Belum Tuntas Wifi, Muncul Master Plan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Belum Tuntas Wifi, Muncul Master Plan

AMBON, AE.–– Dugaan korupsi timbul bagaikan jamur di musim hujan. Belasan kasus belum tuntas ditangani, datang lagi kasus baru. Satu kabupaten bisa muncul belasan kasus, satu instansi bisa terbongkar dua sampai tiga kasus. Dinas Pendidikan Seram Bagian Barat, maupun Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Maluku, jadi contoh buruknya.

Di Dinas Pendidikan SBB ada dua kasus, sedangkan di Infokom Maluku, juga ada dua kasus. Satu kasus baru saja ditangani jaksa Kejaksaan Tinggi Maluku, adalah pengadaan Wifi tahun 2015. Sekarang, muncul lagi kasus baru.
Proyek Master Plan, yang ditangani tahun 2015 telah dilaporkan, bahkan telah ditelaah dan dikaji laporan tersebut. Langkah awal pun telah dilakukan guna mengusut apakah proyek tersebut ada perbuatan yang melawan hukum atau tidak.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini di Kejati Maluku menyebutkan, permintaan keterangan dari Kadis Infokom, Ibrahim Sangadji, tidak hanya sebatas pengadaan Wifi pada kantor Gubernur Maluku. Pasalnya, dari 15 pertanyaan yang dilontarkan jaksa, ada juga pertanyaan seputar kegiatan Master Plan.

BACA JUGA:  Jaksa “Diamkan” Kasus 38 M

“Permintaan keterangan dari Kadis Infokom Kamis (14/7) itu, juga disisipkan pertanyaan terkait kegiatan Master Plan ini, “ungkap sumber koran ini. Dijelaskan lebih lanjut, terkait kegiatan Master Plan itu sendiri, nilai anggarannya Rp.750 juta. Namun, sejauh ini anggaran yang telah dicairkan sebesar Rp.200 juta lebih.

“Kegiatan Master Plan itu berlangsung di tahun anggaran 2015 lalu. Dari total dana Rp.750 juta, ternyata Rp200 juta lebih telah dicairkan, “urainya.

Hanya saja, tambah sumber yang enggan namanya disebutkan ini, ternyata dana Rp.200 juta lebih yang telah dicairkan, belum diserahkan kepada pihak ketiga yang merancang kegiatan tersebut.

“Dana Rp200 juta lebih sudah cair, tetapi tidak diserahkan kepada pihak yang mendesain kegiatan itu, “tandas sumber.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette saat dikonfirmasi terkait adanya laporan kegiatan Master Plan, enggan berkomentar. Karena, dirinya harus mengkonfirmasi dari tim terkait laporan tersebut.

“Kalau itu nanti saya cek tim dulu. Karena kalau ada laporan, nanti ditelaah dulu, baru ditindaklanjuti. Nanti kalau informasi terkait masalah itu (Master Plan, red) terkait penangannya sudah ditingkat apa, baru diberitahukan, “pungkasnya.
Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan, hendak dikonfirmasi terkait laporan itu, tidak berada ditempat.(AFI)

Most Popular

To Top