Far-Far dan Sihalolo Bakal Dipanggil Jaksa – Ambon Ekspres
Ragam

Far-Far dan Sihalolo Bakal Dipanggil Jaksa

AMBON,AE––Mantan Sekretaris Daerah Maluku, Ros Far Far bakal dipanggil oleh tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, dalam kasus dugaan korupsi anggaran wifi di Dinas Kominfo Maluku. Agenda panggilan sudah disiapkan. Kini tinggal menunggu waktu pemeriksaan terhadap Far Far.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan pemeriksaan terhadap Far Far, lantaran ada dugaan kebijakan pemotongan anggaran pada setiap SKPD di tahun 2015. Akibat pemotongan anggaran sebanyak 17 persen itu, berpengaruh pada kekurangan anggaran pada seluruh SKPD. Termasuk Dinas Kominfo Maluku.

“Pemeriksaan terhadap manatan sekda Maluku, menindaklanjuti keterangan dari Kadis Kominfo, Ibrahim Sangadji. Karena Sangadji mengungkapkan adanya pemotongan anggaran di setiap SKPD, “ungkap sumber koran ini.
Dikatakan, Far Far diagendakan menjalani pemeriksaan atau permintaan keterangan oleh tim penyelidik, Senin pekan depan.

Selain mantan Sekda, tim penyelidik juga akan memanggil Kepala Bappeda Maluku Anthonius Sihaloho. “Semua yang dipanggil itu untuk kepentingan proses penyelidikan, “tandas sumber.

Kasi Penkum dan Humas kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi koran ini menjelaskan, untuk kepentingan penyelidikan atas dugaan itu tentunya tim penyelidik akan memintai keterangan pihak terkait. Sapulette juga membenarkan adanya informasi panggilan terhadap mantan sekda Maluku, Ros Far Far.

“Ada agenda yang dijadwalkan oleh tim penyelidik untuk memangggil mantan Sekda dan Kepala Bappeda terkait dugaan tersebut. Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan,”kata mantan Kasi Penyidikan itu.

Dikatakan, sampai saat ini, sudah sekitar tujuh orang yang dimintai keterangannya dalam kasus ini. Namun diperkirakan masih ada penambahan pihak-pihak yang akan dipanggil, dan tergantung kebutuhan tim penyelidik guna menuntaskan kasus itu. ‘Untuk kominfo sudah sekitar tujuh pihak yang dimintai keterangan. diantaranya itu ada kadis, rekanan, PPTK, pihak Telkom, dan pengelola,” akui Sapulette.

Proyek pengadaan wifi pada kantor gubernur Maluku, ditemukan terjadi tunggakan pembayaran pada tahun 2014, 2015 hingga 2016. pada tahun 2014, sama sekali belum dilakukan pembayaran.

Sementara di tahun 2015, pihak Kominfo menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan proyek pengadaan wifi. Namun, ternyata di tahun 2015 itu ada tiga bulan yang belum dibayar ke Telkom. Sementara ditahun 2016, sama sekali belum dibayar. Akibatnya, pihak telkom ambon mengalami kerugian sedikitnya Rp.600 juta lebih. (AFI)

Most Popular

To Top