Papilaya Dilantik, 3 Nama Pengganti Puttileihalat – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Papilaya Dilantik, 3 Nama Pengganti Puttileihalat

AMBON,AE.–– Gubernur Maluku, Said Assagaff, telah mengirim nama tiga pejabat di lingkup pemerintah provinsi Maluku ke Kementerian Dalam Negeri sebagai calon penjabat bupati kabupaten SBB. Tiga nama yang dikirim adalah Ujir Halid (Asisten II Setda Maluku), Roy Hallatu (Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan), dan M. Saleh Thio (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku).

Usulan nama penjabat tersebut mengingat masa jabatan Jacobus Puttileihalat dan La Husni sebagai bupati dan Wakil bupati kabupaten SBB akan berakhir pada 13 September mendatang. “Saya telah menyampaikan tiga nama calon penjabat Bupati SBB ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo sejak minggu lalu,”kata gubernur.

Tiga nama yang diusulkan sudah melalui kajian dan evaluasi. Selanjutnya, Menteri dalam negeri Tjahji Kumolo yang akan memilih salah satu yang dinilai paling mampu dalam mengemban tugas sebagai penjabat bupati di SBB.
Gubernur memastikan, sebelum masa jabatan Bupati – Wakil Bupati SBB saat ini berakhir, Mendagri sudah memutuskan salah satu nama untuk dilantik menjadi penjabat bupati.

BACA JUGA:  Pengamat: Kasus BM Cacat Prosedur

“ Mudah-mudahan apa yang nantinya diputuskan Mendagri merupakan pilihan yang terbaik untuk membawa daerah ini kearah lebih baik, hingga terpilih Bupati – Wakil Bupati definitif melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak nant,” ujarnya.

LANTIK
Sementara itu, Kamis (4/8), gubernur melantik kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Maluku Frans J Papilaya sebagai penjabat Walikota Ambon. Papilaya diingatkan agar menjaga netralitas birokrasi pemerintah kota Ambon menghadapai Pilwalkot nanti.

Pelantikan Papilaya yang dilaksanakan di kantor gubernur Maluku itu, berdasarkan Surat Kerputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo nomor 131.81-5877, tanggal 1 Agustus 2016. Dalam sambutanya, gubernur mengatakan, Kota Ambon telah mengalami berbagai kemajuan di masa kepemimpinan Richard Louhenapessy dan M.A.S Latuconsina.

Keduanya dinilai berprestasi dalam memimpin kota berjuluk Manise ini. Diantaranya adalah menjadikan Ambon sebagai kota layak dihuni.

“Richard dan Sam telah menjawab tantangan lima tahun lalu. Tantangan Kota Ambon kedepan semakin berat dan berdasarkan data jumlah penduduk Kota Ambon per semester dua tahun 2015 mencapai 372.902 dan akan terus bertambah kedepannya, hal ini berakibat pada menurunnya daya dukung wilayah dari waktu ke waktu,” kata Assagaff.

BACA JUGA:  Lapak Pedagang Dibongkar Polisi

Dikatakan, dari cakupan wilayah Kota Ambon yang tidak begitu luas sangat mempengaruhi kebijakan tata ruang. Olehnya itu, kedepannya harus diperhitungan dengan akurat dan tepat. Pemprov Maluku telah mendesain arah pengembangan wilayah Ibu kota provinsi keluar dari pusat Kota yaitu ke daerah Rumah Tiga, Passo, Suli, Waai dan lainnya.

“Sekarang, persoalan titik kepadatan tertinggi lalulintas berada di persimpangan Batu Merah. Olehnya itu, pemprov telah berkoordiansi dengan kementerian PU untuk membangun fly over yang diharapkan mengurai arus lalu lintas. Maka, saya minta saudara Pejabat Walikota mengintensifkan sosialisasi kepada penduduk pada wilayah yang terkena proses pembangunan pada nantinya,” tuturnya.

Lanjut gubernur, pemerintah juga masih ingin melakukan pelebaran sungai untuk menjamin keselamatan warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai Batu Merah dan beberapa sungai lainnya yang rawan terkena bencana. “ Kedua pembangunan infrastuktur tersebut akan menjawab dua masalah yakni, kepadatan lalulintas dan masalah banjir,” tegasnya.

BACA JUGA:  Diperiksa Jaksa, Istri Hentje Menangis

Sementar terkait tugas penjabat Walikota Ambon, gubernur mengingatkan agar proaktif dalam hal persiapan pelaksanaan Pilwalkot Ambon, melakukan konsolidasi birokrasi dalam menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) sehingga tidak terlibat dalam praktek politik praktis serta terpolarisasi terhadap satu pasangan Calkada. Ini untuk menjamin birokrasi tetap profesional dan fokus dalam tugas pemerintahan.

Pejabat Walikota Ambon, Frans J Papilaya mengatakan, sebagai pejabat Walikota, ada tiga hal prioritas yang harus dikerjakan yakni, menjalankan tugas-tugas pemerintahan, memfasilitasi suksesnya Pilwalkot serta menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot. Tiga hal tersebut yang menurutnya urgen dilaksanakan.

“Sesuai dengan arahan Mandagri maupun Pak Gubernur, ada hal-hal yang juga menjadi perhatian dan karena saya masih orang baru di pemerintah kota maka, saya perlu melakukan konsolidasi dengan jajaran aparatur mulai dari kota sampai dengan desa untuk pelaksanaannya,” tutur Pejabat Walikota Ambon, Frangki Papilaya usai disahkan.(MAN/MG3)

Most Popular

To Top