Walikota Ambon. Sebagai sebuah partai politik, tentu keuntungan politik yang menjadi tujuan PDIP. Namun, beberapa pengamat menilai, PDIP justru merugi secara politik dan eksistensinya dalam menjaga trend kemenangan di Pemilu akan tergangggu.

PDIP merupakan partai pemenang pemilu 2014. Baik secara nasional maupun di provinsi Maluku dan Kota Ambon. Hasil pemilu mengantar kadernya menjadi ketua DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon.
Partai ini memang memiliki banyak kader terbaik. Pada Pilkada Kota Ambon 2011, Lucky Wattimury didukung untuk maju. Namun, dia dan pasangannya kalah. Kekuatan PDIP kala itu ditengarai tidak solid.

Pada momentum Pilkada Kota Ambon yang telah bergulir saat ini, tidak tampak kader terbaik yang menyatakan diri maju sebagai calon walikota. Justru, PDIP cenderung mendukung Richard Louhenapessy, kader Golkar sekaligus lawan tanding PDIP pada Pilkada sebelumnya. Untung dan rugi politik pun tengah dipertimbangkan dengan matang sebelum keputusan dibuat.

Wakil ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Tobhyhend Sahureka mengatakan, hingga kemarin, belum ada keputusan resmi PDIP mengusung RL. Namun, semua pertimbangan menyangkut untung dan rugi telah dibahas dan dipertimbangan, jika rekomendasi diberikan untuk RL.

“Kan (PDIP) belum mengusung pak Richard. Tetapi, pasti semua keputusan partai sudah diperhitungkan secara matang,” kata Sahureka ketika dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Selasa (12/7).

Mantan anggota DPRD Maluku itu tidak membuka lebar terkait untung rugi bagi PDIP jika mengusung Richard. Tetapi, ia mengkau, tujuan mempertahankan basis dan memenangkan pemilu 2019 mendatang, menjadi salah satu keuntungan yang tengah dibahas dan dikaji.

“Dan hal itu sudah pasti dipikirkan. Saya yakin orang-orang DPP itu cerdas. Mereka akan mengambil keputusan yang elegan dan berpihak pada rakyat, ”ungkapnya.

Sahureka melanjutkan, PDIP sebagai partai pemenangan pemilu, tentu ingin mempertahankan reputasi politiknya itu pada pemilu mendatang. Lantas, apakah hal itu bisa terwujud jika PDIP mengusung RL?

“Semuanya akan dikaji. Kalau orang yang diusung oleh partai itu berbuat baik, merakyat dan sebagainya, maka ada keuntungan kepercayaan masyarakat terhadap partai. Namun, yang kerja kan bukan kandidat. Tapi pengurus dan simpatisan partai,” jawab dia.

Pengamat politik Universitas Pattimura, Mohtar Nepa-Nepa mengatakan, keputusan partai politik dalam konteks Pilkada maupun perhelatan politik lainnya, pasti telah dipertimbangan untung dan rugi. Khusus untuk Pilwalkot, PDIP dihadapkan pada dua dampak itu sekaligus jika mengusung Richard Louhenapessy, kader Golkar itu.

“Keuntungan pertama, PDIP memilih posisi aman, karena RL hingga saat ini masih diunggulkan oleh survei. Sehingga, kemenangan RL nantinya jadi kemenangan PDIP,”kata Mohtar, Selasa (12/7).

Berikutnya, keuntungan menarik massa Golkar untuk bergabung dan memberikan pilihan kepada PDIP saat pemilu legislatif 2019 mendatang. Namun, hal ini sulit untuk direalisasi jika PDIP tidak jelih.

“Kedua, sebagai partai patron pemerintah, tentu PDIP ingin mengalihkan sebagian besar massa partai Golkar untuk bergabung dengan PDIP dalam memenangkan Pilwalkot. Nah,saya kira hal ini sedikit menguntungkan PDIP. Karena massa Golkar bisa jadi, akan mengikuti trend PDIP untuk Pileg 2019 nanti. Tapi tergantung strategis PDIP,”paparnya.

Selain itu, lanjut dia, menjadi sebuah kepastian PDIP akan diuntungkan dalam penempatan komposisi birokrasi di pemerintahan Kota Ambon. “Ketiga, PDIP nantinya akan diuntungkan dalam komposisi format penataan birokrasi kota Ambon, jika kemudian RL sebagai pemenang Pilwalkot Ambon 2017,”sebutnya.

Pengamat politik lainnya dari Unpatti, Johan Tehuayo mengungkapkan, keuntungan PDIP dalam konteks Pilkada, yakni PDIP akan dikenang sebagai salah satu partai pengusung yang memenangkan kompetisi Pilwalkot.

”Kalau terkait dengan keuntungan jika rekomendasi PDIP diberikan kepada Richard yang nantinya berpasangan kader mereka, maka kemungkinan untuk menangkan Pilwakot bisa saja terjadi. Karena gabungan dua kekuatan dominan di kota Ambon, maka pasti menang. PDIP pasti disebut sebagai partai yang punya kontribusi besar, selain partai pengusung lainnya,”kata Johan.

Kemudian, apabila kader PDIP yang disandingkan dengan RL sebagai wakil walikota, maka kekuatan dan kekuasaan di ranah ekskutif ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pamor partai dan perolehan suara serta kursi di DPRD nanti. Tetapi, sangat tergantung dari figur-figur calon anggota legislatif yang dijual ke publik.

Namun, kerugian secara politik juga akan didapati partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, jika Richard memenangkan pertarungan. Pengaruh politik PDIP dalam pemerintahan tidak signfikan, karena dominasi Golkar sebagai partai yang kadernya menjadi walikota.

“Namun, kerugiannya, PDIP menjadi kekuatan politik yang tidak dominan dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan di Kota Ambon. Karena, nanti dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, Golkar akan lebih dominan,”tuturnya.

Dampak negatif lainnya, kiprah PDIP dalam rangka menghadapi pemilu yang tersisah dua tahun lagi, semakin lemah. Masyarakat akan cenderung memilih Golkar, karena lemahnya peran dan eksistensi PDIP dalam mempengaruhi presepsi publik.

“Juga bisa berdampak negatif terhadap kiprah PDIP dalam menghadapi pemilu legislatif, karena sikap politik masyarakat akan lebih cenderung memilih Golkar. Ini dikarenakan melemahnya peran dan eksistensi PDIP dalam mempengaruhi presepsi publik, bila dikomparasikan dengan PDIP sebagai kekuatan dominan yang harusnya menjadi Walikota Ambon,”urainya.

Sementara Mohtar memprediksi, PDIP akan dianggap oleh konstituen, tidak memiliki figur terbaik untuk diusung dalam Pilwalkot Ambon. Pada titik ini, massa PDIP akan terbelah dalam pemilihan nanti.

“Kemudian, bisa saja orang menganggap bahwa ternyata Golkar lebih dominan dan memiliki pengaruh kuat dibandingkan PDIP mestinya, pertarungan Pilwalkot Ambon merupakan kompetisi partai seperti PDIP untuk merebut Ambon 1 (walikota) sekaligus sebagai pintu masuk menghadapi dan memenangkan pemilihan legislatif nanti,”jelasnya. (TAB)

Most Popular

To Top