Pertemuan Galunggung, PPP pun Pecah – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Pertemuan Galunggung, PPP pun Pecah

Rovik: Pentahapan Sudah Jalan 

AMBON, AE—Teka-teki Syarif Hadler maju dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon 2017, mulai dipecahkan. Majunya politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku itu disebut-sebut, karena dukungan dari kader dan massanya.

Namun di lain sisi, pendaftaran di PPP sudah ditutup. Pertentangan kader terkait mekanisme penjaringan pun meruncing.

Keinginan Syarif untuk bertarung dalam gelanggang Pilwalkot ini, terungkap dalam sebuah pertemuan dia dengan PPP Kota Ambon hasil Muktamar Jakarta, beberapa pengurus PPP Kota Ambon hasil Muktamar Islah Pondok Gede, Jakarta Timur di kediamannya, Galunggung, Senin (11/7).

“Pertemuan tim yang terdiri dari PPP hasil Muktamar Jakarta dan sebagian besar PPP hasil Muktamar Pondok Gede dengan pak Syarif Hadler, berakhir dengan kesediaan beliau maju pada arena konstestasi Pilwalkot Ambon 2017,” ungkap ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Ambon hasil Muktamar Jakarta, Zulkifli Fakaubun kepada Ambon Ekspres via sms, Selasa (12/7).

Dia memastikan, kesediaan Syarif ini bukan sekadar wacana. Tetapi, telah melalui kajian dan pertimbangan yang matang.”Ini bukan wacana. Ini patent. Kemarin (Senin) kami rapat dengan pak Syarif sekitar 3 jam. Ini final dan tertanggung jawab. Komunikasi ke DPP sudah jalan,”tandasnya.

Zulkifli menerangkan, majunya Syarif Hadler atas dukungan yang kuat dari masyarakat dan kader yang sudah disampaikan sejak awal. Bahkan, kata dia, akumulasi dukungan dan harapan ini menjadi spirit dan menggugah salah satu kader terbaik dan tokoh besar PPP Maluku, Hi Aziz Pattisahusiwa.

Olehnya itu, lanjut dia, sebagai partai pengusung incumbent pada Pilwalkot 2017, PPP berkewajiban menampilkan kader terbaiknya, yakni Syarif Hadler untuk berpasangan dengan Richard Louhenapessy, salah satu kader terbaik Golkar Maluku dan kota Ambon. Menurut dia, kedua figur ini sangat sepadan dan berpeluang menang.

“Kami yakin, kedua tokoh politisi hebat ini sangat sepadan untuk disandingkan sebagai calon Walikota dan wakil Walikota Ambon lima tahun mendatang. Peluang kemenangan juga sangat terbuka,”terangnya.

Kesediaan Syarif, yang juga ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku untuk maju, akan ditindaklanjuti dalam, bentuk surat dukungan.”Tim segera menyiapkan surat dukungan kepada pak Syarif Hadler, tokoh yang tercatat sebagai formatur saat Muktamar PPP di Bandung dan Muktamar di Surabaya dan Muktamar Jakarta di jalan Diponegoro serta Muktamar Islah di Pondok Gede, Tebet, Jakarta Timur, ”katanya.

Disinggung soal penjaringan hingga sampai pada penutupan pendaftaran bakal calon yang telah dilakukan oleh DPC PPP Kota Ambon yang mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, dia menganggap bukan masalah. Sebab, DPP yang memiliki kewenangan untuk menentukan rekomendasi.

“Dalam Juklak (Petunjuk Pelaksana) jelas ditekankan bahwa, terkait dengan rekomendasi kepala daerah, maka kewenangannya ada pada DPP. Dan, DPP pasti berpihak pada kader terbaiknya sendiri. Seseorang dinamakan kader harus memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota) dengan jangka waktu yang ditentukan pada ketentuan partai, ”jelasnya.

Selain itu, ia menjelaskan, sesuai Juklak, minimal yang mendaftar harus dua pasangan calon.”Dalam Juklak tersebut masih member ruang bagi kandidat lain untuk mendaftar di PPP. Minimal yang mendaftar itu harus dua pasangan calon,”katanya.

Syarif Hadler yang coba dihubungi, tidak memberikan tanggapan hingga berita ini naik. Beberapa kader PPP yang diketahui dekat dengan Syarif pun belum memberikan pernyataan resmi terkait informasi ini.

Namun upaya mengusung Syarif ini sepertinya bakal ditentang DPC PPP Kota Ambon. Meski tidak tegas, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Ambon Rovik Akbar Afifudin menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penjaringan sesuai amanat Juklak. Pendaftaran bakal calon dibuka sejak 15-25 Juni. Karena hanya satu pasangan yang mendaftar, yaitu Paulus Kastanya dan Muhammada Armin Syarif Latuconsina (Sam) yang mendaftar, maka masa pendaftaran diperjangan hingga 27 Juni.

Tidak ada kandidat atau pasangan kandidat yang datang ke sekretariat PPP di Lorong Permi, Waihaong, Kecamatan Nusaniwe untuk mendaftarkan diri. Pihaknya pun melanjutkan tahapan lainnya. “Tahapannya kan sudah dilaksanakan, sampai dengan tanggal 27 Juni karena kita perpanjang selama dua hari.

Tapi, kan cuman satu pasangan, bakal calon walikota Paulus Kastanya dan bakal calon Wakil Walikota Sam Latuconsina. Jadi mau bagaimana,”kata Rovik ketika dihubungi via seluler, kemarin.

Di dalam Juklak Pilkada yang dikeluarkan oleh DPP, tidak ada lagi ruang bagi calon lainnya. “Kalau sesuai Juklak itu tidak ada aturan-aturan kayak gitu. Kan orang yang mendaftar di kita, bukan kita yang mencari orang untuk mendaftar. Kalau orang yang tidak mendaftar, berarti tidak mau menggunakan kendaraan PPP,”terangnya.

“Pokoknya pentahapan di DPC sudah jalan. Pendafataran dibuka dari tanggal 15-25 Juni dan diperpanjang hingga 27 Juni atau selama dua hari. Kita sudah sampai di situ. Nanti tergantung DPP,”timpalnya.

Ketua fraksi PPP di DPRD Kota Ambon ini menambahkan, dalam pekan ini, akan digelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) guna memutuskan pasangan calon yang telah mendaftar untuk disampaikan ke DPP. Penyampaian ke DPP melalui DPW, Koordinator Wilayah (Korwil) PPP dan diteruskan ke ketua bidang pemenangan pemilu DPP dan ketua umum.

“Tahapan saat ini yakni 10-15 Juli adalah memutuskan dan selanjutnya diserahkan ke DPP melalui DPW dan Korwil, wakil ketua bidang pemenangan pemilu dan ketua umum. Nanti DPP yang membuat jadwal fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan), baru diputuskan,”pungkasnya.

Sekadar diketahui, PPP merupakan salah satu partai pengusung Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina pada Pilwalkot Ambon 2011 silam. Namun, pada Pilwalkot 2017 mendatang, kedua figur ini berpisah.

Sedangkan Syarif merupakan mantan Walikota Ambon. Ia merupakan ketua DPW PPP Maluku selama dua periode. Belum ada pernyataan resmi dari Syarif untuk maju atau tidak maju pada pilwalkot kali. Namun, dia termasuk salah satu tokoh muslim yang disurvei oleh Richard Louhenapessy. (TAB)

Most Popular

To Top