Putusan PDIP di Injury Time – Ambon Ekspres
Politik

Putusan PDIP di Injury Time

Soal Rekomendasi Calkada 

Semua tahapan telah dilalui. Mulai dari pendaftaran, survei hingga uji kelayakan dan kepatutan. Namun, PDI Perjuangan baru akan mengeluarkan rekomendasi di menit terakhir atau mendekati pendaftaran bakal calon bupati dan walikota, September mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI Perjuangan provinsi Maluku, Tobhyhend Jacksinantho Mathchrisna Sahureka yang dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Senin (15/8) mengatakan, semua tahapan dan proses terkait penetapan rekomendasi calon Walikota dan wakil Walikota sudah dilalui. Kini, hanya menunggu rekomendasi. “Jadi, bisa saja injury time bisa saja dalam waktu dekat. Soalnya, ini keputusan DPP. Kami tidak bisa pastikan kapan. Kalau DPD yang punya kewenangan, maka saya kira tidak lama lagi, ”kata Sahureka.

Tidak ada alasan substansial yang menjadi keterlambatan penetapan rekomendasi oleh DPP PDI Perjuangan. Tetapi, kata dia, kemungkinan masih ada pertimbangan lain dari DPP, ditambah banyaknya rekomendasi yang harus dikeluarkan untuk Pilkada 2017. “Jadi, mungkin masih ada pertimbangan-pertimbangan lain. Kemudian, kita kan ada sekitar 106 rekomendasi yang harus dikeluarkan. Jadi kita bersabar saja,”terangnya.

BACA JUGA:  Pertemuan Galunggung, PPP pun Pecah

Selain itu, akui dia, PDIP sangat berhati-hati dalam menentukan rekomendasi untuk pilwalkot. PDIP tidak ingin rekomendasi yang nanti diberikan, dinilai tidak melalui kajian yang komperehensif atau asalan. “Bisa saja semuanya begitu. Karena, memang kita sangat hati-hati untuk merekomendasikan pasangan calon. Kita tidak mau dinyatakan asal-asalan. Jadi, kita tidak mau buru-buru,”terangnya.

Mantan anggota DPRD Maluku itu menamnbahkan, keterlambatan penetapan rekomendasi, tidak akan mengganggu konsolidasi PDIP untuk memenangkan pasangan calon yang diusung. Sebab, sejatinya semua mesin sudah disiagakan. “Partai kita ini kan sifatnya sudah permanen, struktur partainya. Jadi, pas rekomendasi keluar, langsung diberitahukan kepada struktur partai sampai di tingkat anak ranting untuk bergerak,”pungkasnya.

Seperti diketahui, DPD PDIP Maluku mengusulkan tiga bakal calon walikota ke DPP, yakni pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armyn Syarif Latuconsian alias Sam, Brury Nanulaitta dan Richard Louhenapessy dengan balon wakil A.E Rizal Sangadji dan Tadi Salampessye.

Namun, seperti diketahui Richard telah memilih Syarif Hadler sebagai wakilnya. Meski begitu, masih ada peluang dia mendapatkan rekomendasi, karena sebagian kader PDIP menginginkan adanya koalisi Golkar dan PDIP.

BACA JUGA:  Rekomendasi Bersyarat dari PDIP

Selain PDIP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang belum memberikan dukungan. Sedangkan Sembilan partai lainnya, yakni Golkar, Nasdem, PPP telah telah memberikan dukungan rekomendasi kepada pasangan Richard-Syarif, dan Hanura, PKS, PKPI, Demokrat, Gerindra dan PAN untuk pasangan Paulus-Sam.

Bangun Koalisi
Penetapan rekomendasi untuk calon Bupati dan wakil Bupati kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) juga direncanakan pada menit terakhir. PDIP masih membangun komunikasi politik dengan partai-partai yang belum memberi sinyal rekomendasi, untuk berkoalisi seperti Gerindra dan PKB.

“Tapi komunikasi politik, sementara dilakukan oleh PDI Perjuangan dengan partai-partai yang belum mengeluarkan rekomendasi. Ada PKB dan Gerindra. Saya kira itu, untuk Seram Bagian Barat ini, injury time baru ada rekomendasinya. Istilah saya, di SBB itu masih hutan belantara,”kata Koordinator Pilkada kabupaten Seram Seram Bagian Barat (SBB), Benhur G Watubun tadi malam via seluler.

Selain itu, lanjut dia, masih terdapat sekitar 60 persen swing voters (pemilih mengambang) di SBB yang belum menentukan pilihan ke bakal calon tertentu. Sehingga, masih dibutuhkan kajian untuk penetapan rekomendasi.
“Survei di SBB, itu swings voternya masih tinggi, diatas 60 persen. Sehingga memang, kita butuh kajian-kajian yang ekstra selain survei yang memungkinkan untuk, misalnya ketika kita koalisi, maka kita harus memenangkan pertarungan,”jelasnya.

BACA JUGA:  Berkas Remon Segera Masuk Kejaksaan

Dalam koalisi pun, kata dia, PDIP sangat berhati-hati. Sebab, sebagai partai dengan empat kursi DPRD, PDIP tidak ingin dimanfaatkan oleh kandidat. Karenanya, calon yang melakukan pendekatan harus dengan garansi rekomendasi.

“Di Pilkada SBB, sebanyak 10 bakal calon bupati yang mendaftar. Hanya satu orang yang mendaftar sebagai wakil. Sehingga, prinsipnya partai datang bawah wakilnya, supaya kita kawinkan. Jangan kita berikan kepada calon yang tidak ada dukungan partainya, lalu nanti PDI Perjuangan tidak ikut pesta (Pilkada) dengan baik,”papar wakil ketua bidang politik, hukum dan pertahanan keamanan DPD PDIP Maluku itu.(TAB)

Most Popular

To Top