Friksi Tajam di PDIP-PPP – Ambon Ekspres
Politik

Friksi Tajam di PDIP-PPP

AMBON,AE.— Perbedaan pilihan kader dan pengurus PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk rekomendasi kepada bakal calon pada perhelatan pemilihan Walikota dan wakil Walikota Ambon, mulai mengemuka. Friksi yang tajam ini diprediksi menjadi pemicu pecahnya dukungan terhadap kandidat yang diusung.

Di internal PDI Perjuangan Maluku dan Kota Ambon, perpecahan terbagi pada tiga kubu. Ini sudah mulai tampak pada saat proses penjaringan bakal calon Walikota dan Walikota. Kubu pertama yang disinyalir menguat adalah kader dan pengurus yang berada di belakang Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae. Turun ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC), ada sekretaris DPC PDIP Kota Ambon Jafri Taihitu.

Informasi yang berhasil dihimpun Ambon Ekspres, gerbong ini lebih cenderung menginginkan agar rekomendasi PDIP diberikan kepada pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Ambon, Paulus Kastanya dan Muhammad Armin Syarif Latuconsina.

Belum ada informasi resmi terkait kecenderungan ini. Namun, hal ini diduga karena faktor kedekatan Jafri Cs dengan Sam Latuconsina yang dijaga sewaktu masih sama-sama aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Kedekatan Sam dengan Edwin juga terbaca jauh sebelum Edwin terpilih menjadi Ketua DPD PDI-Perjuangan Maluku.

Arah dukungan elit partai ini berpengaruh hingga ke level akar rumput partai pemilik 6 kursi di DPRD Kota Ambon itu. Lima Pengurus Anak Cabang (PAC), sejumlah Ranting dan Anak Ranting menyatakan sikap mendukung balon pasangan Paulus dan Sam. Di sisi lain, mereka dengan tegas menolak Richard Louhenapessy, balon Walikota petahana itu yang juga mendafrar di PDIP.

“Kekuatan partai di level kecamatan (PAC) Ranting (desa) dan anak Ranting (dusun) atau akar rumput ini, tetap mengarahkan dukungan kepada pak Poly dan Pak Sam. Jadi, kalau dibilang Richard menguat akhir-akhir ini, saya itu hanya maneuver politik dari beberapa kader,”ungkap ketua PAC PDIP Sirimau, Sony Laimera kepada Ambon Ekspres, Kamis (30/6).

Kendati demikian, Richard terus melakukan komunikasi politik dengan elit DPD dan DPP PDIP. Belakangan, bahkan disebut-sebut keputusan PDIP mulai mengerucut kepada kader Partai Golkar itu dengan garansi, ia harus menggandeng salah satu kader PDIP, yakni A.E Rizal Sangadji atau Tady Salampessy.

Ruang komunikasi yang diberikan PDIP kepada Richard, mulai terlihat saat pentahapan pendaftaran. Richard yang pada awalnya enggan berproses di PDIP, akhirnya secara resmi mendatangi sekretariat DPC PDIP, Petak Sepuluh, Kecamatan Nusaniwe untuk mendaftarkan dirinya. Spekulasi pun menguak, ihwal sikap politik Ketua DPD Partai Golkar kota Ambon itu dan pemicunya.

Penelusuran Ambon Ekspres dari beberapa sumber menyebutkan, Richard didorong oleh beberapa elit PDIP. Baik di DPP maupun DPD. Dorongan dan dukungan inilah yang menjadi pegangan bagi Richard dan tim untuk membangun komunikasi intens dengan PDIP.

“Lucky Wattimuri dan beberapa kader lainnya ada dalam kubu ini. Tapi, belum dapat dipastikan, karena politik ini dinamis. Apalagi jika kita kaitkan denga informasi-informasi yang beredar belakangan ini di media massa soal arah dukungan PDIP,”kata salah satu kader PDIP yang enggan namanya disebutkan, Rabu (13/7).

Informasi lain justeru berbeda. Lucky Wattimuri disebut mendorong Brury Nanulaitta. Gerbongnya memaksa Brury masuk. Dalam gerbong ini, ada juga Tobyhend Sahureka, dan beberapa pengurus DPD PDIP Maluku yang selaras dengan Lucky. Namun maneuver Lucky Cs, dan Edwin Cs, terbentuk kepentingan Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun.

Watubun didekati kelompok Richard Louhenapessy. Lobi mereka cukup berhasil. Watubun yang sangat dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputi terbilang akan mempermudah jalan Richard mendapatkan rekomendasi PDIP. Kubu Lucky maupun Edwin pun memilih menghindari berhadap-hadapan dengan Watubun. Richard pun hampir pasti dipilih PDIP, dengan tawaran berpasangan dengan kader banteng.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pattimura, Said Lestaluhu menilai, dinamika di PDIP menandakan perpecahan internal. Ini menyeret pilihan dan keinginan kader ke dalam tiga kategori untuk menentukan calon Walikota, yaitu pilihan yang idiologis, moderat dan oppurtunis.

