Sahuburua-Ralahalu Dipusaran Repo – Ambon Ekspres
Amboina

Sahuburua-Ralahalu Dipusaran Repo

AMBON,AE.–– Janji tim penyelidik Kejaksaan Tinggi Maluku untuk memanggil mantan Komisaris PT Bank Maluku, Zeth Sahuburua yang juga wakil Gubernur Maluku, terkait Transaksi Repo Bank Maluku, dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini orang nomor dua di Maluku itu belum juga dipanggil untuk dimintai keterangan.

Rencana pangilan terhadap wakil Gubernur Maluku itu, karena disaat transaksi Repo antara PT Bank Maluku dengan PT.AAA Securitas, Sahuburua masih menjabat Komisaris Utama PT Bank Maluku-Malut. Secara struktural jabatan, transaksi yang bernilai ratusan Miliar itu, harus diketahui Sahuburua.

Selain Sahuburua, kejaksaan juga berjanji akan memanggil mantan Gubernur Maluku selaku pemegang saham pengendali Bank Maluku, Karel Alberth Ralahalu. Ada juga mantan direktur Utama (Dirut) Bank Maluku, Dirk Soplanit serta mantan direktur Pemasaran Bank Maluku, Wellem Patty. Namun hingga kini, pihak-pihak tersebut belum juga dipangil oleh ejaksaan untuk dimintai keterangan.

Praktisi hukum, Mourits Latumeten meminta kejaksan jangan hanya bisa berjanji akan memanggil beberapa orang yang diduga mengetahui transaksi repo. “Kita hargai prosedur hukum yang dilakukan oleh kejaksaan. Tetapi kalau memang sudah diagendakan panggilan terhadap beberapa pihak itu, namun belum dilakukan, maka harus dipertanyakan, “kata dia.

Trasaksi Repo antara Bank Maluku dengan PT.AAA Securitas, mengakibatkan kerugian pada Bank Maluku sebesar Rp.268 Miliar. “Dalam transaksi Repo itu tidak ada surat perjanjian berupa memorandum antara Bank Maluku dengan PT.AAA Securitas. Jadi memang Bank Maluku mengalami kerugian yang sangat besar nilainya, “tandas Latumeten.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang juga dikonfirmasi pertanyaan yang sama, enggan berkomentar. “Kalau soal itu saya belum tahu secara pasti. Kalau Kasidik (Ledrik Takandengan, red) yang lebih tahu, “terangnya.

“Lagipula kasus Repo ini masih dalam proses penyelidikan, jadi masih bersifat rahasia. Kalaupun ada pihak terkait yang dipanggil untuk dimintai keterangan, kalian nanti pantau saja di Kejaksaan, “lanjutnya.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini dilingkup Kejati Maluku menyebutkan, tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, mengagendakan permintaan keterangan dari beberapa pihak, terkait transaksi Repo Bank Maluku (BM) dengan PT.AAA Securytas, usai hari bhakti Adhyaksa (HBA).

“Usai HBA baru tim agendakan panggilan kepada beberapa pihak terkait seperti Ralahalu, Soplanit dan Patty. Sepertinya tanggal 25 bulan ini baru intens pemeriksaan. Karena banyak jaksa yang sibuk dengan perayaan HBA, soalnya banyak kegiatannya, “kata sumber koran ini.

Terhadap Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Kejaksaan perlu meminta ijin Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Kalau Wagub mungkin perlu Ijin. Karena sekarang beliau kan wakil gubernur Maluku, “terang sumber.
Lebih lanjut sumber membeberkan, selain Sahuburua, ada juga beberapa kepala daerah yang akan dipanggil.

Namun belum diketahui secara pasti, selain Wakil Gubernur, Zeth Sahuburua, siapa kepala daerah yang akan dipanggil oleh kejaksaan.

“Ada beberapa kepala daerah yang rencananya akan dipanggil. Tetapi saya juga belum tahu pasti. Kalau pak Wakil Gubernur memang akan dipanggil. Itu juga perlu ijin, “tandasnya. (AFI)

Most Popular

To Top