Pencabul 2 Bocah Dibui – Ambon Ekspres
Amboina

Pencabul 2 Bocah Dibui

het pencabul

AMBON, AE.––Michael Maspaittela (46), warga Kadewatan, Kecamatan Sirimau yang dilaporkan mencabuli dua anak tetangganya, akhirnya dibui. Dia sempat menghindar dari panggilan polisi. Dia diamankan setelah memenuhi panggilan pemeriksaan yang ke dua, kemarin.

Hal ini disampaikan Kanit PPA Satreskrim Polres Ambon, Aipda Isaak Kaitjili, Rabu (3/8). ”Tadi (kemarin, red) dia menghadiri panggilan kita sekitar pukul 10.00 WIT. Setelah diperiksa langsung kita tahan’’ kata Katjili.
Setelah diperiksa kurang lebih dua jam oleh penyidik, dia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan, pelaku juga tidak menyangkal perbuatan bejat yang sudah dia lakukan terhadap kedua bocah tersebut.

”Pelaku mengakui semua perbuatan yang sudah dilakukan. Dan akhirnya dia kita tetapkan sebagai tersangka. Pelaku sudah diamankan di dalam penjara untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ jelas dia.

Terkait kasus ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengetahui lebih jauh lagi apakah hanya dua korban itu yang dicabuli tersangka atau ada korban lain. Infromasi lain, korban kebiadaban pelaku lebih dari dua orang. ‘’Berdasarkan pengakuan tersangka, ada juga korban lain. Itu yang masih kita telusuri lagi. Karena salah satu pengakuannya seperti itu,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Perginya Kemudaan dan Kesederhaan Putra Namalean

Seperti diberitakan, Michael Maspaitela dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap dua anak yang masih berusia 8 tahun dan 10 tahun. Peristiwa itu sudah berlangsung sejak Juni 2016. Namun, saat itu tidak diketahui orang tua korban. Kasus ini baru terbongkar setelah salah satu korban menceritakan apa yang sudah dilakukan pelaku terhadap mereka.

Pelaku akhirnya dilaporkan ke polisi pada Senin (25/7) sekira pukul 22.00. Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 82 UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 dan pasal 290 KUHPidana yang menjelaskan tentang perbuatan cabul. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(ERM)

Most Popular

To Top