Pilihan ideologis, jelas Said, didasarkan pada pertimbangan kader. Merujuk pada kategori, maka kelompok ini cenderung memilih Paulus Kastanya, karena kepala Dinas sosial Provinsi Maluku telah mendeklarasikan diri bergabung dengan PDIP.

“Kelompok ideologis ini cenderung ke Poly (Paulus Kastanya). Mereka akan mempertahankan kader. Saat tidak menjadi partai pemenangan saja mereka mengusung kader pada Pilwalkot 2011, apalagi kemenangan pemilu secara nasional maupun di Maluku dan Kota Ambon berpihak kepada mereka (PDIP),”jelasnya.

Sedangkan kelompok atau kubu yang moderat, ungkap dia, menyandarkan pilihan pada faktor rasional dengan pendekatan hasil survei, realitas politik dan menjaga stabilitas politik. Pilihannya jatuh pada Richard Louhenapssy, karena dari semua hasil survei, dia memiliki angka tertinggi sebagai calon yang berpotensi menang jika pilwalkot dilaksanakan saat itu.

Sementara kelompok oppurtunis, lanjut dia, yang mendorong Brury Nanulaita agar maju guna mendapatkan faedah saja. Namun, ia belum bisa memastikan, pada kelompok mana kader-kader PDIP terbagi.
“Jadi, saat ini, kader-kader PDIP terbagi dalam tiga kategori pilihan itu. Dan saya kira publik sudah bisa menggambarkannya berdasarkan informasi dan dinamika yang terjadi,”terangnya.

Kelompok mana yang berpeluang didengar oleh DPP dalam hal penetapan rekomendasi? Said memprediksi, kubu idiologis. ”Kemungkinan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri memilih pak Poly dan Sam. Tapi, pasti kan ada pertimbangan lain dari DPP sebelum membuat keputusan, ”tukasnya.

Dua Kubu
Sementara itu, friksi atau perbedaan pendapat, melahirkan dua kubu di PPP dalam menghadapi Pilwalkot. Sebagian kader dan pengurus serta simpatisan partai Islam tertua ini yang masuk dalam kubu Rovik Akbar Afifudin cenderung mendukung Sam Latuconsina, balon Wakil Walikota.

Tetapi, tak sedikit kader dan simpatisan yang member dorongan kuat kepada ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku, Syarif Hadler. Yang terpotret dalam kubu adalah Zulkifli Fakaubun, ketua DPC PPP versi Muktamar Jakarta dan seluruh pengurusnya.

Tidak ada alasan kuat dari perbedaan dukungan tersebut. Namun, dari aspek politik, Syarif dinilai sebagai kader dan figure yang dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat Kota Ambon. Lainnya, Syarif sudah berpengalaman dalam pemerintahan dengan pernah menjabat Wakil Walikota Ambon.

“Kami sudah memikirkan secara matang untuk mendorong dan mendukung pak Syarif. Alasannya, beliau ini kan tokoh PPP yang cukup berpengaruh. Beliau memiliki pengalaman dan selalu memperjuangkan aspirasi

masyarakat,”kata ketua DPC PPP Kota Ambon hasik Muktamar Jakarta, Zulkifli Fakaubun via seluler, Rabu (13/7).
Pertimbangan berikutnya, kata Zulkifli, PPP punya kesempatan terbuka untuk keduanya berada dalam kekuasaan pemerintahan kota Ambon, bila Syarif direkomendasi dan berpasangan dengan Richard. Peluang cukup signifikan jika mereka berduet.

“Kalau beliau berpasangan dengan pak Richard, tentu peluang kemenangan cukup terbuka. Belajar dari Pilkada sebelumnya, dua koalisi ini yang mengantar walikota dan wakil Walikota Ambon saat ini menjadi pemenangan,”jelasnya.

Di lain sisi, Rovik yang merupakan ketua DPC PPP Kota Ambon hasil Muktamar Islah itu, menjalankan proses sesuai mekanisme dan aturan, kendati tidak menjadi rahasia umum bahwa ia cenderung memilih Sam. Sehingga menurut dia, friksi itu hal biasa.

Rekomendasi tetap menjadi kewenangan DPP. Olehnya itu, semua kader wajib hukumnya melaksanakan perintah partai untuk memenangkan pasangan yang nantinya diusung oleh partai berlambang Ka’bah itu.
Pokoknya pentahapan di DPC sudah jalan. Pendafataran dibuka dari tanggal 15-25 Juni dan diperpanjang hingga 27 Juni atau selama dua hari. Kita sudah sampai di situ. Nanti tergantung DPP,”kata kader muda PPP itu, Selasa (12/7).(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!