2 Tahun Tanpa Penyelesaian – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

2 Tahun Tanpa Penyelesaian

AMBON,AE.–– Dua tahun sudah kasus Tindak Pidana Pencucian Uang dengan tersangka Abdullah Vanath bolak balik polisi dan jaksa. Belum ada kepastian penyelesaiannya. Kemarin Direktorat reserse kriminal khusus berjanji lagi akan melimpahkan berkas Vanath. Pelimpahan ini untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu setahun lebih.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, sedang berkoodinasi dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Maluku, terkait kesiapan waktu pelaksanaan pelimpahan berkas perkara dan berang bukti kasus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, melalui Kepala Bidang Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Polisi Sulaiman Waliulu mengatakan, “Sesuai dengan janji kita (Penyidik Ditreskrimsus red), pelimpahan dan penyerahan berkas akan dilakukan usai Ramadhan. Saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak jaksa untuk menuntaskan kasus TPPU itu,” jelas dia, kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (14/7) kemarin.

Menurut perwira utama Polda Maluku ini, jika tak ada kendala, dalam waktu dekat pelimpahan dan penyerahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka ke jaksa, akan segera dilakukan.

Soal waktu pelaksanaan sendiri belum bisa dipastikan, kapan akan dilaksanakan, karena koordinasi sementara masih dilakukan. “Memang yang kami harapkan juga lebih cepat lebih baik. Kasus ini juga sudah terlalu lama. Kan tinggal menunggu kepastian waktu lalu diserahkan saja ke pihak jaksa,”paparnya.

Terpisah Koordinator LSM Paparisa Perjuangan Maluku Adhy Fadly mengatakan, kedua intitusi penegak hukum, harusnya lebih serius menuntaskan kasus tersebut. Sehingga kasus yang menjerat suami dari anggota Komisi hukum DPR RI itu, tidak perlu berlama-lama ditangani penyidik kepolisian.

“Kalau kita lihat, ini tidak ada keseriusan dan ketegasan dari pihak Kejaksaan Tinggi Maluku, untuk menuntaskan kasus TPPU Abdullah Vanath. Ataukah kejaksaan takut untuk memproses lalu mengadili yang bersangkutan karena isterinya. Kita butuh ketegasan dari jaksa untuk segara menetapkan waktu penyerahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka itu,”kata dia terpisah.

Vanath kata Fadly, sudah ditetapkan sekitar dua tahun lalu, dan berkas perkara sudah dinyatakan lengkap sejak hampir dua bulan lalu, tetapi kenapa, baik Kejaksaan Tinggi maupun polisi sendiri, sengaja mengulur waktu, untuk pelimpahan berkas perkara, agar tersangka segera di adili di pengadilan.

Direktur Eksekutif Molluccas Democratisation Voice (MDV) Maluku, Adith Sella, mengaku dari perjalanan kasus Vanath yang hingga saat ini belum juga masuk meja pengadilan, menandakan ketidak seriusan dari pihak Kejaksaan Tinggi dalam rangka pemberantasan korupsi di daerah ini.

“Alasan apalagi yang dipakai jaksa, apakah masih sibuk ? sehingga kasus Vanath yang sudah dua tahun ini, belum tuntas itu di biarkan. ini persoalan sebagai lembaga penegak hukum, tidak ada alasan lagi untuk segera menuntaskan kasus TPPU Vanath itu,”tegasnya. (AHA)

Most Popular

To Top