Markas Judi Digrebek Propam-PomDam – Ambon Ekspres
Amboina

Markas Judi Digrebek Propam-PomDam

AMBON, AE.— Sudah diintip polisi, namun para penjudi sabung ayam tak kapok. Mereka tidak lagi memilih lapangan terbuka, gedung tertutup pun menjadi pilihannya. Ini dilakukan untuk menghindari incaran polisi. Sayang permainan judi itu tetap saja tercium polisi. Di waktu senja, kemarin, sebuah rumah toko digrebek polisi dan PomDam.

Puluhan orang dewasa, dibuat tak berkutik. Mereka hanya bisa diam, tak bergerak, ketika Provost Polisi dibantu PomDam XVI Pattimura masuk dengan seragam lengkap. Ayam masih ditangan penyabung, dan sebagian lagi masih dikurung dalam peti berrongga, pun disita polisi. Mereka ditampung di satu sudut, Ruko, Pasar Lama. Ruko itu diduga milik salah seorang bandar judi.

Pasar Lama sejak lama sudah dijadikan tempat judi oleh sejumlah orang. Beragam judi dimainkan disana, namun selalu tidak pernah bisa dihentikan pihak kepolisian. Lokasi itu baru bubar setelah Pemerintah Kota Ambon membongkar Pasar Lama untuk kepentingan perluasan Pelabuhan Jos Soedarso.

Digusur, bukan berarti judi dihentikan. Mereka tidak berpindah lokasi. Lokasi tetap di Pasar Lama. Tapi tempatnya dipindahkan. Kalau sebelumnya terbuka, dan berada di Los, setelah dibongkar, sebuah Ruko lebar lima meter, dan memanjang ke belakang itu, dijadikan tempat baru berjudi sabung ayam.

Lokasi ini tercium, setelah polisi rajin mengendus tempat-tempat judi. Ini dilakukan paska bentrokan antar polisi di lokasi judi, Air Besar. Tim dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Maluku, AKBP Agus Sutrisno. Ikut dalam tim itu, anggota Polisi dan TNI berpakaian preman, PomDam dan Propam Polda Maluku.

Anehnya, saat penggerebekan dilakukan, tidak disertakan anggota Polres Ambon. Beberapa saat setelah itu, Kabid propam Polda baru memerintahkan untuk memainggil pihak Polres. Itu dilakukan, setelah Propam dan PomDam melakukan pendataan para pelaku judi, termasuk satu oknum anggota polisi, dan satu oknum anggota TNI-AD.

Usai dihubungi, sekitar pukul sekitar pukul 17.45 anggota Polres tibah TKP, dipimpin Kasat Reskrim AKP Baiquni Wibowo. Beberapa saat kemudian, dilakukan evakuasi terhadap puluhan ekor Ayam beserta kandang-kandang dari dalam bangunan ruko. Lebih dulu, Ruko itu diberi Police Line.

Puluhan warga, juga anggota TNI dan Polisi itu digelandang menuju mobil polisi dan PomDam yang sudah disiapkan. Ada sekitar 11 orang termasuk anggota polisi dibawa menggunakan truk polisi, sementara oknum anggota TNI-AD digelandang menggunakan mobil PomDam.

Informasi di TKP, selain ada instruksi untuk pembasmian tempat judi di kota Ambon, lokasi itu kerap dikunjungi oleh oknum Anggota TNI maupun polisi. “Tempat itu (judi-red) anggota suka ke situ. Jadi mungkin ada penggerebekan,” kata salah satu warga dilokasi kejadiaan kemari.

Kepada wartawan, Kabid Propam Agus Sutrisno, mengungkapkan, operasi itu merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan setelah insiden Air Besar, Passo.” Saya diperintahkan untuk mapping lokasi judi Sabung ayam. Setelah kami mapping, ternyata lokasi berpindah di daerah Pasar Lama,”kata Agus

Sebelum penggrebekan dilakukan, lebih awal polisi mengintai setelah ditemukan ada indikasi keterlibatan anggota polisi maupun anggota TNI. Karena itu, dilakukan koordinasi dengan pihak DanPomdam.” Kemudian kita perintahkan beberapa anggota untuk mendekati lapangan dan penyusupan di tempat perjudian untuk memastikan waktu dan tempat permainan. Kita dapat lokasinya. Dilaporkan ke kita bahwa ada pelaksanaan main sekitar jam 15.00 dan jam 16.00,” kata Agus.

Dalam penggrebekan itu selain menyita puluhan ekor ayam tarung, di TKP polisi juga menyita uang sebesar Rp.21.595.000. “ada 19 ekor ayam. Masyarakat biasanya 34 orang termasuk penonton. Nanti penyidik Polres akan memilah-milah. Siapa penonton siapa pemain setelah dilakukan pemeriksaan. Nanti baru dikembangkan oleh penyidik ,” kata dia.

Menyoal pemilik lokasi judi, kata Agus, sudah dikantongi identitasnya, dan dipastikan saat permainan digelar, pemiliknya juga terlibat langsung.”Pasti ada keterlibatan pemiliknya. Cuman pada saat itu tidak ditemukan pemiliknya. Setelah pengembangan, pemiliknya nanti akan ditangkap. Sudah kita kantongi identitasnya,”katanya.

Terpisah,AKP Baiquni Wibowo saat dikonfirmasi enggan meberikan penjelasan panjang lebar. “Kasus ini sementara dalam proses lidik. Belum bisa kita memberikan komentar lebih. Semua barang bukti dan puluhan warga ini sementara sudah berada di Mapolres Ambon,” singkat Baiquni.

Sebelumnya, Kapolda Maluku Brigjen Salahuddin menegaskan, akan menindak tegas siapapun pelaku judi. Baginya, tindakan tegas itu akan dilakukan sebagai efek jerah bagi pelaku permainan barang terlarang itu.

“Siapapun dia dan orangnya, sudah pasti akan kita tindak. Jadi jangan coba-coba main judi ataupun melakukan hal-hal yang memang kita anggap itu sebuah tindakan pelanggaran maupun tindak pidana,” kata dia di Mako Satbrimobda Maluku, kemarin.

Menurut dia, permainan judi merupakan perbuatan yang melanggar hukum. “Judi yang mana dulu. Kalau judi yang dimainkan secara terbuka kemudian melibatkan orang lain dengan keuntungan yang besar pasti kita tindak. Tetapi kemudian apakah dua bersaudara main di dalam rumah sekadar hiburan akan ditindak? Kita lihat dulu,” jelasnya.

Disinggung soal adanya keterlibatan oknum anggota polisi dalam permainan barang terlarang itu, dia mengaku pihaknya pasti akan menindak tegas. “Kalau itu (anggota red), sudah pasti akan kita tindak. Polisi ini juga manusia dan manusia itu sudah pasti punya kesalahan. Maka kesalahan itu akan kita benahi dengan memberikan sanksi,” terangnya.(ERM)

Most Popular

To Top