Berebut 5 Parpol Tersisa – Ambon Ekspres
Politik

Berebut 5 Parpol Tersisa

AMBOB,AE.— Dua pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Ambon, Paulus Kastanya-Muhammad Armin Syarif (Sam) Latuconsina dan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler, terus berburu rekomendasi partai politik. Sampai kemarin, masih tersisa lima parpol yang belum menetapkan akan ke pasangan mana mereka berlabuh, atau justeru berani mengusung calon baru.

Lima parpol tersebut, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 4 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2 kursi, Demokrat 4 kursi dan PDI Perjuangan 5 kursi. Pasalnya, tiga parpol lainnya, yakni Demokrat Nasional Demokrat (Nasdem) 4 kursi, dan Partai Bulan Bintang (PBB) 2 kursi serta Golkar telah memberikan dkungan, meski belum dalam bentuk surat keputusan (SK) kepada Richard Louhenapessy.

Dukungan itu masih bersifat sementara. SK DPP yang harus ditanda tangani oleh ketua dan dan sekretaris jenderal sebagai syarat pendaftaran, akan diterbitkan dalam waktu dekat setelah Richard menentukan balon wakilnya.
Ketiga partai ini memberi wewenangan kepada Richard untuk menentukan wakilnya. Dan Richard telah memilih Syarif. Tetapi, hingga kemarin, SK itu belum juga diterbitkan.

Golkar memastikan tanggal 1 Agustus akan mengesahkan Richard dan pasangannya. Sementara Nasdem dalam waktu dekat akan mengeluarkan SK yang tentunya ditanda tangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal. Begitu juga PBB.

“Jadi, kalau pak Richard sudah menentukan wakilnya siapa, baru DPP Nasdem menerbitkan SK sebagai tiket untuk mendaftar di KPU (Komisi Pemilihan Umum). Dalam waktu dekat sudah bisa dikeluarkan,”kata ketua bidang politik DPD Partai Nasdem Kota Ambon, Mahmud Tuasikal kepada Ambon Ekspres, Kamis (28/7).

Ketua DPC PPB Kota Ambon, Riduan Hasan menegaskan, keputusan PBB sudah final mengusung Richard sebagai bakal calon walikota. Siapa pun balon wakil walikota yang dipilih Richard, PBB tetap mendukung.

Berbeda dengan PPB, Nasdem dan Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 3 kursi dan Partai Keadilan dan Persatuan Pembangunan (PKPI) 2 kursi dan Partai Amanat Nasional (PAN) 1 kursi, telah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Poly-Sam. Hanura dan PKPI terlebih dahulu mengeluarkan rekomendasi.

Disusul PKS mengesahkan dukungan kepada Paulus dan Sam, Rabu (27/7) dan PAN, Kamis (28/7) di Jakarta. Akumulasi kursi empat partai ini sebanyak 8. Dengan demikian, mereka sudah bisa mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Guna membangun koalisi yang kuat, pasangan ini tetap berusaha mendapatkan dukungan politik dari partai lainnya.

“Kita siap memenangkan pasangan PANTAS. Karena keputusan rekomendasi PAN telah diberikan kepada PANTAS. Sehingga wajib bagi kita untuk siap memenangkan pasangan Poly-Sam ini. Dan kita siap bekerja untuk memenangkan PANTAS untuk Pilwakot tahun depan,”kata ketua Bapilu dan Ketua Tim Pilkada DPW PAN Maluku, Wardatu Uar saat dikonfirmasi Ambon Ekspres, Kamis (28/7).

Lantas, kemana kecerungan dukungan politik lima partai lainnya? pimpinan daerah partai-partai tersebut belum memberikan kepastian. Proses masih tengah berlangsung. Meski sebagian dari mereka telah memberikan sinyal kuat partainya akan mendukung pasangan tertentu.

Diantaranya, Partai Gerindra. Partai pimpinan Probowo Subianto itu secara tegas menolak Richard. Sebabnya, Richard dinilai tidak komitmen, menggandeng kader mereka, Lutfi Sanaky. Sikap resmi itu dinyatakan dalam rapat internal DPC Gerindra kota Ambon, beberapa hari jelang lebaran.

