Markir Motor, Dikira Lompat dari JMP – Ambon Ekspres
Rekam

Markir Motor, Dikira Lompat dari JMP

AMBON, AE.— Jempatan Merah Putih selalu ramai dikunjungi, tak hanya ramai oleh lalu lintas kendaran bermotor. Ada yang hanya sekadar berselfi, ada juga yang hanya duduk menikmati suasana diatas JMP. Namun kemarin, JMP kembali menjadi buah bibir, setelah dua orang remaja nekat melompat.

Sebuah sepeda motor yang terparkir di atas JMP memantik spekulasi tiga mahasiswa. Jeplin Sipaheluth (19), Kelvin Siwalette (19), dan Delvin Sipaheluth (15), mencurigai sepeda motor itu. Saat itu ketiga orang ini sedang menikmati suasana diatas Jembatan Merah Putih.

Beberapa saat kemudian datang seorang lelaki yang belakangan dikenal sebagai Andre Arie Rahman, Salah satu Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Dia menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Mio Soul GT warna putih ungu dengan nomor Polisi DE 2263 DB. Motornya diberhentikan tepat dibawah tanda larangan Stop.

Saat itu jarum jam menunjukan pukul 22.20 Wit, Kamis (14/7). Keasyikan mengobrol, ketiganya tak lagi memperhatikan Andre. Ketika ditengok, hanya tersisa sepeda motor milik Andre. Ketiganya terkejut. Lalu menduga-duga, Andre telah melompat ke laut. Ketiganya lantas melapor ke polisi.

Polisi mencoba mencari Andre. Namun tak ketemu. Akhirnya mereka juga menduga Andre melompat dari JMP ke laut. Polisi bertambah curiga, ketika Antoni Tasijawa (29), Gibson Tasijawa (24), Loit Tasijawa (21), yang ditanya, mengaku mendengar ada suara benda jatuh dari atas JMP.Namun, mereka tak bisa memastikan apa yang jatuh.

Aparat kepolisiaan Polres Ambon, Personil Pos Pam JMP di Lampu Lima dan yang di dekat Kampus Unpatti langsung mendatangi TKP. Selanjutnya menggunakan perahu milik masyarakat di sekitar pantai Desa Rumah Tiga untuk mencoba melakukan penyisiran dan pencarian di lokasi yang diduga pria itu melompat sampai radius kurang lebih 300 meter.

Penyisiran dibibir pantai juga dilakukan, namun tidak ditemukan Andre.”Jadi,informasi dia loncat juga semakin menyakinkan kita saat itu,”ungkap KBO Satreskrim Polres Ambon,Iptu Isak Salamor,Jumat (15/7).

Polisi kemudiaan berkordinasi dengan Basarnas. Sekitar pukul 01.15 WIT dini hari Tim Basarnas tiba di TKP dan langsung melakukan pencarian dan penyisiran diseputaran areal yang diduga tempat korban terjun degan. Basarnas menggunakan satu unit speedboat saat itu.

Penyisiran dilakukan hingga sekitar pukul 03.30 WIT. Namun Basarnas juga tidak berhasil menemukan jejak Andre. Pencarian akhirnya dihentikan, dan dilanjutkan Jumat (15/7) dengan menambah peralatan speedboat, serta melakukan penyelaman guna mencari korban. ”Basarnas cari sampai pagi ini,” kata Salamor.

Setelah diselidiki, diketahui kendaran yang ditinggalkan Andre itu milik salah satu PNS di kantor Gubernur, bernama Arif Rahman. Sepada motor ini sudah diamankan di Polres Ambon.

”Kemarin (Kamis) pagi itu dia (Andre) pinjam motor dari beta (saya).Cuman pas dia kasi tinggal motor di atas JMP itu ada teman satu kantor (Nurul) kenal motor lalu dia telepon kasih tau, kalau motor saya itu ada parkir di atas Jembatan,”ungkap Arif di Mapolres Ambon saat menghadap panggilan Polisi untuk dimintai keterangan kemarin.

Setelah mendapat informasi itu, dia kemudian mencoba menghubungi Andre, namun nomor Handpone-nya tidak aktif.”Jadi,tadi (kemarin) pagi sekitar jam 10 lewat kembali hubungi katanya dia sudah di Masohi. Beta (saya) tanya kanapa pigi kastinggal motor, dia bilang ada taman ajak ke Masohi. Lalu dia kastinggal motor di situ. Katanya dia juga sudah hubungi beta kasi tau posisi motor. Memang ada lapon semalam cuman, dia hubungi dengan nomor baru jadi beta tidak terima telepon. Dia juga bilang saat ini kalau dia sudah dari Masohi ke Bula,” jelas Arif.(ERM)

Most Popular

To Top