Buruknya Kinerja Direktorat Krimsus – Ambon Ekspres
Amboina

Buruknya Kinerja Direktorat Krimsus

AMBON,AE.–– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, mulai menutup diri terkait perkembangan kasus dugaan Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan bupati kabupaten Seram Bagia Timur Abdullah Vanath. Rencana untuk menyerahkan barang bukti serta tersangka kepada Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Maluku belum kunjung terlaksana.

Abdullah Vanath telah ditetapkan sebagai tersangka pada November 2014. Ini setelah penyidik menemukan dua alat bukti kuat bahwa Vanath menyalahgunakan uang negara dengan memindahkan uang milik Pemkab SBT sebesar Rp2.5 miliar ke rekening pribadinya. Dia lalu menikmati bunga dari tabungan deposito itu.
Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), akibat ulah Vanath ini, negara dirugikan Rp600 juta. Vanath kemudian mengembalikan Rp500 juta, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, penyidik pada Direktorat Resort Kriminal Khusus Polda Maluku dua kali melimpahkan berkas kasus tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku.

Setelah meneliti, jaksa kemudian menyatakan berkas tersebut telah lengkap atau P21. Sehingga, penyidik Polda Maluku sudah dapat menyerahkan barang bukti serta tersangka kepada JPU atau tahap II.

Namun, Polisi terus menunda penyerahan berkas serta tersangka. Awalnya polisi beralasan, tertundanya penyerahan itu lantaran keberadaan Abdullah Vanath tidak diketahui.

Belakangan, polisi membuat rencana , barang bukti serta tersangka dilimpahkan setelah hari Raya Idul Firi lalu. Namun hingga kemarin, rencana itu belum kunjung dilaksanakan. Apa kendalanya, polisi memilih menghindar ketika ingin dikonfirmasi.

Fahri Bachmid, Kuasa Hukum Abdullah Vanath ini ketika dihubungi mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menerima surat panggilan dari penyidik Polda Maluku terkait penyerahan barang bukti serta tersangka.
“ Kalau ada surat dari penyidik, itu melalui saya. Tapi sampai sekarang, belum ada surat resmi dari penyidik yang sampai di saya. Kalau ada, pasti kami tindaklanjuti,” ungkapnya, kemarin.

Pengamat hukum Universitas Pattimura (Unpatti) Nasarudin Tianotak mengatakan, tertundanya kasus Vanath karena sikap polisi yang kurang serius dalam mengusut kasus yang menjerat bupati SBT dua periode itu.

Kinerja polisi, kata Tianotak, bukan hal baru. Sejak awal menangani kasus tersebut, penyidik kurang serius dengan alasan-alasan yang kurang rasional. “ Dulu pernah beralasan, menunggu hasil audit BPK tentang kerugian negara. Setelah hasilnya diperoleh, kan proses hukum sempat ditunda-tunda juga,” katanya, Kamis (28/7).

Apakah itu karena Vanath merupakan mantan pejabat yang mempengaruhi polisi dalam bekerja? Tianotak menegaskan, dalam penegakkan hukum, tidak dibenarkan ada tebang pilih. Pejabat sekalipun, harus diproses secara baik dan tegas. Vanath yang saat ditetapkan sebagai tersangka masih menjadi bupati SBT, harus diperlakukan sama seperti orang lain.

” Kalau dugaan adanya kongkalikong atau main mata, saya kira ini bukan hal baru. Nah, kita berharap, penyidik bisa lebih tegas, agar membuat publik tidak menaruh curiga. Apalagi ini kasus terkait mantan pejabat,” ujarnya.

Pengamat hukum Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Dayanto mengatakan, dalam proses pengakkan hukum, sikap tegas aparat penegak hukum sangat dibutuhkan, terutama oleh publik.“ Tidak salah, jika publik kemudian ragu dengan kinerja aparat penegak hukum bila kinerjanya lambat,” kata Dayanto.

Direktur Parliament Responsive Forum (PAMOR) ini mengatakan, yang terlihat di Maluku hingga saat ini, proses hukum, terutama terhadap kasus dugaan penyalahgunaan uang negara, ada aparat penegak hukum tertentu yang menunjukkan kerja serius sampai menetapkan tersangka.

Namun, lanjutnya, semangat itu mengendor ketika tersangka ditetapkan. Publik pun pesimis kendati proses hukum telah sampai di tahap penyidikan. “Di awal-awal, penegak hukum bisanya serius. Dan itu, ditingkat tertentu membuhkan optimisme kita semua.

Tapi, pelan –pelan ke sana, dia kemudian mengendur, bahkan awal-awal yang kelihatan cepat dan serius, dia masuk di jalur lambat, kita melihat komitmen itu semakin melemah,” ungkapnya.(MAN)

Most Popular

To Top