Pembangunan Jembatan Layang Dimatangkan – Ambon Ekspres
Amboina

Pembangunan Jembatan Layang Dimatangkan

AMBON,AE.–– Kehadiran Jembatan Merah Putih sampai kemarin, belum bisa mengurai kemacetan. Kemacetan justeru kian parah dibeberapa ruas jalan. Polisi Lalu Lintas maupun Dinas Perhubungan sudah melakukan berbagai cara, namun tetap saja gagal. Kini pemerintah mematangkan pembangunan jembatan layang.

Kini rencana membangun jembatan layang di desa Batu Merah kecamatan Sirimau Kota Ambon itu dimatangkan. Setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyetujui anggaran dialokasikan, pemprov pun berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon untuk penyiapan lahan proyek dalam rangka mengurangi tingkat kemacetan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya itu.

Untuk kebutuhan pembangunan jembatan tersebut, Kementerian PUPR menyiapkan anggaran Rp400 miliar yang dialokasikan dalam APBN tahun 2016. Sementara untuk penyiapan lahan, sebelumnya Gubernur Maluku Said Assagaff telah meminta Sekretaris Daerah Maluku, Hamin Bin Thahir untuk menyurati Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Surat itu bertujuan untuk dilakukan pendekatan dengan warga yang bermukin di lokasi yang akan digunakan untuk membangun jembatan tersebut. Warga akan direlokasi, pemerintah pun akan mengganti rugi rumah-rumah warga yang direlokasi nanti.

Proyek jembatan layang yang telah diusulkan pada tahun 2014 itu, akan didanai secara bertahap selama tiga tahun anggaran, yakni sejak 2016 sampai dengan 2019. Jembatan ini akan dibangun sepanjang 402 meter, lebar 8 meter, dan terdiri dari dua jalur.

Jembatan itu dibangun, mulai dari kawasan turunan desa Batu Merah hingga ke Belakang Soya, tepatnya di pertigaan, arah ke kawasan Karang Panjang. Jembatan ini dikhususkan bagi kendaraan yang akan menuju pusat kota. Sementara kendaraan yang menuju Terminal Mardika, tetap melalui jalan yang ada saat ini.

Setelah masalah lahan diselesaikan, pemerintah pusat melalui kementerian PUPR pun sudah dapat mengucurkan anggaran yang disediakan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Maluku telah merampungkan studi kelayakan serta studi analisis dampak lingkungan. Sementara di tahun ini, dilakukan detail desain oleh Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJN) Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, mengingat jalan Jenderal Sudirman termasuk jalan nasional.

“Dengan adanya jembatan itu nanti, tentu dapat mengurangi tingkat kemacetan di jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya,” ungkap Kepala Bagian Humas Setda Maluku, Bobby Kin Palapia, Rabu (13/7).

Hingga saat ini, lanjutnya, pemprov masih berkoordinasi dengan pemerintah Kota Ambon terkait penyiapan lahan. Bila sudah tuntas, pekerjaan pun sudah dapat dilakukan. “Karena yang punya lahan adalah warga Kota Ambon. Jadi harus koordinasi dengan pemkot. Sampai sekarang masih dilakukan,” katanya.

Kepala dinas Tata Kota Ambon, Deny Lilipory yang dikonfirmasi, mengakui, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pemkot Ambon terkait rencana penggunaan lahan di Batu Merah itu. Namun terkait lokasi pasti proyek itu, Lilipory mengatakan, pemkot masih menunggu hasil desain perencanaan Pemerintah Provinsi Maluku.

“Memang sudah koordinasi dengan kita. Tapi terkait lokasi yang mana, itu yang masih kita tunggu perencanaannya. Supaya lebih detail, luasnya berapa dan di mana saja,” katanya via seluler, kemarin.

Ditegaskan, pemerintah kota Ambon tetap mendukung proyek tersebut, sebab dapat menjadi solusi dalam mengurai kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya.

Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang sulit bebas dari kemacetan panjang. Kondisi ini dapat terlihat setiap hari, terutama pada saat jam masuk kerja dan pulang kerja. Selain itu, Jalan Tulukabessy, dan Jalan Pantai Mardika juga menjadi titik kemacetan yang sangat parah.(MAN)

Most Popular

To Top