Golkar Tunda Penetapan Richard-Syarif – Ambon Ekspres
Politik

Golkar Tunda Penetapan Richard-Syarif

AMBON,AE.—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parta Golkar menunda penetapan rekomendasi bakal calon kepala daerah dan wakil kepala untuk wilayah Indonesia timur, termasuk Maluku. Pasalnya, pembahasan dan penetapan rekomendasi untuk wilayah barat belum selesai hingga pukul 19.00 wit tadi malam.

Dihubungi Ambon Ekspres via seluler, tadi malam seusai rapat, Ketua DPP Golkar bidang Pemenangan Pemilu Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, Azis Samual mengatakan, penetapan rekomendasi untuk bakal calon bupati dan wakil Bupati empat kabupaten dan Walikota dan wakil Walikota Ambon, dilanjutkan pada Kamis (4/8) pukul 14.00 wib atau pukul 16.00 sore wit.

“Karena Indonesia 1 belum selesai. Karena itu, kita mengambil keputusan untuk Indonesia 2 dengan wilayah timur, sampai besok (hari ini) jam 2. Jadi hanya pertimbangan waktu. Lainnya tidak ada masalah,”singkat Samual.
Informasi yang sama disampaikan ketua tim pendaftaran Richard, Marcus Pattiapon. Soal rekomendasi, ia optimis akan diberikan kepada bakal calon Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan balon wakilnya, Syarif Hadler.

“Kita tetap optimis. Kan sudah ada jaminan dari Golkar, bahwa rekomendasi akan diberikan kepada pak Ris. DPP juga memberikan wewenang untuk pak Ris menentukan wakilnya,”singkat kader partai Golkar via seluler.

Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Golkar lima daerah yang melaksanakan Pilkada, yakni Kota Ambon, Maluku Tengah, Buru, Maluku Tenggara Barat dan Seram Bagian Barat telah mengusulkan sejumlah nama ke DPP. Khusus untuk pemilihan Walikota Ambon, Golkar mengusulkan balon Walikota Richard Louhenaessy, pasangan balon Walikota dan wakil Walikota, Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina.

Sementara balon wakil Walikota yang diusulkan, yakni M Saleh Wattiheluw, Irma Betaubun, Lutfi Sanaky, A.E Rizal Sangadji dan Ridwan Rahman Marasabessy. Sebelumnya, DPP Golkar telah menggelar pleno penetapan Richard sebagai balon Walikota.

Richard diberi kewenangan untuk memilih wakilnya. Richard sendiri telah memilih Syarif sebagai balon wakilnya, Rabu 20 Juli. Sayangnya, Syarif yang adalah ketua DPW PPP Maluku itu, tidak berproses di Golkar.
Ini yang dipermasalahkan oleh lima ketua Golkar kecamatan. Pasalnya, di dalam Petunjuk Pelaksana (Juklak) nomor 6/DPP/Golkar/V/2016, tentang penetapan pasangan calon gubernur, bupati dan walikota dari partai Golkar, yang direkomendasikan adalah kandidat yang berproses di Golkar.

“Bagi kami, ini merupakan sesuatu yang salah. Juklak bilang lain, yang terjadi malah lain. Mulai dari pendaftaran sampai uji kelayakan dan kepatutan, pak Syarif Hadler tidak berproses. Tapi dia (Syarif) ditunjuk sebagai wakil Walikota oleh pak Richard Louhenapessy,”ungkap Ketua Golkar kecamatan Nusaniwe, Alfa Somarwane kepada wartawan yang didampingi empat ketua Golkar kecamatan lainnya, yakni Sutan Marsida (Sirimau), Fretz Karlely (Baguala), Ferdinand Maatita (Teluk Ambon), dan Hadi Mairuhu (Leitimur Selatan) di rumah Kopi Mekar, Minggu (24/7) lalu.

Tak memprotes, Fretz Karlely dan kawan-kawan mengaku pernyataan sikap secara tertulis telah disampaikan ke DPP. Bahkan, telah dibahas dan dipertimbangkan. Isi pernyataan sikap itu, memperingatkan DPP Golkar bahwa apa yang disuarakan semata untuk mempertahankan mekanisme dan menjaga marwah partai.

Rujukan keputusan pada Juklak 06, juga pernah disampaikan Azis Samual. “Jadi harus sesuai Juklak-6/DPP/Golkar/V/2016, tentang penetapan pasangan calon gubernur, bupati dan walikota dari partai Golkar,”jelasnya.

Juklak tersebut mengisyaratkan bahwa DPP Partai Golkar hanya menetapkan calon yang sudah terdaftar dan terjaring oleh tim penjaringan. “Jadi DPP tidak akan menetapkan calon yang tidak terdaftar atau terjaring oleh tim penjaringan. Artinya, yang tidak terdaftar dan terjaring atau di luar itu, tidak akan ditetapkan,”tegas Samual, Kamis

Terkait nama pasangan Louhenapessy, Samual mengaku, DPP Partai Golkar hanya perpegang pada Juklak yang sudah ada. “Dalam hal ini, DPP partai Golkar tidak bisa diintervensi atau dipengaruhi oleh pihak manapun,”tegas Samual, Kamis (21/7) lalu.

Tahapary tidak mau menanggapi keputusan Richard menggandeng Syarif Hadler, ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku itu sebagai wakil walikota.”Saya tidak mau mendahului keputusan DPP. Sekali lagi, saya juga tidak mau bicara soal manusianya. DPP memutuskan sesuai usulan dari bawah, DPD II, DPD Provinsi,”tandasnya.

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Maluku itu menyatakan, keputusan DPP Golkar sudah pasti untuk Richard Louhenapessy sebagai bakal calon walikota. Terkait wakil, Golkar akan menentukan setekah Richard memastikan wakilnya. Richard sendiri telah memilih Syarif sebagai balon wakilnya, Rabu (20/7).

Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Maluku Hairudin Tuarita menilai, pilihan yang jatuh kepada Syarif sangat ideal dan objektif. Kesolidan partai Golkar terjaga. Terutama pada tingkat elit.

Dia juga mengatakan, Juklak tak selamanya menjadi aturan yang mutlak untuk dijalankan. Pertimbangan lain juga harus dipikirkan. Apalagi, pasangan ini sudah memenuhi persyaratan pencalonan sebagai walikota dan wakil walikota sesuai aturan perundang-undangan. (TAB)

Most Popular

To Top