Arah 3 Parpol Belum Jelas – Ambon Ekspres
Politik

Arah 3 Parpol Belum Jelas

Kamis, PDIP Tetapkan Rekomendasi

Tersisa tiga partai politik dalam Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Ambon yang belum menentukan sikap dukungan, PDI-Perjuangan, Partai Bulan Bintang, dan Partai Kebangkitan Bangsa. PDIP berencana Kamis, (25/8) rekomendasi dikeluarkan, sementara DPC PBB tetap ngotot mengusung pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, PDI-Perjuangan kini fokus menggodok dua point penting untuk menentukan arah dukungan dalam pilwakot. Pertama, mengusung pasangan Paulus atau Poly Kastanya-Sam Latuconsina. Atau, memilih pilihan kedua mengusung calon alternatifnya dengan menggandeng partai politik lainnya dalam koalisi.

Sumber Ambon Ekspres menyebutkan, pilihan PDI-Perjuangan ke Richard-Syarif tertutup, setelah elit partai banteng kekar itu tersinggung dengan sikap Richard. “Ini terkait sikap Richard yang meminta waktu dua minggu untuk memutuskan usulan PDI-P, namun sehari kemudian sudah ditetapkan berpasangan dengan calon lain,” kata sumber koran ini, kemarin.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDIP Maluku, Tobhyhend Jacksinantho Mathchrisna Sahureka mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh darti DPP, rekomendasi calon kepala daerah untuk Maluku akan ditetakan, Kamis (25/8). “Belum Bung. Mungkin hari Kamis baru ditetapkan oleh DPP. Informasinya seperti itu (dari DPP),”singkat dia via sms, kemarin.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun yang dikonfirmasi via seluler belum menjawab pertanyaan. Sebelumnya, ketika dihubungi, Kamis (18/8), Komarudin mengatakan, rekomendasi untuk Pilwalkot Ambon belum dibahas. “Kota, belum. Saya juga baru tahu dari media. Kan belum dibahas,”jawabnya.

BACA JUGA:  Kejar Tuan W, Isteri Hentje Diperiksa

Terkait survei terakhir yang menempatkan pasangan Richard-Syarif diatas, ia menyatakan, bisa saja berubah setiap saat. Sebab, menurutnya, pergerakan bakal calon sangat mempengaruhi perubahan survei. “Survei itu kan tiap kali bergerak. Tidak stagnan. Hari ini hasil lain, kalau pertarungan masih lama dan orang bekerja, ya bisa berubah setiap saat,”jelasnya.

Seperti diketahui, DPD PDIP Maluku mengusulkan tiga bakal calon walikota, yakni Paulus Kastanya yang berpasangan dengan Muhammad Armyn Syarif Latuconsina, Richard Louhenapessy yang dipasangkan dengan kader PDIP Tadi Salampessy, serta Brury Nanulaitta dan wakilnya. Namun, Richard justeru memilih ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syarif Hadler sebagai wakilnya.

Jauh sebelum Richard menentukan pilihan, terjadi friksi tajam di PDIP. Akar rumput partai yang diprakarsai Pimpinan Anak Cabang (PAC) memberikan dukungan kepada pasangan Poly-Sam. Pertimbangannya, sesuai hasil jajak pendapat internal, pasangan ini diunggulkan.

Tetapi, sebagian kader PDIP di tingkat DPC dan DPD, memberi ruang komunikasi untuk Richard agar bisa memperoleh rekomendasi. Garansinya, Richard harus menggandeng salah satu kader PDIP sebagai bakal calon wakil. Lalu, A.E.Rizal dan Tadi Salampessy didorong, meski akhirnya pilihan terakhir Richard kepada Syarif.

BACA JUGA:  Jaksa Usut Dana Bencana Ambalauw

Dari Partai Bulan Bintang (PBB), Ketua DPC Riduan Hasan tetap ngotot memberi dukungan kepada pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler untuk mendapatkan rekomendasi. Alasannya, keduanya berproses sesuai aturan dan telah diusulkan dari bawah.

Riduan Hasan ketika dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Minggu (21/8) menjelaskan, pasangan bakal calon Walikota dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan 18 Agustus di kantor DPP PBB.

Ini seuai dengan petunjuk peraturan partai nomor 1 tahun 2015 tentang Uji kelayakan dan kepatutan dipandu langsung oleh tim Desk Pilkada DPP PBB yang diketuai Professor Masubulhaq.

Tahapan ini, juga dilakukan berdasarkan usulan dari DPC PBB Kota Ambon lewat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB, dimana Richard Louhenapessy sebagai balon Walikota tunggal.

“Jadi, pasangan Paparisa Baru, yaitu Richard-Syarif telah melaksanakan agenda penyampaian visi misi, karena diamanatkan dalam peraturan partai nomor 1 tahun 2015,”jelas Riduan.

Riduan mengakui, hanya pasangan Paparisan Baru yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Hasil uji kelayakan dan kepatutan, lanjut Riduan, akan diplenokan oleh Desk Pilkada DPP dalam waktu dekat.

Ditanya soal arah dukungan PBB, Riduan tidak menampik, jika sangat terbuka untuk pasangan Paparisa Baru. Pasalnya, proses rekrutmen hingga pengusulan ke DPP, sesuai dengan peraturan partai nomor 1 tahun 2015.
“Sebagai ketua DPC, saya sangat yakin bahwa rekomendasi DPP akan diberikan kepada pasangan Richard-Syarif, karena prosesnya sesuai peraturan partai tersebut. Mereka punya peluang, ”tandasnya.

BACA JUGA:  Pelantikan Pengurus Golkar Tanpa Wenno

Anggota DPRD Kota Ambon, itu menolak memberi penjelasan mengenai manuver DPW PBB Maluku agar DPP merekomendasi pasangan Paulus Kastanya-Muhammad Armyn Syarif Latuconsina dengan akronim PANTAS. Ia tetap bersandar pada peraturan partai.

Untuk diketahui, sejak pembukaan hingga penutupan pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota oleh PBB Kota Ambon, hanya Richard yang mendaftar. DPC pun menggelar rapat pleno dan menetapkan Richard sebagai balon Walikota.

Sedangkan sejumlah figur lain mendaftar sebagai balon wakil, diantaranya ketua DPW PBB Maluku, Mus Mualim dan ketua DPC PBB Kota Ambon Riduan Hasan.

Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga belum menetapkan rekomendasi. Pasalnya, masih DPP masih melakukan pendalaman terhadap hasil survei maupun visi dan misi dua pasangan calon, yakni Paparisa Baru dan PANTAS.

“Masih pendalaman. Informasinya sehari dua, rekomendasi ditetapkan. Cuman, yang pasti hari apa, kita belum tahu,”kata ketua DPC PKB Kota Ambon, Fadli Mastail, kemarin.

Fadli mengaku, DPP PKB memang sangat berhati-hati menentukan rekomendasi.”Karena dua pasangan ini memenuhi kriteria untuk layak diusung, makanya DPP sangat berhati-hati,”tambahnya(TAB)

Most Popular

To Top