Anggota DPRD Bursel Jadi Tersangka – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Anggota DPRD Bursel Jadi Tersangka

AMBON,AE.—Akibat candaan membawa bom kini, Amir Faisal Souwakil, anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia pun sudah mendekam di dalam rumah tahanan (rutan) Polres guna menjalani proses hukum lanjutan.

Pengalihan status politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindara) ini menjadi tersangka, setelah penyidik Satreskrim Polres Ambon melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus ini. Amir dilaporkan karena mengaku membawa bom dalam rencana penerbangan pesawat Trigana Air tujuan Namrole, Bursel dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon.

Saksi-saksi yang diperiksa dari pihak Bandara Internasional Pattimura dan Trigana Air. Usai pemeriksaan dan pastikan bukti sudah kuat selanjutnya dinaikan satusnya hukum sebagai tersangka.”Dia (Amir-red) hari ini (senin-red) resmi kita tetapkan tersangka. Ada enam orang saksi dari Trigana Air yang kita periksa terkait kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polres AKP Baiquni Wibowo di ruang kerjanya,Senin (15/8).

Dia dijerat dengan pasal 479 huruf (p) dan (r),dan atau pasal 473 ayat (1) jonto pasal 344 huruf (e) UU RI Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Didalam pasal-pasal ini dijelaskan ancaman hukuman lima belas tahun penjara.
Bersamaan ditetapkan sebagai tersangka, surat penahanan (SPH) terhadap Amir dikeluarkan. ”Setelah kita tetapkan tersangka, langsung disusul dengan dikeluarkan SPH-nya.Dia (Amir-red) sudah kita amankan di rutan polres,”Kata Baiquni.

BACA JUGA:  Rakyat Buru Mengadu ke Gubernur

Baiquni menegaskan, penetapan Amir sebagai tersangka didasarkan pada bukti, dan laporan terkai perbuatan yang memang sangat bertantangan dengan aturan.”Jadi,penetapan dia (Amir-red) sebagai tersangka tidak ada unsur politisnya. Semuanya berdasarkan laporan dan bukti yang kita dapat,”tegasnya.

Amir digiring dari ruang Penyidik ke tahanan sekitar pukul 15.45. Dia didampingi dua orang rekannya. Dia menggunakan celana pendek selutut dan baju hitam dibalut jaket hitam, dan mengenakan topi warna hitam saat itu.

Amir saat Rutan, tidak memungkiri apa yang sudah dilakukannya. Amir menghargai proses hukum terhadapnya.”Namun dengan harapan,Penegakan hukum benar-benar tanpa pilikasih dan sebagainya,” kata Amir Faisal Souwakil di Ruang Tahanan Polres Ambon, kemarin.

Dia menuturkan, didalam pesawat, ada Bupati Bursel Tagob Soudarsono Solusisa, Wakil Bupati Ayub Saleky,Ketua DPRD, dan juga beberapa rekannya anggota DPRD lainya. Saat itu dia tidak ada niat ataupun rencana untuk kemudian mengeluarkan candaan ada bom.

”Karena kebetulan beta (saya-red) ingin berebut tempat duduk dibelakang pak wakil, lalu keresek yang dua bungkus nasi kuning itu saya bilang awas. Awas Bom. Saya tidak terpikirkan bahwa memang ada UU Nomor 1 tentang pelarangan itu, tepat kejadiaan baru saya tau,” kata dia.

BACA JUGA:  Kadis PU Diperiksa

Cilakanya, candaan itu terdengar pramugari. Pramugari lantas menanyakan kembali, celotehan Amir.”Dia (pramugari-red) kembali tanya pak tadi ngomong apa? Saya bilang awas bom. Jadi setelah saya sempat sampaikan mohon maaf ini nasi kuning didalamnya. Ada dua kresek. Karena dengan alasan itu mereka turunkan beta dengan alan pemeriksaan. Ternyata tidak ada apa-apa,”jelasnya.

Yang sangat dia sesalkan kejadiaan di Bandara Internasional Pattimura, DPP Partai Gerinda mengetahuinya.”Cuman ada kalarifikasi dari teman-teman juga, kalau apa yang disampaikan itu hanya bercanda, karena bersamaan saat itu kita lagi bercanda dengan pak bupati pak wakil saat itu, saya tidak terpikir akan terjadi begini,”imbuhnya.(ERM)

Most Popular

To Top