Edwin Huwae: PDIP Sudah Final – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Edwin Huwae: PDIP Sudah Final

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku, Edwin Adrian Huwae menegaskan, semua proses di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sudah selesai. Kini, hanya menunggu penetapan rekomendasi. Siapa pun yang akan diusung, Edwin menjamin PDIP tetap utuh.

“Ditingkat DPP semuanya sudah final (selesai). Tinggal menunggu waktunya saja,”kata Edwin menjawab pertanyaan wartawan di Kantor DPRD Maluku, Rabu (3/8). Edwin memastikan, meski konstalasi pilwlakot maupun di internal PDIP menghangat, namun PDIP tetap solid. Saling mendukung pasangan calon tertentu hingga adanya ancaman pemecatan, kata dia, bagian dari dinamika yang nyaris ada di semua partai politik.

“Terkait dengan internal PDIP sekarang ini, saya kira dinamika seperti itu biasa. Tetapi, saya juga mengimbau kepada kader PDIP, agar jangan lagi mempertentangkan masalah rekomendasi kepada siapa. Pada akhirnya kita tahu sendiri, akan diberikan kepada siapa ,”ujarnya.

Ketua DPRD Maluku itu juga mengaku, PDIP tidak bimbang dalam menetapkan rekomendasi. Hanya melihat dan menelaah situasi politik yang tengah terjadi di Ambon menjelang perhelatan Pilwalkot.

“Kami tidak bimbang sama sekali. Tetapi kami masih mencermati suasana ataupun situasi politik yang terjadi saat ini seperti apa,”katanya.

Dia juga membantah, lambatnya penetapan rekomendasi karena ada tarik ulur kepentingan politik elit di internal PDIP. Pasalnya, penetapan rekomendasi tidak keluar dari nama-nama yang telah diusulkan, yakni pasangan Paulus Kastanya dan Sam Latucosina, Richard Louhenapessy yang disandingkan dengan A.E.Rizal Sangadji dan Mohamad Tady Salampessy, serta balon Walikota Brury Nanulaitta.

“Bohong. Itu tidak ada tarik ulur yang menyangkut dengan kepentingan elit politik. Kita tetap mengacu pada nama-nama yang telah diusulkan ke DPP,” tandasnya.

Huwae juga menambahkan, prinsipnya PDI Perjuangan tidak bergantung atau mengikuti arah partai lain dalam menentukan rekomendasi. Hal itu dikarenakan PDI Perjuangan merupakan partai pemenang untuk Maluku secara umum, dan Kota Ambon secara khusus.

“Kami punya keyakinan dan pertimbangan sendiri untuk mengeluarkan rekomendasi. Untuk apa kita bergantung pada partai lain, mesin partai kita siap kok untuk bekerja,”tutupnya.

SESALKAN ELITE
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Leitimur Selatan (Leitisel) Dony Pattileuw mengatakan, apapun keputusan DPP nantinya, semua kader siap mengamankan. Hal itu sudah fatsun yang telah dilaksanakan sejak dulu dalam sejumlah Pilkada.

“Saya sependapat dengan ketua DPD. Karena itu, kami di PAC, Ranting dan Anak Ranting siap bekerja memenangkan siapa pun yang akan diusung oleh PDIP. Dinamika itu biasa. Partai ini besar, karena dinamikanya,”kata Dony saat menghubungi Ambon Ekspres, tadi malam.

Meski begitu, Dony dan pimpinan PAC lainnya, pengurus Ranting dan Anak Ranting menyesali pernyataan beberapa elit PDIP dia media massa soal dukungan mereka terhadap pasangan Poly dan Sam.

“Saya dan teman-teman sedikit kecewa dan menyesal ketika beberapa hari lalu sampai hari ini (kemarin), pimpinan DPD menanggapi dan mengancam kami di media massa,”ungkapnya.

Kalaupun langkah mereka, kata dia, dinilai salah oleh DPD, maka harus ditegur secara organisatoris. Dengan cara dipanggil dan ditanyai di sekretariat partai, lalu diberi teguran jika dianggap salah dan merugikan partai.

“Dalam partai besar ini dan sudah matang, maka menurut saya, kalau ada kesalahan yang dibuat oleh PAC, maka sekiranya sebagai pimpinan DPD bisa memanggil kita untuk memberikan teguran.

Bila perlu, jika teguran itu sifatnya keras, kami tetap terima. Karena di PDIP, kita menghargai senioritas. Tapi bukan di media terbuka. Kami pimpinan di kecamatan. Kami bukan anak kecil,”kesalnya.

Dony juga mengaku tersinggung, dengan dugaan bahwa PAC ditunggangi kepentingan elit tertentu dalam rangka mendukung pasangan Poly-Sam. Pahadal, sesungguhnya jelas dia, dukungan terhadap pasangan dengan akronim PANTAS itu, murni karena aspirasi dari Ranting dan Anak Ranting.

Dukungan terhadap PANTAS, kata dia, berdasarkan sejumlah pertimbangan. Diantaranya, pasangan dianggap melakukan komunikasi yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan mendatangi langsung ranting dan anak ranting serta

PAC.
Selain, karena sedari awal Poly dan Sam telah menyatakan diri berpasangan. Kemudian Poly sendiri juga menyatakan diri bergabung dengan PDI Perjuangan. “Inilah yang teman-teman inginkan. Mereka (Poly dan Sam) turun ke bawah untuk ketemu teman-teman. Karena itu, mereka menghargai dan mendukung PANTAS. Nah, kami hanya memperjuangkan aspirasi teman-teman di bawah. Bukan karena ditunggangi elit,”tegasnya.

Terkait ancaman pemecatan jika tidak mengamankan rekomendasi, Dony mengaku, itu sudah menjadi hal baku. Tetapi, selama ini dalam beberapa kali Pilkada, akar rumput selalu taat menjalankan perintah rekomendasi.

“Kami tahu aturan, bahwa kalau tidak taat, itu dipecat. Tapi kami sudah buktikan bahwa bekerja maksimal pada beberapa Pilkada sebelumnya. Jadi jangan berikan citra buruk terhadap kami,”pungkasnya.

Seperti ditulis Ambon Ekspres, Rabu (3/8), Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku, Lucky Wattimuri kembali memperingati PAC agar tidak memaksakan kehendak mendukung pasangan calon tertentu dalam Pilwakot Ambon. Sebab, jika keputusan DPP melenceng dari dukungan dan mereka melawan, akan

DIPECAT
Wattimuri mengaku, selama mengikuti perhelatan Pilkada, baik sebagai calon maupun tim pemenangan, baru kali ini dia merasakan atmosfer Pilwakot yang begitu panas. Terutama terkait friksi di internal PDIP, yang menyebabkan saling serang DPD dan PAC (Pimpinan Anak Cabang)

“Baru kali ini saya temui kader PDIP ditingkat PAC yang terus berkomentar ke publik soal rekomendasi. Nantinya kita lihat, jika putusan DPP itu tidak sesuai dengan keinginan mereka, kemudian mereka masih keras kepala, maka langkah yang diambil adalah pemecatan dari anggota partai. Konsekuensinya seperti itu, karena tidak taat pada asas dan aturan partai,”kata dia kepada Ambon Ekspres, selasa (2/8).

Wattimuri menyesalkan sikap PAC PDIP yang selama beberapa kali mengeluarkan pernyataan dukungan kepada pasangan Paulus Kastanya dan Muhammad Armin Syarif (Sam) Latuconsina di media massa. Padahal, kata dia, tahapan di PAC, DPC maupun DPD sudah selesai, dan mnenanti keputusan rekomendasi dari DPP. (MG2/TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!