Golkar Usung Richard-Syarif – Ambon Ekspres
Politik

Golkar Usung Richard-Syarif

Richard: Dengan Syarif Sudah Sah 

Tim Pemilukada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar secara resmi
menetapkan Richard Louhenapessy sebagai bakal calon Walikota. Namun arah Golkar kian jelas mengusung Richard-Syarif Hadler, setelah DPP menyerahkan penentukan wakil kepada mantan Walikota Ambon ini.

Dalam rapat yang digelar kemarin di Jakarta, DPP memang tidak secara eksplisit menyampaikan mengusulkan Richard-Syarif. Mereka hanya meminta Richard mengusulkan 3 nama untuk pasangannya. Ini dilakukan untuk menjaga marwah partai, setelah semua nama bakal calon wakil walikota yang mendaftar tidak dipilih.

Pengusulan tiga nama ini juga tidak lagi ada intervensi dari DPP Golkar maupun DPD Golkar Maluku. Semuanya diserahkan penuh kepada Richard. Namun, kemarin Richard dengan tegas memastikan berpasangan dengan Syarif Hadler. Syarif yang adalah Ketua DPW PPP Maluku, juga telah menyatakan berpasangan dengan Richard.

Keputusan penetapan Richard sebagai balon walikota dalam rapat pleno Tim Pemilukada pusat di sekretariat DPP Partai Golkar, Kamis (4/5). Dihadiri ketua harian DPP Golkar Nurdin Halid, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara umum Robert Kardina dan para ketua bidang, diantara Ketua DPP Golkar bidang Pemenangan Pemilu Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, Azis Samual, Ketua OKK Fredy Latumahina, dan Ketua DPD Golkar Maluku Zeth Sahuburua.

“Yang ditetapkan adalah kota Ambon, yakni Richard Louhenapessy, dan Richard akan menetapkan calonnya sendiri,”kata Azis ketika dihubungi Ambon Ekspres via seluler, seusai rapat tadi malam.

Azis mengatakan, Richard diminta mengusulkan tiga nama bakal calon yang diinginkannya. Baik yang telah berproses di Golkar maupun tidak sama sekali. Penerbitan rekomendasi untuk pasangan calon, nantinya tidak lagi melalui pembahasan.

“Tidak lagi dibahas, tapi dilihat saja. Karena itu kan wewenang calon walikota yang ditetapkan. Landasannya ada. Karena tidak ditetapkan bersama, maka dia yang memilih sendiri wakilnya. Dan untuk memenuhi Juklak, dia usulkan tiga aja dulu,”jelasnya.

Dikatakan, masih tersisa waktu kurang lebih satu bulan untuk pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPUD). Sehingga kata dia, tidak ada tenggat waktu bagi Richard mengusulkan balon wakilnya ke DPP. “Pendaftaran kan tanggal 19 September. Jadi, masih lama. Masih ada waktu, ”katanya.

Dia menambahkan, rekomendasi untuk bakal calon empat daerah lainnya, yakni Maluku Tengah, Buru, Seram Bagian Barat dan Maluku Tenggara Barat ditunda lagi. Pasalnya, masih terdapat masalah teknis yang harus diselesaikan antara kanddiat yang bersangkutan dan ketua umum Golkar Setya Novanto.

“Untuk Maluku Tengah ada tiga kader Golkar, yakni Azis Mahulette, Hamzah Sangadji dan Moda Latupono. Karena itu, ada hal-hal yang harus dibicarakan bersama,”jelasnya.

Begitu juga dengan Buru, akui dia, rekomendasi belum pasti ke Ramli.”Buru belum ditetapkan ke pak Ramli. Masih ada hal-hal yang akan dibahas di internal Golkar dulu. Dua daerah lainnya sama. Kurang lebih lagi akan dibahas. Nanti Anda juga akan tahu, ”pungkasnya.

Syarif Ideal
Sementara itu, kepada wartawan seusai pelantikan Penjabat/Caretaker kota Ambon Frans Yohanes Papilaya di lantai 7 kantor Gubernur Maluku, kemarin, Richard secara resmi menyatakan telah memilih Syarif.

“Saya sudah resmi dengan pak Syarif. Ini baru saya umumkan resmi. Selama ini cuma opini berkembang begini dan begitu. Dengan pak Syarif, saya nikah sah, bukan bertunangan lagi. Karena begitu banyak calon wakil, dan setelah dipertimbangkan seluruhnya, maka pak syarif itu pilihan yang sangat ideal,”kata Richard.

Mantan Walikota Ambon yang baru sehari melepas jabatan itu mengaku, setidakanya ada dua alasan bagi dia untuk memilih Syarif, ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP dan anggota DPRD Maluku itu. Pertama, Syarif mewakili komunitas muslim.

“Yang pertama harus tahu bahwa, walikota dan wakil walikota itu itu representasi dari kultur masyarakat Ambon. Kalau maju walikota dari komunita Kristen, maka wakil walikota dari muslim. Paling tidak ia (Syarif) adalah dari komunitas masyarakat muslim,”jelas dia.

Kedua, lanjut ketua DPD Partai Golkar kota Ambon itu, Syarif memiliki pengalaman pemerintahan karena pernah menjabat wakil walikota dan anggota DPRD.

Mengapa baru mengumumkan secara terbuka ke masyarakat? Richard menjawab, karena selama menjabat sebagai Walikota, ia berusaha menjaga keseimbangan antara aktivitasnya sebagai balon Walikota dan kerja pemerintahan.

”Bahwa komunikasi dibuka itu wajar saja ini kan komunikasi politik. Resmi baru saya umumkan ini setelah saya tidak lagi menjadi walikota. Karena selama saya menjadi walikota, tentu saya menjaga keseimbangan itu,”paparnya.

Disinggung soal rekomendasi PPP dan Golkar, Richard mengaku optimis akan diberikan kepada dia dan Syarif. Selain karena keduanya adalah ketua partai, komunikasi politik juga telah dilakukan dengan DPP Golkar dan PPP.

“Terkait apakah diberikan rekomendasi dari PPP, ya menurut saya ini kan terbangun dari komunikasi politik. Karena pak Syarif juga kan ketua PPP dan saya kan ketua Golkar kota, maka logika politiknya jelas. Kan begitu, ”ungkapnya.

Dengan demikian, kata dia, mereka sudah mengantongi 10 kursi, yakni Golkar 4, PPP 3 dan Nasdem 3 kursi.”Kan Nasdem sudah menyerahkan rekomendasinya. Nantinya Golkar. Kemudian PPP dan kalau itu saja sudah 10 kursi. Kita butuhkan Cuma 7 kursi aja untuk bisa mendaftar,”urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, khusus untuk pemilihan Walikota Ambon, Golkar mengusulkan balon Walikota Richard Louhenapessy, pasangan balon Walikota dan wakil Walikota, Paulus Kastanya dan Sam Latuconsina.

Sementara balon wakil Walikota yang diusulkan, yakni M Saleh Wattiheluw, Irma Betaubun, Lutfi Sanaky, A.E Rizal Sangadji dan Ridwan Rahman Marasabessy.

Syarif yang adalah ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memang tidak berproses di Golkar maupun partai lainnya. Namun, DPP Golkar memberi kewengan bagi Richard untuk memilih wakilnya. (TAB/MG3)

Most Popular

To Top