PKS Jagokan Poly-Sam – Ambon Ekspres
Politik

PKS Jagokan Poly-Sam

Gerindra Soal Richard: Sudah Selesai 

AMBON, AE—Partai Keadilan Sejahtera dinilai memiliki pengaruh besar untuk mempengaruhi pilihan pemilih muslim untuk memilih pasangan calon dalam pemilihan Walikota-Wakil Walikota Ambon. Pasangan yang direkomendasikan PKS, akan jauh lebih mudah menang di basis muslim ketimbang lainnya.

Sementara sampai kemarin, kecenderungan PKS kepada pasangan Paulus Kastanya yang berpasangan dengan Sam Latuconsina.

“PKS punya basis besar di komunitas muslim, selain PPP untuk Kota Ambon. Bila saja ada pasangan yang mendapatkan rekomendasi dua partai ini, peluang kemenangan sangat besar di basis pemilih muslim,” kata konsultan politik dari Index, Nendy Kurniawan Asyari, kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Sampai kemarin, PKS masih memproses rekomendasi calon Walikota dan wakil Walikota Ambon 2017. Namun, PKS lebih cenderung menjagokan Paulus Kastanya dan Muhammad Armin Syarif Latuconsina. Alasannya, kedua figur ini telah berpasangan dan memiliki trend survei yang meningkat.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)PKS Provinsi Maluku, Abdul Asiz Sangkala, Rabu (13/7) mengatakan, semua pentahapan masih berjalan. Saat ini, tinggal menunggu rapat Tim Pemenangan Pilkada DPP yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Rekomendasi PKS memasuki tahap pembahasan TPTP(tim Pemengan Pemilukada Tingkat Pusat), setelah kita serahkan rekomendasi TPPW akhir Ramadhan lalu. Pembahasan baru akan dimulai Selasa pekan depan tanggal 19 Juli. Kami berharap rekomendasi akan keluar dalam bulan Juli ini juga,” kata Azis.

Disinggung soal arah keputusan PKS, mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah itu mengaku, semua bakal calon berpeluang. Olehnya itu, apapun keputusan DPP, semua struktur partai harus mengamankan.

“Untuk nama-nama yang sudah direkomendasikan oleh TPPW, kami rasa semuanya punya peluang yang sama. Dan, siapapun yang direkomendasikan, maka baik DPW, DPD bahkan sampai pengurus kecamatan (DPC) dan Ranting, siap mengamankan keputusan tersebut,”terangnya.

Ditanya soal informasi yang beredar, bahwa PKS lebih memperhitungkan pasangan Poly dan Sam dengan akronim PANTAS, Dia tidak membantahnya. Ini didasarkan pada pertimbangan kedua kandidat itu sudah berpasangan sejak awal. Selain itu, memiliki elektabilitas yang terus meningkat.

“PANTAS memang harus diperhitungkan betul, karena makin hari makin progresif dan mengalami peningkatan elektabilitas yang sangat signifikan. Mungkin salah satu sebabnya karena mereka sudah mendeklarasikan pasangan. Dari sisi komunikasi informal, PANTAS juga terlihat lebih komunikatif,” jelasnya.

Sementara Richard Louhenapessy, sebut dia, belum tegas dalam menetapkan pasangannya. Namun, selama DPP belum menetapkan rekomendasi, semua bakal calon masih punya peluang yang sama.

“Sementara pak Richard masih main sendiri dan kelihatan belum tegas menetapkan sikap untuk menentukan wakilnya. Namun perlu kami pertegas, bahwa sebelum rekomendasi di tanda tangani oleh presiden partai, maka kedua belah pihak masih punya peluang yang sama,”tukasnya.

Seperti diberitakan Ambon Ekspres, 25 Juni 2016, DPW PKS Maluku telah menetapkan dan mengusulkan pasangan Paulus Kastanya-San Latuconsina dan Richard Louhenapessy ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Sebelumnya, bakal calon Walikota Brury Nanulaita juga mendaftar dan berproses di PKS. Namun, tidak terekomendasi oleh TPPD.

Selan Nanulaita, beberapa bakal calon wakil Walikota juga mendaftar, yakni Lutfi Sanaky, Yusuf Wally, Bakri Hentihu serta Saiful Almaskati. Kendati hanya tiga kandidat itu yang diusulkan, namun PKS mendorong beberapa kadernya yaitu Yusuf Wally, mantan Ketua DPW PKS Maluku Said Mudzakir Assagaff, mantan anggota DPRD Kota Ambon Abubakar Hentihu dan mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Maluku agar berpasangan dengan Richard.

Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga belum memutuskan rekomendasi. Namun, dari dua bakal calon Walikota yang berproses, Gerindra menaruh peluang tipis untuk Richard Louhenapessy.
Hal ini ditengarai akibat sikap calon petahana itu yang mulai cenderung menggaet figur lain sebagai wakilnya, dan membiarkan kader Gerindra Lutfi Sanaky tanpa kepastian. Richard dinilai menghindar.

Bahkan saat diminta hadir untuk menjelaskan kepada DPC Gerindra kota Ambon, Richard pun menolak dan tidak menghadiri panggilan tersebut tanpa mewakili. “Waktu itu, kita undang Pak Richard dan Pak Lutfi untuk meminta penjelasan. Tapi yang datang hanya Pak Lutfi. Jika tidak datang minimal ada tim, tapi yang bersangkutan (Richard Louhenapessy, red) tidak datang. Maka kita beranggapan Pak Richard telah menutup komunikasi dengan Gerindra.

Dan sudah selesai sampai disini. Soal keputusan DPP kita belum tau, dan kita sementara menunggu keputusan DPP,” tandas Sekretaris Gerindra kota Ambon, Rustam Latupono, kepada wartawan di ruangannya, Senin (11/7).
Latupono menilai, usulan yang disampaikan PAC kepada DPC tentunya direspon secara positif.

Karena mengingat PAC merupakan ujung tombak partai di garis depan. Sehingga DPC tetap menampung seluruh aspirasi yang disampaikan PAC untuk dilanjutkan kepada DPD dan DPP. Kemudian akan menunggu keputusan terakhir yang akan diambil oleh DPP.

Sekretaris Fraksi Gerindra Kota Ambon, Christianto Laturiuw mengatakan, usulan PAC yang menolak Richad Louhenapessy direkomendasikan Gerindra, telah disampaikan kepada DPC serta fraksi di DPRD Ambon. Sehingga Fraksi tentunya mendukung karena menilai ini adalah amanat partai.

“Ini soal martabat partai yang harus dijaga. Kemudian soal dinamika yang terjadi jangan dimainkan, karena ini berdampak pada ongkos politik yang dikeluarkan, sehingga butuh kepastian. Maka sikap fraksi mengikuti arah partai yang telah disampaikan PAC dan DPC kemarin,” tutur Ketua Komisi III DPRD Ambon ini.(TAB)

Most Popular

To Top