Setelah Richard memilih Syarif, Gerindra dikabarkan mengalihkan dukungan kepada pasangan Poly-Sam. Dalam beberapa kesempatan wawancara, Poly dan Sam mengaku, mendapat sinyal kuat dari Gerindra akan mengusung mereka.

Namun, ketika kemarin Ambon Ekspres mencoba memastikan, Gerindra belum mau berkomentar. Baik dari pengurs DPC Kota Ambon maupun DPD provinsi Maluku yang dihubungi secara terpisah.

Sama seperti Gerindra, PDIP juga telah memantapkan pilihan kepada pasangan Poly-Sam, setelah Richard tidak menggandeng A.E. Rizal Sangadji dan Tady Salampessy, dua balon Wawali yang disodorkan PDIP. Terutama dari akar rumput partai.

“Ketika pak Richard memilih pak Syarif sebagai wakilnya, maka secara otomatis PDIP mengucapkan good bye (selamat tinggal) untuk Richard. Untuk itu, kami tetap pada komitmen awal, bahwa pilihan jatuh kepada pasangan Poly dan Sam,”kata ketua PAC PDIP Sirimau Sony Laimera, kemarin.

Meski begitu, sebagian elit PDIP di tingkat kota dan provinsi, masih mencoba berharap Richard memilih kader mereka. Namun, kata Sony, tidak lagi berpengaruh. Awal Agustus rekomendasi PDIP akan dikeluarkan.

Direktur Resco, Muhammad Jais Patty mengatakan, kecil kemungkinan PDIP dan Gerindra merekomendasi Richard dan Syarif. Kecewa dan tetap menegakan mekanisme partai soal perekrutan bakal calon, dimana yang direkomendasi harus berproses, menjadi dua alasan kuat bagi partai ini.

“Tentu saja ada alasan politis lainnya. Tetapi, kemungkinan itu lebih disebabkan oleh faktor kekecewaan terhadap Richard yang tidak memilih wakil yang disodorkan. Juga mekanisme, dimana dia mengambil pak Syarif yang tidak mendaftar dan berproses,” kata Jais.

Sedangkan Partai Demokrat, menurut analisis politik dan Pilkada itu, juga demikian. Pasalnya, baik Richard maupun Syarif tidak mendaftar. Hanya Poly-Sam dan Brury Nanulaitta. Tetapi, kala itu Brury mendaftar tanpa wakil.
Sehingga menurut dia, kemungkinan besar rekomendasi akan diberikan kepada Poly-Sam. Sebab, dari pendekatan survei keduanya mengungguli Brury. Kemudian, Demokrat juga tidak mau repot membuat format pasangan baru.

“Olehnya itu, kecil kemungkinan Brury lolos sebagai calon. Selain hanya berharap pada PDIP, dia tidak memiliki survei yang tidak signfikan. Ini jika pertimbangan rasional dan objektif yang dipakai oleh Demokrat,”paaprnya.
Yang menarik adalah PKB, karena partai ini tidak mendorong kadernya untuk berpasangan dengan Richard. Tetapi, jika indikator yang dipakai adalah hasil survei, maka Richard dan Syarif sangat berpeluang diusung.

“Pertama, tidak ada calon yang mereka sodorkan ke Richard. Kedua, kalau berdasarkan hasil survei internal, maka ootomatis mereka akan memilih Richard. Karena Richard punya elektabliatas yang signifikan,”jelasnya.

Disinggung soal PPP, Jais menilai, pasangan PANTAS dan Richard-Syarif sama-sama berpeluang. Kemungkinan ke Richard-Syarif, karena Syarif adalah tokoh, anggota DPRD sekaligus ketua DPW PPP Maluku. Kelemahannya, dia tidak mengikuti mekanisme yang disyaratkan dalam Juklak (Petunjuk Pelaksana).

Pasangan PANTAS juga kemungkinan diusung. Alasannya, Sam adalah bagian dari PPP meski bukan kader, dan pasangan ini berproses sesuai mekanisme. Mulai dari pendaftaran hingga uji kelayakan dan kepatutan di DPP.

“Karena itu, saya tidak bisa mengomentari lebih jauh. Ini sudah menjadi kewenangan internal PPP. Intinya, dua pasangan ini sama-sama punya peluang,”jelasn dia lagi.(TAB)

Most Popular

To Top