Manuver Syarif, Tak Pengaruhi PPP-PDIP – Ambon Ekspres
Politik

Manuver Syarif, Tak Pengaruhi PPP-PDIP

AMBON, AE—Pernyataan resmi Ketua DPW PPP Maluku Syarif Hadler atas keinginan maju sebagai bakal calon wakil walikota mendapingi Richard Louhenapessy, membuat kalangan PAC hingga DPC PPP mulai resah. Pasalnya dalam Rapimcab sesuai SK nomor 077, DPC telah menetapkan dukungan sepenuhnya kepada pasangan Paulus Kastanya-Sam Latuconsina.

Pernyataan Syarif Hadler untuk maju sebagai bakal calon atas dorongan kuat dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah kader partai ini, justru membuat partai berlambang Ka’bah ini pecah. Bahkan dianggap akan muncul dualisme baru, khususnya PPP Maluku.

Masuknya Syarif dalam bursa pencalonan, dinilai lebih sebagai upaya pecah belah PPP dukungan kepada Poly Kastanya dan Sam Latuconsina (Poly-Sam) untuk meraih rekomendasi PPP. Maju tidaknya Syarif bergantung pada pinangan resmi Richard Louhenapessy.

Sesuai SK DPP nomor 055 005/KPTS/DPP/VI/2016 tentang petunjuk pelaksana pilkada, yang dapat mengeluarkan keputusan dan merekomendasikan pasangan lain diluar hasil Rapimcab. Karena sampai dengan hari ini, belum ada pernyataan resmi dari Richard Louhenapessy untuk bersedia meminang Syarif Hadler maju ke Pilkada 2017 mendatang.

Ketua DPC PPP kota Ambon, Rovik Akbar mengatakan, pernyataan resmi Syarif Hadler tidak mempengaruhi kepengurusan PPP tingkat PAC maupun DPC. DPC PPP telah melakukan Rapimnas sesuai petunjuk pelaksana (Juklak) 005 tentang Pilkada, yang juga dihadiri 18 pengurus harian dan 4 PAC lengkap pada 13 Juli 2016.

Alasan itu, bagi Rovik menjadi jaminan dukungan PPP tidak pecah atau muncul dualisme kepengurusan baru pasca pernyataan resmi majunya ketua DPW PPP Maluku. Karena sesuai hasil pentahapan serta verifikasi yang dilakukan DPC sesuai juklak, yang kemudian hanya mengusulkan dua nama ke DPP yakni Poly-Sam.

BACA JUGA:  Cegah Pencabulan, Bela Diri Solusinya

“Tidak ada dualisme di PPP. Ada dinamika secara internal. Tetapi telah selesai saat Rapimcab kemarin. Semua yang berbeda pendapat sudah duduk bersama dalam Rapimcab yang dihadiri 18 pengurus harian dari 22 pengurus, dan dihadiri 4 PAC lengkap. Jadi tidak ada itu pecah suara,” kata Rovik kepada Ambon Ekspres di Balai Rakyat jalan Rijali Ambon, Jumat (15/7).

Sebagai Ketua DPC PPP, dia telah melaksanakan amanat partai sesuai Juklak, mulai dari pembukaan pendaftaran 16-25 Juni 2016. Atas saran Ketua DPW PPP Maluku Syarif Hadler, maka dilakukan perpanjangan waktu 2 hari sampai 27 Juni. Namun dari segala pentahapan tersebut, hanya pasangan bakal calon Poly-Sam yang resmi mendaftar.

Sehinga ketika DPC memastikan pendaftaran di tingkat DPP, sejak 26 Juni sampai 2 Juli 2016, tidak ada satupun bakal calon yang mendaftar via online atau lewat DPP. Sehingga pasangan Poly-Sam dianggap sebagai pasangan tunggal yang resmi mengikuti pentahapan PPP untuk memperoleh rekomendasi.

“Sampai tanggal 2 Juli, tidak satupun bakal calon yang mendaftar di DPP. Karena tidak ada berkas yang masuk ke kita. Jadi saya mau sampaikan bahwa keputusan majunya Pak Syarif itu, bertepatan dengan 1 hari setelah ditetapkan Rapimcab,” kata dia.

