2 Minggu Lagi Goodbye Richard-Sam – Ambon Ekspres
Amboina

2 Minggu Lagi Goodbye Richard-Sam

AMBON,AE.–– Dua pekan lebih lagi, atau 4 Agustus 2016 nanti, masa jabatan Richard Louhenapessy sebagai Wali kota Ambon dan wakilnya M.A.S. Latuconsina berakhir. Pasangan dengan jargon Paparissa ini dinilai menunjukkan kinerja yang baik selama memimpin kota Ambon, kendati keduanya harus pecah kongsi pada Pilwalkot Ambon, Februari 2017 nanti karena perbedaan persepsi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan paska mereka dilantik.

Sebelumnya, Richard dan Sam terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Ambon pada Pilwalkot tahun 2011 lalu, setelah berhasil meraih suara terbanyak diatas para rival mereka. Pasangan lalu dilantik Gubernur Maluku, saat itu Karel Albert Ralahalu pada 4 Agustus 2011 menjadi Wali kota dan Wakil Wali kota Ambon periode 2011-2016.
Hingga menjelang akhir masa kepemimpinan saat ini, keduanya dinilai cukup baik dalam bekerja, membangun Kota Ambon. Baik pembangunan fisik, berupa infrastruktur sarana publik maupun pembanangunan non fisik.

“Seperti infrastruktur jalan jembatan serta sarana penunjang ekonomi masyarakat seperi pasar tradisonal, terlihat membaik,” kata pengamat politik dan pemerintahan Universitas Pattimura (Unpatti) Johan Tehuyo, Kamis (14/7).
Tingkat kemiskinan di Kota Ambon pun terus menurun hingga menyentuh angka 5 persen di tahun 2015. Ini jauh dibawah tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 10 persen.

Di lain sisi, prestasi kerja pasangan Richard – Sam juga dapat dilihat dengan adanya sejumlah penghargaan yang diterima Pemerintah kota Ambon dalam beberapa tahun terakhir, diantaranya pengahargaan Adipura yang berhasil diraih lebih dari satu kali. “Kota Ambon pun semakin maju, menjadi kota yang aman dan damai serta bersih di siang hari dan terang di malam hari,” ungkap Tehuayo.

Di tahun 2015, Kota Ambon dibawah kepemimpinan Richard dan Sam juga mendapat penghargaan dari Ombudsmen RI sebagai kota terbaik dalam memberikan pelayanan publik.“Pemkot Ambon dapat menerapkan prinsip pelayanan publik secara efektif, efisien dan transparan serta akuntabel,” katanya.

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Muhammad Alfa Sikar mengungkapkan penilaian yang tidak berbeda. Kepemimpinan Richrad dan Sam menunjukkan keberhasilan yang baik.

Pembangunan infrastruktur sarana umum, serta pasar, disamping membaiknya kondisi keamanan di kota ini menjadi bagian dari indikator nyata, prestasi kerja Richard dan Sam selama ini.

“Secara konkrit, itu yang kita lihat. Tapi, idealnya, untuk menilai secara pasti, kita tentu harus lihat sejauh mana mereka melaksanakan visi-misi saat mereka mencalonkan diri dulu, lalu dikaji, pasti diketahui dengan jelas, apa saja yang sudah dicapai, apa yang belum,” jelasnya.

Berbagai prestasi tersebut pasti dapat lebih baik bila hubungan kerja antara Richard dan Sam tidak terganggu selama memimpin kota Ambon. Setelah dilantik, disebut-sebut berbeda pandangan dalam memimpin Kota Ambon, sehingga membuat adanya tarik ulur kepentingan dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan.

Puncaknya, mereka pun pecah kongsi menjelang Pilwalkot tahun 2017 nanti. Sam memilih menjadi pasangan Paulus Kastanya dalam Pilwalkot nanti, sementara Richard yang sebenarnya masih ingin berpasangan dengan Sam, belum juga menemukan pengganti Sam hingga saat ini.

Pada saat uji kelayakan dan kepatutan bakal calon Walikota Ambon yang digelar partai Golkar pada tanggal 4 Mei lalu, Richard mengungkapkan, sebenarnya Ia masih ingin berpasangan dengan Sam di Pilwalkot 2017 nanti. Dirinya pun pernah bertemu Sam, membicarakan masalah ini dan kepastian koalisi akan ditentukan akhir Juli.

Namun, hal ini tidak tepat bagi Sam. Karena, Sam tidak ingin berlama –lama dalam menentukan pilihan politik. Inilah yang menjadi penyebab, mereka tidak lagi berpasangan di Pilwalkot nanti.

Sementara informasi yang diterima Ambon Ekspres, retaknya hubungan Richard dan Sam lantaran komitmen politik yang dibuat oleh Richard dan Sam dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, tidak terlaksana dengan baik.

Ada lima poin yang dibuat dalam kesepakatan yang dibuat dan disetujui keduanya sebelum mereka menyatakan berkoaliasi untuk maju dalam Pilwalkot Ambon tahun 2011 lalu. Mereka menyatukan persepsi tentang pola penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kota berjuluk manise ini selama memimpin di periode pertama.

Namun Sam menilai Richard tidak menjalankan dengan baik empat poin komitmen, sehingga satu komitmen poin terakhir dari lima poin tersebut, yaitu kelangsungan PAPARISA di Pilwalkot 2017 nanti, dirasa tidak perlu lagi dipertahankan.

Apa saja empat poin kesepakatan yang telah dilanggar tersebut, baik Richard maupun Sam tidak membeberkannya. Richard dan sejumlah orang dekatnya yang dihubungi untuk dikonfirmasi, belum memberikan penjelasan.
Sementara, Sam, tidak menampik adanya poin-poin kesepakatan bersama Richard itu. Namun, dia tidak bersedia mengungkit lagi masalah tersebut.

” Itu sudah masa lalu. Sekarang kita berpikir bahwa ke depan saya dengan pak Polly akan pimpin kota ini. Jadi, saya tidak ada waktu lagi untuk bicara dengan pak Richard. Tidak perlu lagi ditanggapi lagi, kenapa kita pecah kongsi, itu tidak perlu lagi,” kata Sam Latuconsina ketika dikonfirmasi, seusai beramah tamah dengan pengurus PKPI Kota Ambon di kediamannya, kemarin.

Dimintai ketegasannya tentang komitmen tersebut. Sam tetap menolak memberikan penjelasan. Ditegaskan, itu sudah menjadi masa lalu baginya. “ Saya tidak mau berbicara tentang ( komitmen) itu karena saya tidak berpasangan lagi dengan beliau. Buat apa lagi dibicarakan. tidak perlu dibahas, anggap sudah selesai, kita sudah bangun kota ini lima tahun sama-sama dan pada akhirnya, ya untuk periode kedua, kita jalan masing-masing,” pungkasnya (MAN/TAB)

Most Popular

To Top