Ditombak, 2 Luka Parah, Satu Hilang – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Ditombak, 2 Luka Parah, Satu Hilang

TUAL, AE.–– Penyerangan berdarah menyebabkan 4 orang mengalami luka parah, satu diantaranya hilang setelah jatuh di air laut. Empat orang ini diserang oleh empat orang tak dikenal, dua orang menggunakan penutup wajah. Sampai kemarin, para pelaku masih dikejar polisi.

“Kejadian berdarah ini dipicu perebutan posisi kepala dusun di Desa Pulau Ut, Kecamatan Dulah Selatan, Kota Tual,” kata Kapolres Malra, AKBP Agus Riyanto, saat dihubungi Ambon Ekspres via telefon selulernya Kamis (28/7) usai dari Ut.

Empat orang Ilham Rumangiar, Hidayat Rumangiar, Maulana Rumangiar dan Bahudin Rumangiar pada pukul 07.00 (pagi) mencari ikan di pantai Nadiun. Sekitar pukul 09. 00, datanglah empat orang yakni Awaludin Rumangiar dan Haji Abdullah Rumangiar bersama dua orang bertopeng. Setelah menghampiri korban, pelakupun menanyakan kepada ke-4 korban tersebut, dengan menggunakan dialeg setempat, “dapat ikan ka seng, “tutur kapolres meniru perbingan pelaku dan korban.

Usai pelaku menanyakan korban, tiba-tiba salah satu korban Ilham Rumangiar diserang oleh Awaludin Rumangiar dan Haji Abdullah Rumangiar menggunakan tombak dari arah belakang. Setelah di tombak Ilham langsung jatuh ke laut dan tombakpun terlepas. Selesai menyerang Ilham, Awaludin, Haji Abdullah dan kedua orang bertopeng tersebut langsung menyerang tiga korban lainnya, Hidayat Rumangiar, Maulana Rumangiar dan Bahudin Rumangiar secara membabi buta menggunakan tombak.

BACA JUGA:  Berkas Dua Tersangka Cabul Masuk Jaksa

Ketiga korban inipun jatuh ke laut, karena mengalami luka parah disekujur tubuhnya. Ilham yang tidak mengalami luka parah tersebut berupaya ke desanya (Pulau Ut) dan menyampaikan kejadian tersebut kepada warga. Mendapatkan informasi tersebut, warga langsung menghubungi Polres Malra.

Kapolres bersama anggotanya bergegas ke desa Ut.Tiba disana, dia langsung bersama Warga menuju TKP (pantai nadun) untuk mencari tiga korban lainnya di laut. Dalam pencarian hanya dua orang yang berhasil ditemukan, yakni Hidayat dan Maulana dengan luka parah disekujur tubuhnya, sedangkan satu korban yakni Bahudin sampai sekarang belum ditemukan.

Setelah melakukan penyerangan terhadap empat korban tersebut, keempat pelaku ini langsung melarikan diri. Kata Kapolres, berdasarkan keterangan IR, diketahui nama AR dan HAR sebagai pelaku, sementara dua lainnya belum diketahui, karena menggunakan topeng.

Kapolres langsung membentuk tim untuk melakukan pengejaran terhadap empat pelaku. Polisi juga telah telah berkoordinasi dengan pihak bandara dan pelabuhan untuk menutup akses pergerakan para pelaku. Selain itu, dia juga melakukan koordinasi dengan Polres SBT untuk menyebarkan foto pelaku.

BACA JUGA:  Fahri Hamzah: Kayak Negara Punya Dia Aja

Diketahui, kejadian berdarah ini terjadi akibat kesalahpahaman antara pihak korban dan pelaku. Pasalnya, korban tidak setuju melakukan pemilihan ulang terhadap kepala dusun baru.

“Kesalahpahaman ini sudah dilaporkan ke kita. Dan kita beserta Kabag (Kepala bagian) Pemerintahan Kota Tual sudah memediasi kesalahpahaman tersebut, bahkan mereka (korban dan pelaku) sudah menandatangani surat pernyataan berdamai pasca kesalapahaman di desa mereka itu, agar tidak terjadi permasalahan,” pungkas Kapolres.(MG1)

Most Popular

To Top