Disinggung soal sikap Syarif Hadler yang tidak menghargai mekanisme PPP, Rovik tidak mengakuinya. Namun menurutnya, bisa saja ini merupakan langkah strategis untuk memecahkan dukungan Poly-Sam maupun memecahkan PPP. Bahkan langkah strategis khusus untuk memecah konsentrasi Richard Louhenapessy selaku petahana.

BACA JUGA:  Friksi Tajam di PDIP-PPP

“Jadi bisa saja hasil majunya pak Syarif untuk memecah konsentrasi pak Ricarhd, atau untuk memecahkan dukungan ke Poly-Sam. Itu bisa saja. Karena belum ada informasi resmi dari pak Richard untuk memilih Pak Syarif. Jadi sikap politik seperti itu bisa saja,” tandasnya.

Ketua Fraksi PPP DPRD Ambon ini menilai, untuk peluang lobi-lobi ke DPP sesuai SK DPP yang dapat menentukan sikap diluar Rapimcab, dapat dilakukan Syarif selaku Ketua DPW PPP. Namun pastinya butuh pertimbangan juga dari DPC dalam memutuskan arah rekomendasi partai. DPC akan konsultasikan hal tersebut ke tingkat DPW dan DPP.

Ketua PAC PPP Teluk Ambon, Taha Abubakar menambahkan, pernyataan resmi maju ketua DPW PPP untuk berpasangan dengan Richard Louhenapessy, membuat pengurus PAC ragu. Namun PAC menganggap, kewenangan tertinggi ada pada DPP, hanya saja PAC memiliki pikiran yang sama dengan DPC. Sehingga soal penentuan rekomendasi, PAC hanya bersifat menunggu sekalipun mendukung keputusan DPC dalam Rapimnas.

“Kita tetap menunggu keputusan DPP nanti seperti apa. Apa yang menjadi keputusan partai menjadi kiblat bagi kita semua. Saya kira, dengan pernyataan majunya ketua DPW itu, kita tidak terganggu. Karena sesuai hasil Rapimcab, itu seluruhnya telah mengarah ke pasangan Poly-Sam. Tetapi kita tetap menunggu keputusan DPP,” singkatnya.

BACA JUGA:  Polisi Tak Serahkan Vanath ke Jaksa

Sekretaris DPC PDI-Perjuangan kota Ambon, Jafri Taihutu menjelaskan, munculnya pasangan baru untuk mendampingi Richard, bukanlah urusan PDI-P. Karena PDI-P juga menganggap Richard belum final. Sehingga bakal calon lainnya seperti Poly Kastanya dan Brury Nanulaita masih memiliki kesempatan yang sama untuk meraih rekomendasi.

“PDI-P tidak ada urusan dengan majunya Pak Syarif. Karena tiga nama sudah kita usulkan ke DPP pada saat Rakorwil di Natsepa Hotel. Yang mana tiga nama tersebut tanpa Pak Syarif Hadler. Sehingga ini tidak mengganggu proses rekomendasi PDI-P. Rekomendasi yang nantinya kita keluarkan adalah kepada pasangan bakal calon,” terang Jafri.

Menurutnya, persoalan tahapan Pilkada untuk PDIP bukan lagi menjadi kewenangan PAC, DPC maupun DPD. Tetapi domainnya sudah ada pada DPP. Sehingga DPP yang nanti memutuskan arah rekomendasi kepada pasangan mana.

Namun Jafri menolak, ketika rekomendasi dikaitkan dengan Syarif Hadler dan Poly-Sam. Dimana jika benar rekomendasi PDIP ke pasangan maka tentunya rekomendasi tidak diberikan kepada Richard jika dirinya resmi memilih Syarif Hadler sebagai pasangan wakilnya.

“Kita sementara menunggu perintah DPP. Apapun keputusan DPP maka akan dipatuhi dan dilaksanakan. Yang pasti DPC dan DPD sudah selesai, tanpa diikuti Pak Syarif. Karena mekanisme kita berbeda. Dan pastinya rekomendasi ke pasangan. Soal Richard memilih Syarif itu bukan urusan kita. Dan PDIP tidak mau berandai-andai,” tutupnya.(ISL)

Most Popular

To Top