Akar Rumput PDIP “Berontak” Lagi – Ambon Ekspres
Politik

Akar Rumput PDIP “Berontak” Lagi

Akar rumput PDIP marah lagi. Mereka memastikan telah ‘meninggal’ Richard Louhenapessy dalam proses perebutan rekomendasi, karena dia memilih Syarif Hadler. Mereka mendesak DPC dan DPD PDIP Maluku mendukung pasangan Walikota dan wakil Walikota Ambon,  Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina dengan sejumlah pertimbangan rasional.

Ketua PAC PDIP Sirimau, Sony Laimera kepada wartawan, Kamis (28/7) mengatakan, sikap Richard memilih Syarif sebagai wakilnya, tidak sesuai dengan mekanisme internal. Sikap itu secara otomatis memutuskan hubungan dia dengan PDIP.

Sehingga, bagi PDIP, tidak ada lagi nama Richard dalam daftar perebutan rekomendasi.”Ketika Richard menentukan pilihan dengan pak Syarif, maka bisa saja kami ucapkan good bye (selamat tinggal) untuk pak Richard,”kata Sony.

Dia mengakui, sejak awal, akar rumput partai telah mendukung pasangan Poly-Sam. Dukungan ini bersandar pada hasil survei internal yang menempatkan keduanya meraih 90 persen lebih dukungan dari PAC, Ranting dan Anak Ranting.

Namun, dalam proses penjaringan, elit PDIP sempat membangun komunikasi politik dengan calon Walikota petahana itu. Hingga sampai pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di The Natsepa Hotel, dimana PDIP mengusulkan Richard ke DPP dengan dua nama balon wakil, yakni A.E. Rizal Sangadji dan Tady Salampessy.

Tetapi, PDIP menilai Richard tidak konsisten dengan memilih Syarif sebagai wakilnya. Sikap inskonsistensi inilah yang menambah kekuatan bagi akar rumput untuk tetap mempertahanakan pilihan mereka yang dinyatakan sejak awal.

“Bagi kami PDIP, terutama di level kecamatan, desa dan ranting tetap menjaga konsistensi mendukung pasangan Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina. Karena bagi kami, yang dibutuhkan dalam politik adalah konsistensi. Jadi sikap inskonstensi pak Ris, tidak sesuai dengan roh perjuangan partai,”terangnya.

Ketua PAC Leitimur Selatan, Dony Pattileuw menilai, justeru Richard yang saat ini masih mengemis dan berharap diusung oleh PDIP.”Yang terjadi saat ini Richard yang justru mengemis dan berharap mendapatkan rekomendasi PDI Perjuangan. Tapi naif kalau kami usung beliau dengan pak Syarif,”tandasnya.

Sebagai partai besar, PDIP tidak mungkin melecehkan aturan yang telah dibuat soal perekrutan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dimana, yang diusulkan adalah pasangan calon, bukan calon tunggal lalu diberi wewenang memilih wakil.

“Kita ini partai pemenang pemilu dengan mekanisme yang ketat. Jadi, jika tidak ada unsur kader dalam format pasangan, maka rekomendasi sulit mereka dapatkan. Apalagi (Syarif) tidak mendaftar sama sekali,”kata dia.
Segera Ditetapkan

Sementara itu, ketua PAC Nusaniwe Rudolf Pattiasina meminta agar DPC PDIP Kota Ambon dan PDIP Maluku segera mendorong DPP untuk mengeluarkan rekomendasi. Sebab, dia menilai, Richard sudah mempermainkan PDIP dan berdampak negatif.

“Ini merupakan dinamika yang melemahkan PDI Perjuangan yang dimainkan oleh calon tertentu. Karena itu, kami berharap agar DPC dan DPD mendorong DPP agar segera mengeluarkan rekomendasi. Kalau tidak, dampak negatifnya sangat besar bagi konsolidasi partai,”katanya.

Dia mengingkatkan DPP agar membuat keputusan yang sesuai dengan keinginan akar rumput partai, yakni mendukung pasangan Poly dan Sam. Sebab, pasangan ini sudah memenuhi semua aspek.

Misalnya, sebut dia, Poly Kastanya secara de facto sudah menjadi kader PDIP. Tinggal menunggu Kartu Tanda Anggota (KTA). Ini penting, karena dia, PDIP punya kepentingan besar pada pemilihan umum legislatif dan Presiden dan Pilkada kota Ambon sebagai batu loncatan.

“Target politik kita bukan hanya Pilkada. Pilkada ini hanya sebagai batu loncatan PDIP dalam menghadapi pemilihan legislatif dan presiden nanti,”paparnya.(TAB)

Most Popular

To Top